myimage.id | Tari Anilo Prahasto adalah sebuah tari klasik gaya Surakarta yang ide ceritanya mengambil dari epos Ramayana yang menceritakan tentang peperangan antara Anilo dengan Prahasto.Tari Anilo Prahasto, classic dance, cultureAnilo adalah Senopati Kerajaan Pancawati, dimana membela Prabu Rama Wijaya yang merupakan simbol kebenaran, sedangkan Prahasto adalah Patih Kerajaan Alengka Diraja. Keduanya bertanding mengadu kesaktian, walaupun sama-sama sakti tapi pada akhirnya dimenangkan oleh Anilo.Tari Anilo Prahasto, classic dance, cultureDisini juga diceritakan kekalahan Prahasto dengan cara Anilo menggunakan tugu batu yang besar yang digunakan untuk memukul Prahasto sehingga tubuh dan kepala Prahasto hancur.Tari Anilo Prahasto, classic dance, cultureTernyata tugu batu besar tersebut merupakan perwujudan dari Indradi yang tak lain adalah Ibu kandung dari Raja Sugriwa yang dikutuk oleh Resi Gotama karena berselingkuh dengan Batara Surya. Dengan kematian dari Prahasto oleh pukulan Anila menggunakan tugu batu ini, malah membebaskan Indradi dari kutukan Resi Gotama.Tari Anilo Prahasto, classic dance, cultureTarian ini ditarikan oleh Sanggar Soerya Soemirat GPH. Herwasto Kusumo Pura Mangkunegaran Surakarta pada pegelaran seni tari di Ndalem Prangwedan Pura Mangkunegaran dalam acara Setu Ponan ke 51, tepatnya pada tepat tanggal 15 September 2018. Acara ini sebagai peringatan lahirnya KGPAA Mangkunegaran IX yang lahir pada hari Sabtu Pon yang selalu digelar setiap 35 hari sekali, dimana penyelengaranya adalah Akademi Seni Mangkunegaran (ASGA) Surakarta.Tari Anilo Prahasto, classic dance, cultureSanggar Soerya Soemirat GPH. Herwasto Kusumo Pura Mangkunegaran Surakarta merupakan sanggar tari yang berpusat di Ndalem Prangwedan Pura Mangkunegaran. Sanggar ini didirikan oleh Alm. Gusti Pangeran Herwasto Kusumo pada tanggal 2 Oktober 1982 yang awalannya dulu ada 2 grup yaitu grup Soeryo Soemirat yang mengajarkan tari klasik dan Kinarya Soeryo Soemirat yang mengajarkan di bidang tari kontemporer.Tari Anilo Prahasto, classic dance, cultureKemudian semua itu terjadi perubahan dimana pada tahun 1990 sanggar Soeryo Soemirat lebih fokus pengajaran di bidang tari klasik sedangkan pada tahun 1995 sanggar Kinarya Soeryo Soemirat fokus pengajaran  di bidang tarian kontemporer sampai sekarang.Tari Anilo Prahasto, classic dance, cultureRagam gerak dalam Tari Anilo Prahasto menggunakan ragam gerak klasik gaya Surakarta dimana Anilo adalah kera yang menggunakan ragam gerak kera yang biasanya disebut dengan tanjak kambeng yang geraknya memadukan gerak gagah, antep, lincah serta atraktif.Tari Anilo Prahasto, classic dance, cultureSedangkan Prahasto menggunakan ragam gerak yang disebut dengan bapang, dimana gerak tangan maupun kakinya lebih lebar dan gagah hal ini karena Prahasto adalah raksasa yang mempunyai tubuh lebih besar sehingga geraknya lebih menawan.Tari Anilo Prahasto, classic dance, culturePola lantainya masih mengacu pada pakem yang sudah ada atau masih konvensional yang mengambil dari Wayang Orang dimana terbagi menjadi 3 yaitu maju beksan, inti beksan dan mundur beksan.Tari Anilo Prahasto, classic dance, cultureBusana yang dikenakan dalam Tari Anilo Prahasto, mengacu pada apa yang diperankan, dimana Anilo menggunakan irah-irahan gunung keling, jamangnya lung-lungan, busana lengan panjang warna biru tua, tayib, cangkeman kera, slepe, kalung, sampur, jarik dengan motip parang.Tari Anilo Prahasto, classic dance, cultureSedangkan Prahasto menggunakan gimbalan rambut panjang, cangkeman raksasa, celana panjang dengan motip cinde, gelang tangan, slepe, sampur cinde.Tari Anilo Prahasto, classic dance, cultureIringan gendhing pada Tari Anila Prahasta menggunakan gamelan klasik Jawa, dengan gendhing odho-odho, ketawang, palaran dan diakhiri dengan sampak.Tari Anilo Prahasto, classic dance, cultureTari Anilo Prahasto

1Persembahan:Sanggar Soerya Soemirat GPH. Herwasto Kusumo Pura Mangkunegaran Surakarta
2Penari:
  1. Bima (Prahasto)

2. Rama (Anilo)

Tari Anilo Prahasto, classic dance, cultureSebuah tarian klasik yang ditarikan oleh generasi muda yang merupakan anak-anak dari Sanggar Soerya Soemirat GPH. Herwasto Kusumo Pura Mangkunegaran Surakarta yang layak mendapat apresiasi, karena di tangan mereka inilah tarian ini dapat dikembangkan dan dilestarikan secara nyata dan diolah menjadi sebuah kesinambungan sampai kapanpun serta mengikuti perkembangan jaman sekarang ini ujar Trisno, ketua Soerya Soemirat GPH. Herwasto Kusumo Pura Mangkunegaran Surakarta. (Soebijanto/reog biyan).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here