myimage.id | Om Swastiastu, Namo Buddhaya. Sugeng pagi sedherek-sedherek. Tari tradisi sering sekali dikaitkan dengan keragaman pandangan atau falsafah seni dan budaya yang hidup di masyarakat Indonesia. Semua ini terlihat jelas dalam Tari Bapangku yang menggambarkan perjalanan tokoh bernama Bapang Jayasentika dari Kadipaten Banjarpatroman ketika akan menghadap Prabu Klana Sewandanan.Tari Bapangku, tari tradisi“Bapang” diungkapkan sebagai tokoh yang memiliki kepribadian yang bangga akan sanjungan, ini semua tampak pada sikap dan gerak-gerik dengan membusungkan dada dan tangan yang di rentangkan, serta penggunaan tenaga pada bagian awal gerakan.Tari Bapangku, tari tradisiTarian juga mengapresiasi dan mempersembahkan bentuk tradisi sebagai penguat identitas diri, ketika penemuan dan pencapaian ketubuhan lain perlahan meninggalkannya, spirit Bapang akan terus tumbuh dalam diri penyajinya.Tari Bapangku, tari tradisiTarian ini di tampilkan dalam International Mask Festival 2019 diselenggarakan oleh SIPA Community, Semarak Candrakirana dan di fasilitasi oleh Pemerintah Kota Surakarta yang tahun ini memasuki tahun ke enam, di Pendopo Gedhe Balaikota Surakarta, yang dilaksanakan pada tanggal 5-6 Juli, tepatnya pada pukul 19.00 wib sampai selesai.Tari Bapangku, tari tradisiFestival ini pada tahun ini mengusung tema “Soul of the Mask” yang mempunyai arti, bahwa jiwa topeng dihidupkan/diinterprestasikan oleh para pemainnnya, atau sebaliknya pemain topeng mengikuti karakter topeng tersebut baik dalam bentuk tari klasik, tradisi maupun kontemporer.Tari Bapangku, tari tradisiKomposisi di dalam tarian ini mengandung makna tentang hakekat manusia dijaman milinial ini hendaknya jangan melupakan tradisi yang merupakan bagian dari sejarah kita, dimana tradisi ini harus dijaga terus spiritnya untuk melangkah menuju masa depan.Tari Bapangku, tari tradisiTarian ini ciptaan oleh Tedjo, mahasiswa ISI Surakarta yang lahir di Malang, 16 Juni 1995. Inspirasinya ingin mengangkat tari tradisi yang sudah lama hilang dan terlupakan, dimunculkan kembali dengan mengambil spirit yang ada dalamnya.Tari Bapangku, tari tradisiRagam gerak dalam tari Bapangku ini sangat dinamis dan variatif, dimana ada percampuran antara gerak tradisi dengan gerak kontemporer yang semuanya menggambarkan tentang kelahiran, dinikmati, diolah dalam gerak yang mengandung spirit, kemudian pergi mencari ilmu ketubuhan yang lain.Tari Bapangku, tari tradisiBusana yang digunakan juga sangat simple, hanya mengunakan celana dan rampek yang diambilkan dari kastum yang biasanya dipakai dalam tari tradisi Bapang. Sedangkan propertynya menggunakan topeng dan goseng (kericingan yang dipakai di bagian kaki).Tari Bapangku, tari tradisiIringan gendhingnya dalam tarian Bapangku ini, menggunakan irama Jawa Timuran yang sangat khas dari tari Bapang yang kemudian di mix dengan midi, sehingga kesan yang didapat dalam iringan ini sangat dinamis dan variatif yang mampu menghidupkan karakter dalam tarian ini.Tari Bapangku, tari tradisiBapangku.

1Koreografer:Tedjo
2Penata Busana:Very Tupai
3Penata Iringan:Bagus TWU dan Dancow

Tari Bapangku, tari tradisi“Harapan dengan menampilkan tarian ini adalah kita sebagai manusia Indonesia harus selalu mengingat tradisi dan sejarah kita, dengan semua ini maka kita akan lebih siap dalam menghadapi dunia milinial. Spirit tradisi ini dijadikan sebagai pondasi dan identitas kita dalam menghadapi tantangan kedepannya”, ujar Tedjo. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here