myimage.id | Om Swastiastu, Namo Buddhaya. Sugeng enjang sedherek-sedherek. “Bifang Kencana” sebuah bias fantasi adiluhung. Baronge barong Jranggung, yes wis edan gulung-gulung, maju pantang mundur. Hok ya, hok ya, haaaaa…eeeeee. Ya semau itu tergambar dalam Tari Barong Janggrung yang merupakan sebuah tari tradisi kerakyatan khas Blora, berupa Barongan dan seni Tayub yang kesemuanya telah melalui garapan tapi masih mengacu kepada kesenian rakyat yang asli.Tari Barong JanggrungBarongan dan seni Tayub merupakan sebuah wujud pengaruh kebudayaan yang selama ini hidup di Blora yang dapat dinikmati semua kalangan. Bahkan dipercaya bahwa kesenian tradisi ini di pakai untuk penyebaran ajaran kebaikan.Tari Barong JanggrungDalam sejarahnya dulu tari Barongan menceritakan tentang perjalanan Raden Panji menaklukan Singo Barong untuk dijadikan abdinya. Singo Barong digambarkan sebagai sosok yang datang dari dunia kegelapan atau sebagai symbol hawa nafsu angkara murka.Tari Barong JanggrungTari Barong Janggrung sering sekali dipentaskan diacara-acara kerakyatan, semacam festival tari kesenian, sedekah bumi, parade kesenian, parade budaya, kirab hari jadi Kota Blora, bahkan acara mantenan maupun supitan yang biasanya dilakukan untuk sebuah hajad di  dalam masyarakat.Tari Barong JanggrungTarian ini merupakan ciptaan Warsidi atau lebih akrap dikalangan para seniman Blora dipanggil dengan “Pak Kendul” yang lahir di Desa Balongsari, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, pada tanggal 27 Maret 1969. Beliau sekarang ini masih aktif di Unit Kerja Pranata Laboratorium Pendidikan, Fakultas Seni Pertunjukan, ISI Surakarta.Tari Barong JanggrungBeberapa karya beliau yang menjadi master piece diantaranya Ledhek Barongan, Lodra Barong dan Derap Prajurit Narasingo Lodra. Memang selama ini beliau sangat konsisten dalam penggarapan seni tari kerakyatan terutama yang berhubungan dengan Barong yang asli dari Blora.Tari Barong JanggrungTarian ini di tampilkan pada Nutup Suro dalam event Suro Bulan Kebudayaan 2019 diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Surakarta melalui Dinas Kebudayaan di Halaman Balaikota Surakarta pada hari Senin, tanggal 30 Sepetember 2019, mulai pukul 19.30 wib sampai selesai.Tari Barong JanggrungSuro Bulan Kebudayaan 2019 pada tahun ini lebih menekankan pada pertunjukan “Pagelaran Kesenian Rakyat” dalam artian, apa yang ditampilkan dievent ini semua merupakan kesenian tradisi yang sering sekali ditampilkan di masyarakat khususnya Jawa Tengah. Makna dan filosofisnya dilakukan agar kesenian rakyat ini benar-benar ada, berkat dorongan dari masyarakat.Tari Barong JanggrungTari Barong Janggrung di tarikan oleh Sanggar Bifang Kencana Blora, berhome base di Desa Sonorejo, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, yang merupakan sebuah komunitas kesenian Barongan yang beranggotakan para penggiat dan pelaku seni di Blora yang didukung oleh anak-anak Blora yang masih kuliah di Solo (ISI Solo, UMS, UNY dan Unisri).Tari Barong JanggrungKomposisi di dalam tarian ini memang tidak ada makna-makna khusus tapi semuanya memperlihatkan sebuah tarian yang tetap mengacu pada ciri khas seni rakyat dengan pola gerak yang sederhana, komunikatif serta dinamis yang digarap kekinian.Tari Barong JanggrungRagam gerak Tari Barong Janggrung sangat sederhana dengan memperlihatkan kelincahan kaki dan gerak badan yang dinamis tetapi penuh dengan tenaga, yang kesemuanya menggambarkan kegagahan, keberanian, serta semangat kebersamaan di masyarakat Blora.Tari Barong JanggrungBusana yang dikenakan memakai iket kepala, kalung kace, klat bahu, slepe, sampur, celana kain rampek jarit dengan property kuda kepang (untuk penari Jhatilan putri) sedangkan penari Barongan dan pentul semua propertinya menggunakan topeng.Tari Barong JanggrungIringan musiknya menggunakan gamelan klasik Jawa dengan mengacu musik tradisi kerakyatan Barongan yang mana Kendang dan slompret sangat dominan untuk menghidupkan gerak Barongan yang sangat dinamis dan atraktif dengan ditambah pocapan-pocapan khas tari Barongan yang sangat ramai dari Waranggono.Tari Barong JanggrungTari Barong Janggrung.

1Koreografer:Warsidi “Pak Kendul”
2Penata Busana:Sri Utami, Ainun dan Bito
3Penata Iringan:Nanang dan Riko
4Penari:

Jhatilan

  1. Pipit
  2. Syila
  3. Yagi
  4. Nunuk
  5. Yunita
  6. Roro
  7. Ainun).

Bbarong Rampak

  1. Resa
  2. Blonde
  3. Yuda
  4. Rilo
  5. Arga

Barong tunggal

  1. Deo

Topeng Penthul

  1. Winarto samin
  2. Joko BG
  3. Kelik

Topeng gendruwon

  1. beni

Tari Barong Janggrung“Sebuah kesenian rakyat yang sangat dinamis dan atraktif, diperlihatkan dalam sebuah tarian yang memang murni sebagai sebuah pertunjukan tanpa ada unsur magic, dan semua ini telah digarap dengan rasa kekinian sebagai bagian menarik kaum milenial agar lebih tahu dan mencintai kesenian rakyat terutama Barong Blora”, ujar Warsidi selaku koreografer di sela-sela acara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here