myimage.id | Om Swastiastu, Namo Buddhaya. Sugeng enjang sedherek-sedherek. Sebuah kehidupan didunia ini pastinya mempunyai 2 sisi mata yang berbeda dan saling berlawanan. Tapi di Bali keduanya malah disandingkan bersama yang diolah menjadi satu konsep keseimbangan. Semua ini terlihat dalam Tari Ang Ah yang merupakan tari kontemporer yang berpijak pada tradisi yang berisi tentang dua aspek yang berbeda tetapi tidak saling bertentangan tapi malah menjadi satu kesatuan yang saling melengkapi (Rwa Bhineda).Tari Ang AhKonsep Rwa Bhineda yang diambil dalam tarian ini mempunyai dua sifat, pertama sifat yang baik yang diwakili oleh Tari Baris Gede dan kedua sifat buruk yang diwakili Tari Baris Goak. Kedua sifat ini dikendalikan melalui simbol pengaturan Segehan Pancawarna yang dilakukan Pamengku.Tari Ang AhTerdapat satu tokoh pada sajian Tari Baris Goak yaitu tokoh yang bernama Ki Mangku Pucang yang di intepretasikan sebagai tokoh yang melaksanakan pengendalian terhadap dua sifat tersebut, sehingga dijadikan refleksi pengendalikan sifat baik dan buruk agar terciptanya keseimbangan yang harmonis.Tari Ang AhTari Ang Ah secara khusus diciptakan oleh I Gusti Ngurah Krisna Gita untuk dipentaskan dalam Gelar Karya Tugas Akhir, yang tercipta karena terinspirasi dari pertunjukan sakral Tari Baris Goak yang merupakan sebuah Tari Baris upacara dari Desa Selulung, Bangli. Konsep Rwa Bhineda dipersepsikan ada pada Tari Baris Goak dan Tari Baris Gede.Tari Ang AhGelar Karya Tugas Akhir di selenggarakan di Auditorium Jurusan Tari, Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Jalan Parangtritis KM 6,5 Sewon Bantul, tepatnya pada tanggal 21 sampai 22 Desember 2019, mulai pukul 19.30 Wib sampai selesai, yang pada tahun ini mengusung  tema dengan tajuk  “Catur Karsa dalam Asa”.Tari Ang AhI Gusti Ngurah Krisna Gita lahir di Badung, tanggal 21 Februari 1997, tinggal di Desa Adat Tangeb,  Mengwi, Kabupaten Badung, Bali. Sejak kecil lahir dalam kehidupan kesenian tradisi Bali , banyak karyanya yang diambil dari pengendapan rasa ritual karena kehidupan kesenian dan keagamaan yang begitu erat, diantaranya Inside (US), Igel dan Badeng.Tari Ang AhKomposisi didalam tarian ini mengambarkan tentang makna hidup manusia di dunia ini, dimana selalu ada sisi antagonis dan protagonist yang diwakili oleh Tari Baris Gede dan Tari Baris Goak yang keduanya ini harus ada pengendaliannnya sehingga terjadi keseimbangan hidup.Tari Ang AhGerak dalam Tari Ang Ah mengambil ragam dari esensi tari putra Bali, terutama pada motip dan bentuk Tari Baris Goak yang sudah digarap dan diolah bentuk, teknik dan isinya, sehingga tercipta motip gerak yang baru. Semua ini dilakukan dengan teknik explorasi, improvisasi dan pengolahan komposisi untuk mewujudkan tari kontemporer yang berpijak pada tradisi.Tari Ang Ah

Tari Ang AhBusana yang dikenakan menggunakan konsep hitam putih sebagai symbol Rwa Bhineda. Dari yang dikenakan pada badan sampai kemen/jarik semua hitam putih dengan beberapa asesoris seperti gelang dan kalung. Untuk riasan menggunakan riasan karakter sebagai pendukung penari untuk menonjolkan perannya.Tari Ang AhIringan dalam tarin ini merupakan perpaduan antara instrument Gong Kebyar bali yang sangat mendukung sekali rasa tradisi Bali dengan paduan dari sampling musik midi yang semuanya ini untuk mendapatkan suasana yang metaksu dan hidup sesuai yang diharapkan.Tari Ang AhTari Ang Ah

1Koreografer:I Gusti Ngurah Krisna Gita
2Penata Iringan:I Kadek Dwi Santika M. Sn
3Penata Cahaya:Bureq La Sandeq
4Penata Artistik:Mas Cahyo, Agung Yunadi
5Penata Suara:Maxxrent Dan YP Record
6Penata Busana dan Rias:Anang Wahyu Nugroho , Putu Merina Rahayu , Deo Oliftyansi

Tari Ang Ah

7Tim Pelaksana Teknis:Gustiara, Faet , Aji,  Agung Puba, Ibet, Yuli, Gaby,  Tia, Kikin , Bowo Bontot,  Rifai, Zico, Yasni,  Gita, Deo , Maxxrent, YP Record,  Green House Pro, Genjot Kawel, Team Omlet21, Ody Art and Team, Studio Ayulahne, Flash Froduction
8Penari:
  1. I Nyoman Agus Triyuda
  2. I Ngusti Agung Gede Wresti Bhuana Mandala
  3. Widi Pramono
  4. Maudi Harista
  5. Subekti Wiharto
9Pemusik:
  1. I Kadek Dwi Santika
  2. I Putu Arya Agus Sardi
  3. Made Harys Candra
  4. Wahyu Tredy Pranata
  5. Pande Narawara Wayan
  6. Muhammad Adnan
  7. Rekrean Keke Guntur
  8. Made Janhar Winantha Gautama
  9. Try Wira Dimas Adi Wijaya
10Dosen Pembimbing:
  1. Ni Nyoman Sudewi, S.S.T, M.Hum
  2. Y Subowo, M.Sn.
11Dosen Penguji Ahli:Prof. Dr. I Wayan Dana, S.S.T., M.Hum.
12Dosen Wali:Dr. Ni Nyoman Sudewi, S.S.T, M.Hum

Tari Ang Ah“Sebuah tarian yang mengekspresikan kehidupan berkesenian dan beragama yang begitu erat, audience diajak untuk mencoba merefleksikan diri terhadap simbol Rwa Bhineda yang ada dalam Tari Baris Goak yang terdapat hitam putih, baik buruk, kiwa tengen dalam menciptakan keseimbangan yang harmonis. Tak lupa karya ini dipersembahakan untuk almarhum Ibu saya yang tercinta”, ujar I Gusti Ngurah Krisna Gita selaku koreografer disela-sela acara. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here