myimage.id | Tari Bebaya adalah sebuah karya tari yang menggambarkan tentang kebersamaan bermacam-macam suku yang ada di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Babaya dalam bahasa Kutai Kartanegara mempunyai arti kebersamaan.

Tari Bebaya, tari kreasi baru, ta isi yogyakarta 2018

Di Kutai Kartanegara Kalimantan Timur terdapat bermacam-macam suku dan adat istiadatnya, tapi pada dasarnya suku asli yang ada disana adalah suku Melayu dan Dayak yang ada di dalam pedalaman dan pesisiran yang menjadi panutan bagi suku-suku lain walaupun dengan adat istidatnya yang berbeda.

Tari Bebaya, tari kreasi baru, ta isi yogyakarta 2018

Bebaya juga mengandung makna tidak adanya perpecahan, pertikaian dan pertentangan  antar suku dan agama, sehingga suku-suku ini menjadi harmonis, indah dan damai yang disimbolkan dengan Lembuswana (hewan mitologi) yang sampai sekarang menjadi maskot Kutai Kartanegara.

Tari Bebaya, tari kreasi baru, ta isi yogyakarta 2018

Tarian ini ditarikan dalam Gelar Karya Tugas Akhir Tari 2018 yang diselenggarakan di Auditorium Jurusan Tari, Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Jalan Parangtritis KM 6,5 Sewon Bantul, tepatnya pada tanggal 5 sampai 6 Juni 2018, mulai pukul 19.30 Wib sampai selesai.

Tari Bebaya, tari kreasi baru, ta isi yogyakarta 2018

Gelar Karya Tugas Akhir Tari 2018 pada tahun ini mengangkat tema “Spirit Tradisi Dalam Bingkai Modernisasi” yang mempunyai makna filosofis bahwa karya seni melalui keberagaman kreatifitas akan meningkatkan kualitas kepekaan seniman yang kemudian diharapkan mampu mendorong hadirnya karya-karya baru yang berembrio dari tari tradisional yang mempunyai kepekaan, kreativitas dan karakter dari para penciptanya.

Tari Bebaya, tari kreasi baru, ta isi yogyakarta 2018

Ide tarian ini didapat dari Kareografernya yang benar-benar terkesan dengan kebersamaan suku-suku dan agama yang ada di Kutai Kartanegara Kalimantan Timur ini yang selalu bersatu walaupun  mereka sebenarnya berbeda-beda dalam bentuk adat istiadatnya.

Tari Bebaya, tari kreasi baru, ta isi yogyakarta 2018

Gerakan dalam Tari Bebaya terinspirasi dari gerakan-gerakan yang sering digunakan oleh suku-suku yang ada didalam pedalaman dan pesisir Kalimantan Timur ini, seperti suku Dayak Kenyah (suku asli pedalaman) sedangkan suku pesisirnya dari suku Melayu dari tari Jipen yang kesemuanya dikembangkan dengan gerak ketubuhan kareografernya.

Tari Bebaya, tari kreasi baru, ta isi yogyakarta 2018

Busana yang dikenakan dalam Tari Bebaya ini sepintas hampir sama dengan busana Jawa dan Bali, tapi karena disini spiritnya Lembuswana maka,  ide busananya diambilkan dari mahluk mitologi ini, mulai dari sumping, rampak dan warna-warna busana yang dominan hitam dan emas. Hitam menggambarkan kewibawaan dan jiwa yang besar, sedangkan emas menggambarkan kemegahan dan kejayaan.

Tari Bebaya, tari kreasi baru, ta isi yogyakarta 2018

Riasan dalam tarian ini menggunakan rias karakter fantasi yang  dominan di mata dan bibir, yang  menambah karakter dari para penarinya. Properti yang digunakan menggunakan rumbai-rumbai yang terinspirasi dari beras berwarna warni yang di pakai di upacara yang disebut dengan Tambak Karang yang dibuat seperti Lebuswana. Rumbai-rumbai menggambarkan beras berwarna-warni yang berjatuhan.

Tari Bebaya, tari kreasi baru, ta isi yogyakarta 2018

Iringan dalam tarian ini juga terispirasi dari iringan yang biasanya digunakan suku-suku pedalaman dan pesisir seperti sampek, gambus, kenong yang dikombinasikan dengan alat modern jaman sekarang seperti keyboard dan multiple.  Diawal tarian ada vokal yang disebut dengan tingkilan yang vokalnya menceritakan tentang selamat datang para tamu, ditengah tarian merupakan klimak dan diakhir vokalnya disebut dengan bumamang dimana disini vokalnya hanya berguman tanpa ucapan kalimat.

Tari Bebaya, tari kreasi baru, ta isi yogyakarta 2018

Tari Bebaya

1Kareografer:Mutiara Fajar Juwita Seza
Karya:Bebaya
2Dosen Pembimbing:
  1. Dr. Hendro Martono, M.Sn

2. Dra. Bernadeta Sri Hanjati, M.Sn

3Penari:Jennifer Natasha Christabel, Rizky Amalia Dian S, Hardhio Skriptaniko, Ahmad Rizki, Mellyana Thalika, Maulidi Harista, Shelin Maydinda
4Penata Musik:Surya Ahadianur
5Pemusik:Yasir Yaman, Rangga Setiawan Monoarfa, Endo Valentio Ginting, Dewi Yulianita, KS, Yusuf Sambada, Gregorius Evan B, Rendy Dwie Oktatrinada, Surya Ahadianur.

Tari Bebaya, tari kreasi baru, ta isi yogyakarta 2018

Pesan yang ingin disampai pada tarian ini tersampaikan dengan apiknya, dimana dengan keberagaman suku dan agama yang ada di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, mereka bisa bersatu dalam kebersamaan untuk terwujudnya perdamaian dengan spirit Lembuswana yang dapat dijadikan falsafah dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya sebagai simbol patung saja. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here