myimage.id | Tari Karonsih merupakan sebuah tarian yang menggambarkan cinta kasih atau romatisme kisah antara Raden Panji Asmorobangun dengan Dewi Galuh Candrakirana yang diambil dari cerita Panji.

Tari Karonsih

Tarian ini merupakan tarian ketujuh pada acara Gelar Karya “Pahlawan Tari” dalam rangka hari Pahlawan yang diselenggarakan oleh Forum Silaturahmi Sanggar Seni Jawa Tengah di Pendopo Taman Budaya Jawa Tengah kota Surakarta pada tanggal 18 November 2017.

Tari Karonsih

Tari ini merupakan karya S. Maridi dari sekian banyak tari ciptaannya yang paling terkenal. Bahkan pada tahun 1980 sampai 2000 tarian ini pernah menjadi booming, dimana hampir disetiap acara perhelatan pesta pernikahan adat Jawa di kota Solo dan sekitarnya, tarian ini selalu disajikan sebagai hiburan para tamu yang datang.

Tari Karonsih

Tari Koransih di tarikan oleh 2 penari di mana penari prianya menggunakan susunan gerak “alusan” sedangkan penari putrinya menggunakan gerak putri “luruh” (istilah karakter tari yang artinya tenang atau halus)

Tari Karonsih

Dikisahkan Raden Panji Asmorobangun sedang melakukan penyamaran dengan meninggalkan kerajaan Kediri untuk mengetahui keadaan rakyatnya serta hal ini dilakukan juga untuk menguji kesetiaan dari Dewi Galuh Candrakirana, dimana dalam penyamaran ini Raden Asmorobangun pergi tanpa pamit.

Tari Karonsih

Sebagai seorang istri, Dewi Galuh Candrakirana merasa kehilangan belahan jiwanya. Dengan tekad yang bulat bersama pembantunya, dia mencari keberadaan Raden Panji Asmorobangun berada. Mengetahui hal tersebut Raden Panji Asmorobangun akhirnya kembali lagi setelah mengetahui bukti kesetiaan dan cinta Dewi Galuh Candrakirana yang sesungguhnya.

Tari Karonsih

Dewi Galuh Candrakirana merasa sedih dan jengkel terhadap Raden Asmorobangun yang meragukan kesetiaan cintanya. Dengan segala upaya Raden Asmorobangun membujuk Dewi Galuh Candrakirana agar tidak marah kepadanya dengan mengajak menari dan memberikan bunga kesukaan Dewi Galuh Candrakirana.

Tari Karonsih

Biasanya sebelum tarian ini disajikan, penari putra membimbing mempelai berdua dan keluarganya menuju pelaminan yang diiringi gamelan klasik Jawa Ladrang Temanten. Waktu acara ini biasanya disebut Cucuk Lampah. Setelah acara ini baru tari Koransih ini disajikan.

Tari Karonsih

Iringan lagu pada Tari Koransih menggunakan irama Pathetan Pelog 5, Pangkur Ngrenasi Pelog 5, Gangsaran, Slendro, Kinanti Sandhung Slendro menyuro , Lambangsari dan diakhiri Sigromangsah Slendro Menyuro.

Tari Karonsih

Tari Karonsih

Persembahan:Sanggar Tari Kusuma Ratih (Karanganyar)
Karya:S. Maridi
Penata Iringan:Karawitan “Komunitas Gamelan Mutihan” (KGM) Surakarta pimpinan Mas Lubini, S.Sn
Penari:Bagus dan Putri Yuworo

Tari Karonsih

Inti dari tarian ini adalah jikalau kita sudah menjadi suami istri hendaklah saling menyayangi dan mencintai serta percaya satu sama lain terhadap pasangan kita sampai akhir hayat memisahkannya. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here