myimage.id | Suasana khusuk dalam sebuah ritual upacara keagamaan Hindu, Tawur Agung Lebuh Gentuh di pelataran Candi Satu Gedong Songo terasa lebih hidup dengan menampilkan sebuah sajian seni tari yang berasal dari Bali yang mempunyai makna atau symbol dari cinta kasih abadi. Ya, sebuah Tari Cendrawasih yang merupakan sebuah tari kreasi baru yang menceritakan tentang sepasang burung Cendrawasih yang sedang memadu kasih di sebuah hutan yang jauh dari tangan manusia.Tari Cendrawasih, cultureTarian ini diaransemen oleh Swasthi Wijaya Bandem yang sangat banyak sekali ditarikan dibanding kareografer aslinya seorang seniman dari Bali bernama I Gede Manik yang pertama kali menampilkan tarian ini pada tahun 1920 di subditrik Sawan, Kabupaten Buleleng.Tari Cendrawasih, cultureTari Cendrawasih diciptakan karena terinspirasi dari kehidupan Burung Cendrawasih yang menggambarkan keabadian cinta, karena burung ini di Bali dianggap sebagai simbol perjalanan cinta kasih yang abadi di dunia ini.Tari Cendrawasih, cultureTarian ini ditarikan dalam upacara keagamaan Tawur Agung Lebuh Gentuh yang diadakan di pelataran Candi Satu Gedong Songo Ungaran, yang dilaksanakan oleh Kelompok Kalomasodo pada hari Selasa tanggal 9 Oktober 2018 mulai pukul 09.00 wib sampai selesai.Tari Cendrawasih, cultureUpacara kali ini diikuti oleh sekitar 150 orang Hindu Bali, yang dalam mempersiapannya mereka membutuhkan waktu 2 bulan sebelumnya. Mulai dari persiapan persembahan yang beraneka ragam mulai dari persembahan hewan, buah-buahan dan makanan, sampai pertunjukan seni budaya Bali mulai tari-tarian dan pertunjukan wayang kulit, ditampilkan dalam Tawur Agung Lebuh Gentuh kali ini.Tari Cendrawasih, cultureTari Cendrawasih termasuk dalam tarian berpasangan ditarikan oleh 2 remaja putri Bali yang komposisinya dapat di buat variatip, artinya walaupun ini tari berpasangan tapi bisa ditarikan lebih dari satu pasang, yang diawal tarian berperan sebagai Burung Cendrawasih betina yang kemudian disusul penari satunya sebagai Burung Cendrawasih jantan.Tari Cendrawasih, cultureGerak Tari Cendrawasih mengacu pada gerak dasar tari klasik Bali yang mempunyai ciri khas, seperti agem burung dengan gerak tangan yang membentang serta dengan gerak kaki yang lincah, dan yang lebih penting selalu ada gerak agem mata yang bergerak kenan dan kekiri. Agem merupakan sifat pokok dalam tari Bali.Tari Cendrawasih, cultureBusana yang dikenakan dalam tarian ini, pada bagian kepala rambutnya di gelung ditambah menggunakan mahkota yang terbuat dari kulit binatang dengan warna emas. Pada bagian badan menggunakan angkin yang menutup dada sampai perut bawah. Kemudian pada bagian bawah menggunakan rok warna merah dengan motip-motip prade. Sayapnya berupa kain warna merah dengan hiasan warna orange dipinggirnya.Tari Cendrawasih, cultureAsesoris yang digunakan berupa gelang tangan, kalung  ileher, pada bagian kepala ada hiasan bunga mawar palsu berwarna merah dan putih serta bagian telinga biasanya memakai rumbing atau bisa diganti dengan subang.Tari Cendrawasih, cultureRiasannya termasuk riasan putri halus yang cantik, tapi ada satu elemen yang penting dalam tata rias ini yang terletak pada kelopak mata dimana eyeshadownya merupakan gradasi warna kuning, merah dan biru yang menyatu.Tari Cendrawasih, cultureIringan yang mengiringi tarian ini menggunakan paduan musik gamelan klasik Bali dengan beberapa alat musik bali lainnya seperti Pereret, cingcang dan genggong. Setiap tabuhan musik yang rancak ini diselaraskan dengan gerak penarinya yang menjadi satu kesatuan.Tari Cendrawasih, culture

Tari Cendrawasih

1Persembahan:Kelompok Kalimosodo
2Penari:
  1. Aggy Virka
  2. Diah Nanta

Tari Cendrawasih, cultureSebuah tarian yang menjadi bagian dalam sebuah ritual keagamaan dengan symbol cinta abadi dalam bentuk burung surgawi (cendrawasih) sangat menginspirasi untuk dilakukan dalam kehidupan manusia di dunia ini yang bersadar kepada Yang maha Kuasa. Seni tari yang sangat representative yang menjadi bagian dari keanekaragaman budaya Indonesia yang tidak lekang oleh waktu. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here