myimage.id | Tari Bregadha Adilangu adalah sebuah tarian yang menceritakan tentang Sri Pakubuwono meminta tolong kepada Pangeran Mijil III untuk menyerahkan laporan yang berisi ramalan atau gambaran tanah Jawa dimasa yang akan datang akan menjadi seperti apa. Kejadian ini terjadi pada tahun 1700 M.

Tari Bregadha Adilangu

Tarian ini merupakan bagian dari acara yang di gelar dengan tema Eksotika Tari Jawa Tengah, dimana ini adalah pentas ujian akhir mata kuliah Tari Jawa Tengah II pada Program Studi  Pendidikan Seni Tari Angkatan 2015 di gedung B 6 , Fakultas Bahasa dan Seni di Universitas Negeri Semarang. Acara ini di gelar selama dua hari dari tanggal 15 sampai 16 Desember 2017, dimana total pementasan ada 18 tarian. Sedangkan Dosen pengujinya adalah Drs. R. Indriyanto M.Hum, Drs. Bintang Hanggoro Putro, M. Hum, dan Restu Lanjari, S.Pd. M.Pd.

Tari Bregadha Adilangu

Laporan ini diambil dan diubah menjadi serat babat tanah Jawa oleh Pangeran Mijil III, setelah jangkah Jayabaya itu diserahkan ke Sri Pakubuwono. Pada saat serat tersebut sudah jadi, Pangeran Mijil III mengutus Panglima Perangnya yang dalam perjalanannya banyak menghadapi rintangan, dimana rombongannya di hadang oleh pasukan Giri Kedato.

Tari Bregadha AdilanguTari Bregadha Adilangu

Karena ingin mempertahankan serat babat tanah Jawa tersebut yang sudah menjadi tanggung jawabnya, Panglima Perang Pangeran Mijil III mempertahankan apa yang menjadi tanggung jawabnya walaupun nyawa taruhannya. Tapia apa dikata, pasukan Giri Kedato terlalu tangguh dan dapat mengalahkannya sehingga serat babat tanah Jawa tersebut dapat direbut dari Panglima Perang Pangeran Mijil III.

Tari Bregadha Adilangu

Konsep yang diusung dalam Tari Bregadha Adilangu menggunakan property Jarang Kepang yang mengingatkan kita pada pertujukan Jhatilan. Dalam ide tarian ini mengambil cerita roman panji legenda rakyat.

Tari Bregadha Adilangu

Kastum dan riasannya sangat identik dengan jenis tari Jhatilan yang sangat mencolok pada riasan mukannya. Warna merah sangat dominan untuk busananya dengan lengan pendek plus selendang, gesper dan ikat kepala. Asesorisnya sangat menarik mulai dari hiasan di dada dan tangan semua berwarna emas yang menambah kegagahan dari tarian ini.

Tari Bregadha Adilangu

Tarian ini ditarikan secara berkelompok dengan penampil putra dan putrid, dimana gerakannya banyak menggunakan tari keprajuritan yang tampil rampak, kompak dan atraktif layaknya gerakan –gerakan prajurit keraton yang tegap, gagah dan bertenaga dengan iringan memakai Gamelan Jawa Klasik.

Tari Bregadha Adilangu

Ada yang unik pada tarian ini dimana pada kaki tiap penarinya dipasang gelang kerincing yang bila penarinya bergerak akan menimbulkan suara yang gemerincing sehingga menambah ramai suasana pada tarian ini.

Tari Bregadha Adilangu

Alur cerita mengalir dengan sendirinya, dilihat dariawal sampai akhir bilamana kita tidak mengetahui sinopsisnya kita hanya akan disuguhi atau menikmati sebuah gerakan tarian saja yang dibawakan dengan apiknya.

Tari Bregadha Adilangu

Tari Bregadha Adilangu

1Dosen PengampuDrs. R. Indriyanto, M.Hum
2Nara SumberIka Febriani
3Nama SanggarPadma Baswara
4PenariNurul Dwi Rahayuningtyas (2501415001), Hantoro (2501415027), Nur Kholis Meirina (2501415078), Achmad Ridhowi (250141 5082), Tri Susilowati (2501414118), Laras Santika Nastiti (2501415042), Chiga Maro’atusshofa (2501415090), Johan antono Siregar (2501415059)

 

Tari Bregadha Adilangu

Tari Bregadha Adilangu dapat dikategorikan sebagai tarian yang mengabungkan antara Jhatilan dengan tari klasik Jawa Keprajuritan yang kemasannya sangat bagus untuk disaksikan siapa saja. Sebuah karya seni tari yang menambah khasanah budaya tari kerakyatan Indonesia. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here