myimage.id | Salam budaya, Om Swastiastu, Namo Buddhaya. Memunculkan kembali identitas yang hilang untuk Kalimantan Selatan Banjarmasin merupakan usaha kerja sama bersama, seni tradisi tidak hilang dan punah jikalau selalu dilestarikan dan dikembangkan secara nyata terutama oleh peran serta masyarakat terutama generasi muda sekarang ini. Ya, semua itu terwujud dengan memunculkan Tari Astraprana yang merupakan sebuah tari topeng garapan yang didalamnya mengisahkan tentang seorang Astrapana (gelar bagi tokoh seniman penggiat seni tradisi di Kalimantan Selatan) yang berjuang untuk mempertahankan topeng tradisional ditengah perkembangan jaman sekarang ini.Tari Astraprana, tari tradisi, tari topengAstraprana berjuang untuk menghadapi tantangan jaman yang tidak bisa dihindari yang membawa perubahan jaman sekarang ini dengan jatuh bangun, sakit dan bangkit lagi dalam mempertahankan seni topeng ini agar berdiri tegak dan berkelanjutan secara nyata.Tari Astraprana, tari tradisi, tari topengSeni tradisional topeng termasuk topeng sangkala yang berusaha dihidupkan kembali oleh Astraprana. Topeng sangkala merupakan tradisi puncak di Kalimantan Selatan yang mampu bangkit dan berdiri tegak serta melahirkan generasi topeng kesenian tradisional yang menggambarkan roh-roh jahat.Tari Astraprana, tari tradisi, tari topengTarian ini diciptakan oleh Dini Maulidya S.pd pada tahun 2014, kali ini khusus untuk dipentaskan di International Mask Festival 2018 pada hari pertama sebagai penampil ketiga atas nama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banjarmasin.Tari Astraprana, tari tradisi, tari topeng

International Mask Festival (IMF) 2018 di adakan pada tanggal 26-27 Oktober 2018 dengan mengusung tema ‘’Wonderful Mask Indonesia’’ yang digelar di Pendapa Prangwedanan Istana Mangkunegaran Surakarta dari pukul 19.00 wib sampai selesai.Tari Astraprana, tari tradisi, tari topengDini Maulidya S.pd lahir tanggal 27 September 1990 di Banjarmasih merupakan alumnus S1 Sendratasik Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Beberapa karya yang sudah dihasilkan antara lain kambang sasirangan, kuasa atas kuasa, watun banjar, manginang, tampurung, rimprak, budaya seribu sungai, pusaka batuah dan piluntang.Tari Astraprana, tari tradisi, tari topengInspirasi terciptanya Tari Astraprana ini berawal dari keinginan Dini Maulidya S.pd untuk mengikuti festival karya tari daerah tahun 2014 di Kalimantan Selatan Banjarmasin, dimana disini Dini ingin mengangkat tema tari topeng Kalimantan Selatan yang sudah sulit ditemukan didaerah ini, sehingga dengan memunculkan kembali maka akan dikenal serta diakui keberadaannya di masyarakat.Tari Astraprana, tari tradisi, tari topengGerak Tari Astraprana mengambil ragam gerak tari topeng Banjar dimana didalamnya ada gerak sasar, tandang, kijik, jumasang, sasar bintang alih, lagoreh yang dikembangkan menjadi sebuah tarian yang dinamis dan variatip.Tari Astraprana, tari tradisi, tari topengBusana yang dikenakan pada bagian kepala atau irah-irahanya memakai surban kreasi dengan memakai kidah bawah dan atas, baju dan selawar handap, sabuk, selempang sasirangan dengan asesories klat bahu, bengkab tangan dan kaki dan  kerenceng kaki serta topeng.Tari Astraprana, tari tradisi, tari topengIrama yang mengiringi menggunakan gamelan klasik dimana ada gong besar dan kecil, sarun 1, sarun 2, pecking, sarantam, boning, bebun, beduk dan kangsi dengan irama jinggung, ayakan, pantang, peperangan, dan ada beberapa irama klasik lainnya.Tari Astraprana, tari tradisi, tari topengTari Astraprana.

1Koreografer:Dini Maulidya S.pd (Dea Sanderta)
2Penata Musik:
  1. Mahfuz Sya’bani
  2. Rafi Ashardi
3Penata Busana:Sri Wardani Nuansa Collection
4Penata Rias:Faradiba Paramita Azzahra Nuansa
5Penari:
  1. Jamal Rufik
  2. Khairrunnisa
  3. Herik Supriyanto
  4. Boy Sandi
  5. Maulida
  6. Krisna

Tari Astraprana, tari tradisi, tari topengDengan pengembangan dan pelestarian yang nyata, diharapkan masyarakat lebih tahu keberadaan topeng Astraprana ini masih hidup dan keberadaannya bisa mengikuti perkembangan jaman, yang dapat dijadikan salah satu ikon bagi Kalimantan Selatan di bidang pariwisata agar wisatawan asing maupun lokal mau berkunjung di Kalimantan Selatan khususnya Banjarmasin, ujar Dini Maulidya S.pd. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here