myimage.id | Tari Beksan Wireng Banjaransari Rayungwulan merupakan sebuah tarian klasik Jawa yang ditarikan pada acara Gelar Budaya Yogya, Catur Sagotra ke 7, tahun 2017. Tarian ini di bawakan oleh para penari dari Pura Pakualam Yogyakarta.

Tari Beksan Wireng Banjaransari Rayungwulan

 

Tari Beksan Wireng Banjaransari Rayungwulan adalah salah satu dari sekian banyak tari Beksan Wireng yang merupakan salah satu tarian yang nilainya sangat adiluhung yang bersumber dari istana Kraton Jawa yang merupakan pusatnya atau sumbernya tari klasik Jawa. Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta merupakan dua kerajaan sebagai pusat kebudayaan Jawa, dimana selain kedua kraton tersebut masih ada Pura Pakualam Yogyakarta dan Pura Mangkunegaran Surakarta.

Tari Beksan Wireng Banjaransari Rayungwulan

Walaupun Tari Beksan Wireng ini lebih banyak di Pura Mangkunegaran Surakarta di bandingkan dengan tiga kraton lain seperti  Kasultanan Yogyakarta, Pura Pakualam Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta, yang mana jumlah tari Beksan Wireng ini jumlahnya lebih dari 50 jenis tarian.

Tari Beksan Wireng Banjaransari Rayungwulan

Pada acara Gelar Budaya Yogya, Catur Sagotra ke 7, tahun 2017, Kadipaten Pura Pakualam Yogyakarta menampilkan Tari Beksan Wireng Banjaransari Rayungwulan dimana ini merupakan salah satu bentuk tarian Beksan Wireng yang menggambarkan pertempuran antara Raden Panji Inu Kertapati yang bernama Raden Banjarsari atau Raden Panji Kuda Lelayan perang dengan Dewi Rayungwulan.

Tari Beksan Wireng Banjaransari Rayungwulan

Dalam pertempuran ini keduanya karena sama-sama saktinya, sehingga sulit sekali untuk saling mengalahkan satu sama lainnya. Maka tidak ada satupun diantara keduanya ini kalah ataupun menang. Bahkan pada ahkirnya keduanya memutuskan pertempuran itu dan malah kemudian menjadi sepasang suami istri antara Raden Mas Banjarsari dengan Dewi Rayungwulan.

Tari Beksan Wireng Banjaransari Rayungwulan

Pada Tari Beksan Wireng Banjaransari Rayungwulan ini, penata tari oleh KMT Nindyodipuro, penata iringan lagu oleh KMT Purwodipuro, penata rias dan busana BRAy Indrokusumo, sedangkan penari MW Anom Baksono dengan Nyi ML Ngesthimatoyo yang mana ternyata keduanya adalah suami istri.

Tari Beksan Wireng Banjaransari Rayungwulan

Dengan ditampilkannya tarian-tarian klasik Jawa ini akan memberikan wacana baru terhadap masyarakat umum dan sangat berguna karena dulunya tarian-tarian ini hanya di tarikan untuk acara kraton saja dan yang menonton juga para bendoro Kraton. Kalau kemudian sekarang ada wacana baru ini maka pelestarian tari-tari klasik ini akan lebih baik, karena efeknya masyarakat bisa lebih tahu tarian-tarian ini dan bisa mempelajarinya daripada disimpan saja di dalam Kraton taupun museum. (Soebijanto/reog biyan)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here