myimage.id | Tari Caci adalah sebuah tarian perang khas Manggarai, Flores Nusa Tenggara Timur yang dimainkan oleh dua orang laki-laki yang saling bertarung menggunakan cambuk dan perisai sebagai senjatanya. Tarian ini merupakan media bagi para laki-laki Manggarai dalam membuktikan kejantanan mereka, baik dari segi keberanian maupun ketangkasan.

Tari Caci, Flores NTT, classic dance, culture

Walaupun mengedepankan unsur kekerasan didalamnya, kesenian ini memiliki pesan damai di dalamnya, seperti semangat spotivitas, saling menghargai dan menyelesaikan masalah tanpa ada rasa dendam yang menunjukan bahwa mereka memiliki semangat dan jiwa kepahlawanan di dalam diri.

Tari Caci, Flores NTT, classic dance, culture

Tarian ini ditarikan dalam acara  Pentas Seni dan Budaya Permata 2018 | Ayo Kembali ke Timur, di Taman Budaya Yogyakarta, tepatnya pada tanggal 29 Januari 2018, oleh IKAMAYA (Ikatan Keluarga Manggarai Raya Yogyakarta) yang merupakan gabungan dari 3 wilayah daerah yang berada di pulau Flores NTT yang terbentuk berdasarkan nilai kekeluargaan antara seluruh mahasiswa terhadap orang tua Manggarai Raya yaitu Manggarai Barat, Manggarai Tengah dan Manggarai Timur yang berdomisili di Yogyakarta. Dan IKAMAYA sendiri juga sebagai wadah berkumpul dan berinteraksi semua orang Manggarai Raya yang ada di Yogyakarta.

Tari Caci, Flores NTT, classic dance, culture

Tari Caci sebagai salah satu kesenian tradisional yang sangat terkenal di Pulau Flores NTT yang sering sekali ditampilkan diberbagai acara seperti acara musim panen (Hong Woja), ritual tahun baru (Penti), selamatan kampung (Pesos Beo), pengantin baru, penyambutan tamu agung, ulang tahun Kemerdekaan dan upacara adat yang lain.

Tari Caci, Flores NTT, classic dance, culture

Tari Caci, Flores NTT, classic dance, culture

Filosofi dari tari Caci ini adalah berkomunikasi dengan Yang Maha Kuasa dimana “Ca” mempunyai arti satu dan “Ci” berarti uji. Sehingga dapat diartikan sebagai uji ketangkasan dengan cara satu lawan satu. Dimana alat yang digunakan pada tarian ini mempunyai makna yang sangat dalam seperti, cambuk yang melambangkan kilat petir sebagai penghukuman dari Tuhan dan sebagai penghubung langit dan bumi. Perisai sebagai lambang rahim (ibu pertiwi) dan tongkat anyaman di tangan sebagai lambang pelindung (lambing langit).

Tari Caci, Flores NTT, classic dance, culture

Saat tarian ini dimulai, kedua penari memasuki arena/panggung, biasanya keduanya melakukan pemanasan dengan melakukan gerakan kaki. Kemudian keduanya saling tantang menantang sambil menyanyikan lagu adat dan setelah itu pertandingan/inti tarian ini dimulai. Pada tarian ini ada aturannya dimana kedua pemain hanya boleh memukul pada bagian atas lawan seperti lengan, punggung dan dada.

Tari Caci, Flores NTT, classic dance, culture

Selain itu kedua penari bisa menangkis dan menghindar dari serangan lawan. Kalau tidak maka pasti terkena serangan lawan dan bisa melukai tubuhnya. Pemain akan dinyatakan kalah kalau terkena cambuk di wajahnya (beke). Bilamana tarian ini selesai di tarikan, kedua kelompok berkumpul dan berjabat tangan serta berangkulan sebagai tanda damai dan tidak ada rasa dendam diantara mereka.

Tari Caci, Flores NTT, classic dance, culture

Iringan dalam Tari caci ini menggunakan alat music tradisional Flores NTT, seperti gong dan kendang. Selain itu ada alunan lagu Nenggo atau Dare dari para pendukungnya. Seperti layaknya sebuah pertandingan olah raga, mereka mempunyai pendukung sendiri-sendiri yang memberi semangat kepada kedua penari agar dapat memenangkan pertandinan ini dengan bersorak sorai waktu tarian ini dilakukan.

Tari Caci, Flores NTT, classic dance, culture

Busana yang digunakan dalam Tarian Caci ini menggunakan busana Prajurit yang layaknya akan maju perang. Pada bagian kepala menggunakan penutup kepala (pangkal) dan celana panjang berwarna putih dan sarung songket khas Manggarai berwarna hitam. Terdapat juga giring-giring yang dapat menimbulkan suara setiap penari bergerak. Sedangkan property yang digunakan berupa cambuk dan perisai sebagai senjata yang terbuat dari kulit kerbau yang sudah dikeringkan.

Tari Caci, Flores NTT, classic dance, culture

Sebuah tarian yang memainkan peranan penting sebagai lambang seni dan budaya Manggarai, Flores Nusa Tenggara Timur. Tarian ini juga sebagai ritual dengan makna yang sangat dalam. Selain sebagai atraksi pertunjukan dapat juga dijadikan daya tarik di sektor Pariwisata, yang menarik wisatawan asing maupun lokal untuk datang mengenal lebih dalam tentang daerah Manggarai, Flores Nusa Tenggara Timur, sebagai bagian dari Seni dan Budaya Indonesia yang harus dijaga kelestarian dan di kembangkan sampai akhir hayat. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here