myimage.id | Salam Budaya, sugeng enjing, sugeng kewarasan sedoyo. Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang rakyatnya majemuk, dengan mayoritas masyarakatnya beragama Islam. Sudah selayaknya kita mengetahui tradisi dan budaya Islam yang ada di Nusantara ini. Salah satunya terlihat dalam Tari Baayun Maulud yang merupakan sebuah tarian dimana didalamnya menceritakan tentang upacara tahunan tradisi Banjarmasin Kalimantan Selatan, dalam menyambut hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.Tari Baayun Maulud, kalimantan selatanBaayun Maulud mempunyai arti membuai  atau menganyun anak dengan melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran. Guring-guring anakku guring, ku gurinkan dalam ayunan, matanya kalat bawa bapajam kusuruh guring dalam ayunan, itulah sepenggal lagu yang didendangkan.Tari Baayun Maulud, kalimantan selatanTari Baayun Maulud ini ciptaan dari Chandra Maulana pada tahun 2018. Terinspirasi dari acara tahunan dikota Banjarmasin Kalimantan Selatan yang di setiap tahunnya diadakan pada tanggal 12 Rabiul Awal tepatnya di hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dilaksanakan di Masjid bersejarah Sultan Suriansyah Kuin Utara Banjarmasin Kalimantan Selatan dengan peserta 5000 ayunan.Tari Baayun Maulud, kalimantan selatanChandra Maulana lahir di Samarinda, pada tanggal 19 Oktober 1990. Beberapa karya yang telah dihasilkan diantaranya Mandulang Intan yang diciptakan pada tahun 2015 dan Ba’ayun yang diciptakan pada tahun 2013.Tari Baayun Maulud, kalimantan selatanTarian ini tampilkan dalam Gelar Karya Tugas Akhir Tari 2019  sebagai tari pembuka yang di selenggarakan di  Auditorium Jurusan Tari, Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Jalan Parangtritis KM 6,5 Sewon Bantul, tepatnya pada tanggal 11 sampai 12 Januari 2019, mulai pukul 19.30 Wib sampai selesai.Tari Baayun Maulud, kalimantan selatanGelar Karya Tugas Akhir Tari 2019 pada tahun ini mengangkat tema “Harmonisasi Tubuh Dalam Keberagaman Rasa” yang mempunyai makna bahwa dalam mencipta karya seni tari bisa melalui sebuah keberagaman kreatifitas yang dapat meningkatkan kualitas kepekaan seniman, yang kemudian akan mendorong hadirnya suatu karya-karya baru.Tari Baayun Maulud, kalimantan selatanKomposisi di dalam tarian ini mengambarkan tentang kasih sayang seorang ibu dengan anaknya yang di gambarkan dengan membuai bayinya didalam ayunan disertai lantunan lagu yang mengandung ayat-ayat suci Alquran.Tari Baayun Maulud, kalimantan selatanGerak dalam Tari Ba’ayun Maulud memiliki 13 gerak yang ragamnya diambilkan dari ragam gerak tari Jepen Kutai Kartanegara Kalimantan Timur yang konsepnya digabungkan dengan gerak tari dari Kalimantan Selatan Banjarmasin sehingga menjadi tarian ini.Tari Baayun Maulud, kalimantan selatanBusana yang dikenakan dalam Tari Ba’ayun Maulud adalah busana muslim. Inspirasi busana ini diambil dari negara Khazakhstan. Dimana disana juga bermayoritas agama Islam. Karya Tari Baayun Maulud tidak memiliki ciri khas didalam busananya, hanya ingin memperlihatkan busana Muslim yang menutup aurat seorang Wanita.Tari Baayun Maulud, kalimantan selatanProperty dalam tarian ini adalah bunga, alasannya mengapa mengambil bunga karena sejarah adat Melayu Banjarmasin, setiap melaksanakan acara apapun itu tidak pernah ketinggalan dengan bunga-bunga, ini merupakan  ciri khas masyarakat Banjarmasin Kalimantan Selatan.Tari Baayun Maulud, kalimantan selatanIrama musik yang mengiringi tarian ini dominan irama bersholawat yang memiliki sentuhan musik gabungan antara musik Arabian, musik Banjarmasin Kalimantan Selatan  dan musik melayu Jepen Kutai Kartanegara. Alat musik yang digunakan diantaranya gambus, gitar, bass, drum, acordion, seruling, dan vocal.Tari Baayun Maulud, kalimantan selatanTari Baayun Maulud

1Koreografer:Chandra Maulana
2Dosen Pembimbing:
  1. Drs. Raja Alfirafindra, M hum
  2. Dra. MG. Sugiyarti, M.Hum
3Penari:Anis Atika Febriati, Fitri Retno Dewi  Abdillah, Hoedi Damar Ganing, Marisa Nias nur Izati, Ni Kadek Juni Artini, Sandinia Aldesti
4Penata Musik:Handal Satria Kedhaton
5Pemusik:Rendy, Handal, Hairul, Dicky, Caesar, Ekky, Nuravindari

Tari Baayun Maulud, kalimantan selatanTari Baayun Maulud untuk mengingatkan kembali tentang kelahiran Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul terakhir bagi umat Muslimat, dimana selalu diperingati setiap tahunnya. Diadakan setiap tanggal 12 Rabiul Awal di Masjid bersejarah Sultan Suriansyah Kuin Utara Banjarmasin Kalimantan Selatan, ujar Chandra Maulana. (Soebijanto/reog biyan)

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here