myimage.id | Salah satu kiprah Bagong Kussudiardjo (BK) dalam perjalanan sejarah seni dan budaya Indonesia adalah kemampuannya menjadi pendidik yang mampu menginspirasi ribuan orang cantrik-mentrik sepanjang kurun 1978-2002. Salah satunya dengan terciptanya sebuah tarian dari cantrik-mentrik dengan judul Tari Ancak Ceria yang merupakan sebuah tari kreasi baru yang didalamnya menceritakan tentang kegiatan para gadis-gadis atau miak Bangka sedang mempersiapakan peralatan upacara adat tradisi di kampungnya.Tari Ancak Ceria, tari kontemporer, culture, indonesiaTarian ini diangkat dari upacara adat masyarakat Bangka, Propinsi Babel, dimana ada suatu aktivitas ancak (sebuah alat yang akan digunakan dalam upacara adat Ceriak) yang dipercaya memiliki unsur magis dari proses persiapan sampai jalannya upacara.Tari Ancak Ceria, tari kontemporer, culture, indonesiaTari Ancak Ceria adalah tarian ciptaan dari Ernawati (Mentrik PSBK 1988) dan Junaedi (Cantrik PSBK 1987) dari Sanggar Seni Pesona Wangka yang kali ini ditampilkan khusus untuk sebagai penutupan (Closing Ceremony) dalam Gugus Bagong 2018, Gelar Seni dan Temu Akbar Alumni Cantrik-Mentrik Nusantara dan Asean PSBK yang dilaksanakan dari tanggal 18-20 Oktober 2018 di Padepokan Seni Bagong Kussudiardjo, Ds. Kembaran RT 04-05, Tamantirto, Kasiah , Bantul, DIY.Tari Ancak Ceria, tari kontemporer, culture, indonesiaAcara ini untuk memperingati 90 tahun usia Bagong Kussudiardjo dan 60 tahun Pusat Pelatihan Tari Bagong Kussudiardjo (PLBK), serta 40 tahun Padepokan Seni Bagong Kussudiardjo (PSBK), dimana semua yang ditampilkan disini memuat spirit/semangat dari Bagong Kussudiardjo yang sangat kreatif dan inovatif.Tari Ancak Ceria, tari kontemporer, culture, indonesiaSanggar Seni Pesona Wangka merupakan wadah dalam menggali dan mengembangkan seni budaya daerah Bangka, Propinsi Babel, yang didirikan pada tahun 1993. Karya-karya tari kontemporer yang diciptakan seperti Tari Dayang Pedincak, Kipas Paga dan Buloh Perindu, yang kesemuanya bernapaskan tradisi Bangka yang telah menembus ajang parade tari Nasional.Tari Ancak Ceria, tari kontemporer, culture, indonesiaTarian ini merupakan sebuah tarian kelompok  berbasik tari tradisional yang bisa ditarikan dalam acara apa saja yang bersifat sebagai hiburan maupun dipakai dalam sebuah pagelaran festival.Tari Ancak Ceria, tari kontemporer, culture, indonesiaGerak dalam Tari Ancak Ceria sangat dinamis dan variatip, dimana disini memakai ragam gerak tari tradisonal Bangka yang diambilkan dari gerak Tari Gambus Ayam, Tari Kedidi yang kemudian dikembangkan dan dipadu dengan ragam gerak tari kontemporer sehingga tercipta sebuah tarian yang menarik.Tari Ancak Ceria, tari kontemporer, culture, indonesiaBusana yang dikenakan pun mengacu pada busana tradisi Bangka dan Sumatra, dimana pada bagian kepala menggunakan karung, pada badan menggunakan baju khas Sumatra sedangkan pada bawahannya menggunakan kain songket cual Bangka, dengan riasan para penarinya menggunakan rias karakter.Tari Ancak Ceria, tari kontemporer, culture, indonesiaProperti yang digunakan pada Tari Ancak Ceria menggunakan ancak untuk kegiatan upacara, sedangkan yang kecil-kecil dipergunakan untuk meletakan makanan seperti ketupat, lepet, kue ketan, ayam panggang, beras dan bunga-bunga.Tari Ancak Ceria, tari kontemporer, culture, indonesiaIringan musik yang mengiringi menggunakan alat musik tradisonal Bangka, seperti gambus, biola, akordion, suling, kendang, jimbe, simbal, kempul. Disini yang paling dominan dari suara musik gambus, akordion dan kendang.Tari Ancak Ceria, tari kontemporer, culture, indonesia

Tari Ancak Ceria.

1Kareografer:Ernawati dan Junaidi
2Penari:
  1. Ananda Eka Saputri
  2. Azzahra Ayu Kencana
  3. Naja Ratu Bania
  4. Siti Maisaroh
  5. Ecman Suanto
  6. Alif Alvanka
  7. Silvia Febriani
  8. Vera Susanti
3Penata Musik:M. Erdi Fadilla
4Penata Rias dan Busana:Ernawati

Tari Ancak Ceria, tari kontemporer, culture, indonesiaSebuah tarian yang layak mendapat apresiasi, dimana kita semua diwajibkan ikut melestarikan dan mengembangkan seni budaya tari secara nyata dan diolah menjadi sebuah kesinambungan sampai kapanpun serta harus mengikuti perkembangan jaman, ujar Ernawati. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here