myimage.id | Tari Amarah adalah sebuah tari kontemporer yang ide cerita tariannya mengambil legenda atau cerita rakyat yang popular dengan cerita Roro Jongrang yang berasal dari Jawa Tengah yang mengisahkan tentang cinta seorang pangeran kepada seorang putri yang berakhir dengan dikutuknya sang putri akibat tipu muslihat yang dilakukannya.

Tari Amarah

Dikisahan Roro Jongrang adalah seorang putri yang sangat cantik jelita dari kerajaan Baka. Ketika ayahnya Prabu Baka memperluas kerajaannya, dia harus berhadapan dengan Bandung Bondowoso dari kerajaan Pengging.

Tari AmarahPerang pun terjadi dan Prabu Baka tewas ditangan Bandung Bondowoso. Mendengar hal tersebut Roro Jongrang ketika dipinang oleh Bandung Bondowoso tidak mau, karena dia telah membunuh ayahnya. Tapi dengan segala bujuk rayu, akhirnya Roro Jongrang mau dipersunting oleh Bandung Bondowoso, dengan syarat dia harus di buatkan seribu candi dalam satu malam.

Tari Amarah

Untuk mewujudkan itu semua, Bandung Bondowoso di bantu mahluk halus dari perut bumi, dengan bantuan mahluk halus ini, maka Bandung Bondowoso dapat membuat 999 candi dalam satu malam. Mengetahui hal itu semua, Roro Jongrang berusaha menggagalkan usaha Bandung Bondowoso, dengan membakar jerami di bagian timur sehingga apinya kelihatan seperti matahari yang mau terbit.

Tari Amarah

Mahluk halus yang membantu Bandung Bondowoso melihat itu semua lari kembali ke perut bumi, karena mengira pagi akan datang. Akibatnya 1000 candi yang harus dibuat hanya 999 yang jadi. Mengetahui kecurangan Roro Jongrang, Bandung Bondowoso marah dan mengutuk Roro Jongrang menjadi batu yang menggenapi candi terakhir.

Tari Amarah

Tari Amarah dipentaskan dalam Pagelaran Kareografi Kelompok ini dilaksanakan pada tanggal 14 Juli 2018 pada pukul 09.00 wib di Gedung B6 Fakultas Bahasa dan Seni, Jurusan Pendidikan Seni Tari, Universitas Negeri Semarang sebagai bagian dari ujian kareografi mahasiswa Sendratasik.

Tari Amarah

Disini para mahasiswa ditugaskan dalam ujian ini untuk mengangkat tema “Kesenian Tradisi”  yang ada di Indonesia untuk dijadikan sebuah karya tari baru dalam bentuk kontemporer maupun tarian tradisi yang sudah dikreasi.

Tari Amarah

Gerak dalam tarian ini semua bersumber dari tari tradisi yang berasal dari Jawa Tengah yang dikombinasikan dengan gerak tari kontemporer. Dengan kreatif dan dinamis sangat terlihat ketika tarian ini ditampilkan dengan menggunakan pola lantai yang variatif tidak konvensional.

Tari Amarah

Busana yang dikenakan mengacu pada gaya tradisional yang dipadu dengan busana kekinian dimana pada bagian tubuh menggunakan selendang putih yang dililitkan pada badan penarinya, dimana bawahannya menggunakan kain motip batik warna coklat dengan asesoris slepe dan kain sampur merah. Properti yang digunakan berupa stick atau tongkat pendek dengan riasan cantik

Tari Amarah

Iringan lagu menggunakan iringan alat-alat modern yang iringannya cenderung mengikuti setiap pergerakan penarinya yang bergerak dengan dinamis.

Tari Amarah

Tari Amarah

1Dosen Pembimbing Mata Kuliah Kareografi:
  1. Dr. Restu Lanjari

2. Utami Arsih S.Pd. M.A

2Dosen Pengampu Mata Kuliah Manajemen Produksi:
  1. Moh. Hasan S.Sn, M.Sn

2. Dra. Veronica Eny Iryanti

3Nama Penyaji:
  1. Intan PS

  2. Allya Nurmalinda

  3. Sahidin Muhamad

  4. Candra Dwi

4Pemusik:Narendra YP, Dedi Tri, Windy Prima, Riza EP, Hayyun Mahardika, Arif Kurnia dan Yuniar Farid

Tari Amarah

Sebuah tarian yang maknanya sangat layak sebagai panutan untuk hidup bagi umat manusia yang mengajarkan kita bagaimana harus menjalani kehidupan dalam bahtera rumah tangga kita harus saling menyayangi dan saling mengisi satu sama lain baik dalam suka maupun duka. Tidak dengan tipu muslihat satu sama lain. Hanya ajal saja yang dapat memisahkan kehidupan ini. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here