myimage | Dancok !!! arek Jawa Timur kok narine apik koyo ngene (Gila, anak-anak Jawa Timur menarinya bagus sekali) itulah sebuah umpatan pujian seorang pengunjung dari Surakarta dengan logat Jawa Timur yang masih terlihat logat Jawa tengahnya di sudut Pendopo SMKN 8 Surakarta dalam acara Langen Beksan Nemlikuran. Sebuah pujian secara spontanitas bagi penari-penari yang tergabung dalam Arjasora (Arek Jawa Timur di Surakarta) yang menarikan Tari Banjar Kemuning yang menceritakan tentang ketabahan hidup para istri-istri nelayan yang dengan tegar, kuat dan tangguh, namun juga luwes dalam menghadapi sulitnya kehidupan karena setiap saat suami mereka pulang tanpa hasil atau sedikit membawa hasil ikan bahkan bisa ditinggal selamanya oleh suaminya ketika berlayar dilaut dengan nyawa taruhannya.Tari Banjar Kemuning, cultureTarian ini merupakan ciptaan Agustinus S.Sn yang dibuat pada tahun 1997 yang digunakan untuk sebuah acara di Sidoarjo dalam bentuk festival yang mana tarian ini digunakan sebagai tari pembuka (opening ceremonial) dalam acara tersebut.Tari Banjar Kemuning, cultureTarian ini merupakan tarian yang mengambil inspirasi dari sebuah nama Desa yang terletak di wilayah Sidoarjo, Jawa Timur yaitu Desa Banjar Kemuning. Desa ini adalah Desa pesisir dimana masyarakatnya menggantungkan hidupnya dari nelayan.Tari Banjar Kemuning, cultureTarian ini ditarikan pada pagelaran Langen Beksan Nemlikuran di pendopo SMKN 8 Surakarta yang digelar pada tanggal 26 September 2018 sebagai ajang silaturahmi alumni para pelajar sekolah ini. Selain pagelaran, tempat ini digunakan sebagai tempat dan sarana untuk berekspresi bagi seniman-seniman Surakarta khususnya.Tari Banjar Kemuning, cultureTarian ini ditarikan oleh Arjasora (Arek Jawa Timur di Surakarta), sebuah komunitas bagi mahasiswa-mahasiswa dari Jawa Timur yang belajar di ISI Surakarta. Tapi dalam perkembangannya banyak mahasiswa dari luar jawa Timur malah ikut bergabung dalam komunitas ini. Komunitas ini sebagai wadah bagi siapa saja yang ingin belajar seni budaya Jawa Timur.Tari Banjar Kemuning, cultureGerak dalam Tari Banjar Kemuning ini lebih didominasi pada ragam gerak tari putri Jawa Timuran berupa gerak pencak, dimana sangat dinamis dan variatip, selain itu gerakan ini ingin menunjukan bahwa wanita tidak hanya bisa feminism saja, tetapi mempunyai sisi lain yaitu tegas dan tangguh (inti dari tarian).Tari Banjar Kemuning, cultureBusana yang dikenakan dalam Tari Banjar Kemuning, pada bagian kepala di rambut ada bunga-bunga dengan berbagai warna yang diletakan disanggul. Busananya identik dengan busana nelayan dengan warna biru dengan sampur warna pink, stagen dengan bawahan warna putih, sedangkan riasannya cantik.Tari Banjar Kemuning, cultureIrama gendhingnya menggunakan irama rancak Jawa Timuran, tapi sangat dominan menggunakan irama sub culture Surabaya dan Madura yang merupakan daerah-daerah pesisir. Musiknya identik dengan pesisir dengan dominan permainan kendang.Tari Banjar Kemuning, cultureLangen Beksan Nemlikuran

1Persembahan:Arjasora  (Arek Jawa Timur di Surakarta)
2Penari:
  1. Wening Wigati
  2. Deva Indrastuti
  3. Marsela Yulianti
  4. Gea
  5. Helen

Tari Banjar Kemuning, cultureMakna dalam tarian ini sangat dalam dimana disini ingin menunjukan sisi lain seorang wanita sebagai istri nelayan yang mempunyai jiwa yang tangguh dan kuat karena gemblengan dari alam meraka. Kehidupan pesisir identik dengan kehidupan keras. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here