myimage.id | Karya-karya Bagong Kussudiardjo selalu dilandasi penghormatan kepada seni tradisi dan semangat kemajemukan bangsa, sehingga tarian-tariannya bisa diterima dengan baik diwilayah Indonesia, salah satunya tari yang dihasilkan dari sanggar yang didirikan oleh Cantrik mentriknya berupa Tari Chandra Laksita yang merupakan sebuah tari kreasi baru yang didalamnya menceritakan tentang seorang gadis yang beranjak menjadi dewasa (akil baligh), usia masa pubertas yang dialami oleh semua para gadis yang ide dasarnya dari tari klasik gaya Yogyakarta.Tari Chandra Laksita, tari kreasi baru, culture, indonesiaMasa inilah yang mau digambarkan dalam bentuk tari kreasi baru yang ide garapannya didapat dari gerak tari klasik gaya Yogyakarta yang kemudian dikemas dalam sajian kreasi baru Kembang Sore, yang sebenarnya tarian ini merupakan  bahan ajar bagi para murid tari pada Sanggar Tari Kembang Sore.Tari Chandra Laksita, tari kreasi baru, culture, indonesiaTari Chandra Laksita adalah tarian ciptaan dari Uli Rizky Naweswari dari Sanggar Tari Kembang Sore  yang kali ini ditampilkan khusus untuk sebagai penutupan (Closing Ceremony) dalam Gugus Bagong 2018, Gelar Seni dan Temu Akbar Alumni Cantrik-Mentrik Nusantara dan Asean PSBK yang dilaksanakan dari tanggal 18-20 Oktober 2018 di Padepokan Seni Bagong Kussudiardjo, Ds. Kembaran RT 04-05, Tamantirto, Kasiah , Bantul, DIY.Tari Chandra Laksita, tari kreasi baru, culture, indonesiaAcara ini untuk memperingati 90 tahun usia Bagong Kussudiardjo dan 60 tahun Pusat Pelatihan Tari Bagong Kussudiardjo (PLBK), serta 40 tahun Padepokan Seni Bagong Kussudiardjo (PSBK), dimana semua yang ditampilkan disini memuat spirit/semangat dari Bagong Kussudiardjo yang sangat kreatif dan inovatif.Tari Chandra Laksita, tari kreasi baru, culture, indonesiaSanggar Tari Kembang Sore merupakan sebuah sanggar tari yang didirikan oleh Untung Muljono dan Reki Lestari pada tahun 1984, dengan komitmen menciptakan karya tari dengan berbasiskan kesenian tradisi Indonesia. Aktivitas pelatihan tari untuk anak-anak dan dewasa, serta guru-guru tari yang dilakukan sampai saat ini. Cakupan wadah belajarnya selain daerah Bantul juga sampai di Tulungagung dan Trenggalek.Tari Chandra Laksita, tari kreasi baru, culture, indonesiaDalam Tari Chandra Laksita memuat filosofis tentang menanamkan rasa percaya diri, nilai etika dan estetika serta moral yang semuanya tercermin dalam gerak, musik dan kostum serta properti yang digunakan.Tari Chandra Laksita, tari kreasi baru, culture, indonesiaSebuah gambaran citra remaja Yogyakarta yang selalu menjunjung tinggi nilai-nilai seni budaya yang luhur dan adiluhung dalam kehidupan sehari-hari dengan tujuan menjadi “wanita” seutuhnya yang bersandar kepada Yang Maha Kuasa.Tari Chandra Laksita, tari kreasi baru, culture, indonesiaGerak dalam tarian ini menggunakan ragam gerak tari klasik gaya Yogyakarta yang dikombinasikan dengan gerak tari kreasi baru yang kemudian dikembangkan sehingga terlihat dinamis dan variatif.Tari Chandra Laksita, tari kreasi baru, culture, indonesiaPola lantainya pun mengacu pada pola lantai tari klasik gaya Yogyakarta yang cenderung simetris seperti hurup Y, kali ini dikembangkan seperti bentuk diagonal dan melingkar yang menyimbolkan tekat yang bulat yang bersandar kepada Yang Kuasa.Tari Chandra Laksita, tari kreasi baru, culture, indonesiaBusana yang dikenakan pada bagian kepala menggunakan jamang berbentuk mahkota berwarna emas dengan rambut disanggul kecil, pada badannya menggunakan busana warna merah yng dimodifikasi dengan ornament warna emas, slepe dipinggang, sedangkan pada bawahannya mengunakan celana panjang dari kain batik dengan asesoris sumping, gelang tangan warna merah dan propertinya keris.Tari Chandra Laksita, tari kreasi baru, culture, indonesiaIringan musik yang mengiringi menggunakan gamelan klasik Jawa dimana musiknya yang dominan pada saron, demung dan kendang dengan maksud untuk lebih menghidupkan pesan yang mau disampaikan dalam tarian ini.Tari Chandra Laksita, tari kreasi baru, culture, indonesia

Tari Chandra Laksita.

1Persembahan:Sanggar Tari Kembang Sore
2Kareografer:Uli Rizky Naweswari
3Penari:
  1. Fadea
  2. Icha
  3. Anisa
  4. Gea
4Penata Musik:Wimba

Tari Chandra Laksita, tari kreasi baru, culture, indonesiaSelain sebagai sebuah tarian hiburan, tarian ini juga untuk mengekspresikan bahwa tari klasik gaya Yogyakarta bisa dikemas dengan dinamis dan variatif sebagai seni profane yang apik untuk sebuah pertunjukan tari, ujar Uli Rizky Naweswari. (Soebijanto/reog biyan).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here