myimage.id | Selamat pagi semua saudaraku. Salam hangat, sehat dan sejahtera. Sosialisasi Pengembangan Sanggar/Kelompok Kesenian merupakan sebuah proyek dalam rangka Pengembangan Sanggar/Kelompok Kesenian di Kota Semarang agar mempunyai Surat Keterangan Terdaftar (SKT) sehingga Pemerintah Kota mendapat data dan melakukan pembinaan yang berkelanjutan.Sosialisasi Pengembangan SanggarDalam pengembangan Sosialisasi Pengembangan Sanggar/Kelompok Kesenian ada 3 kegiatan yang dilakukan, (1) Pembuatan Surat Keterangan Terdaftar (SKT), (2) Menampilkan Sanggar/Kelompok Kesenian di tingkat Kota Semarang, seperti tampil di acara seremonial Pemkot Semarang atau penyambutan kapal Pesiar asing yang datang di Semarang, (3) Menampilkan Sanggar/Kelompok Kesenian ini ke tingkat Nasional maupun Internasional.Sosialisasi Pengembangan SanggarDari semua ini maka perlu adanya Sosialisasi Database Surat Keterangan Terdaftar (SKT) secara on line, sehingga para Sanggar/Kelompok Kesenian dapat dilihat secara umum dan masyarakat juga mengetahui sanggar/ kelompok kesenian yang aktip di kota Semarang.Sosialisasi Pengembangan SanggarSosialisasi Pengembangan Sanggar/Kelompok Kesenian diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemkot Semarang di Hotel Radja, Jl Singosari Raya No 4, Wonodri, Semarang Selatan, Kota Semarang, Jawa Tengah 50241 mulai dari pukul 09.00 wib sampai 12.00 wib.Sosialisasi Pengembangan SanggarAcara ini dibuka dengan Tari Batik dari Sanggar Greget Semarang, dan mendatangkan 2 nara sumber yaitu DR. H. Anang Budi Utomo, S.Pd, S.Mn, M.Pd dan Yoyok Bambang Priyambodo selaku pendiri Sanggar Greget Semarang.Sosialisasi Pengembangan Sanggar“Pada dasarnya metode pembinaan Sanggar/Kelompok Kesenian ini dapat dilakukan melalui Standarisasi (prosedur dan sapras), Sertifikasi (pelakunya) dan Akreditasi (lembaganya) melalui Surat Keterangan Terdaftar (SKT)” , ujar  DR. H. Anang Budi Utomo, S.Pd, S.Mn, M.Pd.Sosialisasi Pengembangan SanggarMelalui Surat Keterangan Terdaftar (SKT) yang di buat oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemkot Semarang, maka akan menunjukan bahwa Sanggar/Kelompok Kesenian tersebut sudah terdaftar di Pemkot sehingga berhak mendapatkan pembinaan dan pengembangan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.Sosialisasi Pengembangan SanggarPersyaratan pendaftaran Surat Keterangan Terdaftar (SKT) Sanggar/Kelompok Kesenian.

  1. Surat Permohonan ditujukan kepada Walikota c/q Ka. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang.
  2. Susunan pengurus dan jumlah anggota.
  3. Jadwal latihan rutin beserta tempat latihan.
  4. Biodata pengurus inti (ketua, sekreatari, bendahara)
  5. Satu lembar pas foto ukuran 4X6, pengurus inti (ketua, sekreatari, bendahara) ditempel pada selembar HVS
  6. Satu lembar FC KTP pengurus inti (ketua, sekreatari, bendahara)
  7. 1 foto papan nama Sanggar/Kelompok Kesenian ditempel pada kertas HVS.
  8. Surat keterangan domisili Sanggar/Kelompok Kesenian yang dikeluarkan oleh Lurah diketahui Camat.
  9. Akta Notaris/Berbadan Hukum
  10. FC NPWP Sanggar/Kelompok Kesenian.
  11. FC Surat Keterangan Terdaftar (SKT).

Sosialisasi Pengembangan SanggarSemua ini dapat didaftarkan secara on line di Situs Data Kelompok Kesenian Kota Semarang www.pariwisatakota.go.id dari sini akan diverifikasi dan muncul Surat Keterangan Terdaftar (SKT) dan semua ini tidak perlu bayar alias gratis.Sosialisasi Pengembangan Sanggar“Semua syarat-syarat ini harus dipenuhi sebagai bagian dari Sanggar/Kelompok Kesenian untuk mendapat bantuan atau uluran tangan serta tanggapan dari Pemkot Semarang, dan bahkan untuk lebih maju lagi secara profesional dalam bentuk sebuah kelembagaan di tingkat Nasional dan Internasional”, ujar Yoyok B. Priyambodo.Sosialisasi Pengembangan SanggarDisini akan terangkum semua Sanggar/Kelompok Kesenian secara keseluruhan dan komplit, nanti akan terlihat mulai dari CP, alamat, foto kegiatannya sehingga masyarakat akan lebih tahu dan bisa memilih sesuai dengan kegiatan yang akan mereka perlukan.Sosialisasi Pengembangan SanggarDi Semarang ada 570 Sanggar/Kelompok Kesenian yang terdaftar pada tahun 2014, tetapi ternyata banyak yang sudah tidak aktif, sehingga dengan Database ini dapat memperbaharui Sanggar/Kelompok Kesenian, sehingga Pemkot akan lebih mudah memonitor dan mempromosikan”, ujar Deasy Ismalia, SE (Kasi Potensi Seni Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemkot Semarang).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here