myimage.id | Om Swastiastu, Namo Buddhaya. Semoga semua dalam keadaan sehat dan lancar rejekinya. Sebuah keprihatinan banyak diperlihatkan oleh para orang tua jaman sekarang yang anaknya tergila-gila dengan dunia gadget. Semuanya itu dapat diminimalkan jikalau kita memberikan ruang yang cukup kepada anak-anak untuk lebih mengenal seni budaya asli Indonesia. Semua ini terlihat dalam Tari Dolanan Bocah wayang-wayangan yang merupakan sebuah tarian tradisi yang didalamnya menceritakan tentang sekelompok anak-anak yang sedang bermain di bawah sinar Bulan Purnama, dengan memainkan wayang-wayangan perang Baratayuda.Tari Dolanan Bocah wayang-wayanganTapi pada akhirnya permainan ini dihentikan mereka sendiri karena ada yang berkelahi secara sungguhan, ya namanya juga anak-anak. Kadang lupa apa yang mereka mainkan ini hanya sebuah permainan bukan sungguh-sungguh. Semua ini diakhiri dengan dengan tari jaranan secara bersama-sama dan mereka kembali menjadi teman kembali.Tari Dolanan Bocah wayang-wayanganSebuah tarian yang layak diapresiasi oleh semua pihak, dimana didalam tarian ini mereka benar-benar menjadi seorang layaknya anak-anak yang sesungguhnya, semua ini dapat dilihat dari tingkah laku mereka yang nakal, lincah dan bawel walaupun terhadap temannya sendiri, semua ini dilakukan mereka karena mereka sebaya dan sehati dalam permainan ini.Tari Dolanan Bocah wayang-wayanganTarian ini diciptakan oleh Tim Pengajar Adanu Jumantoro, dimana Sutradara dan penulis naskahnya adalah Benedictus Billy Aldi Kusuma S.Sn, salah satu penari yang aktip di Wayang Orang Sriwedari Surakarta, yang lahir di Surakarta pada tanggal 11 Juli 1994. Beberapa karyanya diantaranya adalah Ra, Ra,Rah,Ruh, Pluntur Kasanggan, 1879 dan beberapa naskah ketoprak, diantaranya Kidung Kiwung, Adanu Blawu dan  Bubat.Tari Dolanan Bocah wayang-wayanganTarian ini ciptakan secara khusus untuk ditampilkan dalam acara Launching Yayasan Seni Adanu Jumantoro yang digelar  di Cagar Budaya Pendopo Adanu Jumantoro milik TNI Angkatan Udara Surakarta pada hari Rabu tanggal 27 Pebruari 2019, jalan Honggowongso Kusumodiningratan, Kemlayan, Serengan Surakarta, pada pukul 19.00 wib sampai selesai.Tari Dolanan Bocah wayang-wayanganTema Launching Yayasan Seni Adanu Jumantoro kali ini adalah “Tradisi Nafasku, Budaya Nadiku” yang secara keseluruhan mempunyai makna tentang kehidupan, bagaimana cara orang Jawa ini mengkreasikan seni budayanya menjadi sesuatu yang langgeng, utuh dengan mengikuti perkembangan jaman.Tari Dolanan Bocah wayang-wayanganGerak dalam Tari Dolanan Bocah wayang-wayangan ini banyak mengambil dari ragam tari tradisi Jawa gaya Surakarta yang disesuaikan dengan temanya, khususnya untuk anak-anak. Geraknya terlihat simple dan sederhana yang mudah dimengerti oleh anak-anak.Tari Dolanan Bocah wayang-wayanganPola lantainya pun sangat dinamis dan variatip mulai dari bentuk lingkaran, segitiga, garis lurus sampai zig-zag. Semua ini disesuaikan dengan bentuk arenanya yaitu sebuah pendopo yang bisa dilihat oleh penontonnya dari tiga sisi, depan, samping kanan dan samping kiri.Tari Dolanan Bocah wayang-wayanganBusana yang dikenakan terbagi menjadi 2, pertama yang dikenakan oleh anak perempuan, menggunakan kain yang di Jawa disebut dengan sabuk wala, kepalanya menggunakan kantong gelung yang diberi bulu dan cunduk mentul.Tari Dolanan Bocah wayang-wayanganSedangkan pada anak laki-lakinya menggunakan kain supit urang yang pada bagian kepalanya menggunakan kain iket serta memakai sampur. Semuanya menggunakan riasan natural, yang perempuan cantik dan laki-lakinya ganteng sesuai dengan peran yang mereka tampilkan dalam tarian ini.Tari Dolanan Bocah wayang-wayanganIringan gendhing yang mengiringi tarian ini memakai gamelan klasik Jawa dengan gendhing-gendhing anak-anak yang menggambarkan tentang suasana menyenangkan dalam permainan anak-anak yang dimainkan pada waktu bulan purnama.Tari Dolanan Bocah wayang-wayanganTari Dolanan Bocah wayang-wayangan.

1Koreografer:Tim Pengajar Adanu Jumantoro
2Sutradara dan Penulis Naskah:Benedictus Billy Aldi Kusuma S.Sn
3Penari:Siswa Sanggar Adanu Jumantoro Junior
4Penata Rias dan Busana:Tim Adanu Jumantoro
5Penata Musik & Lighting:Lumbini Tri Hasto dan Jagat

Tari Dolanan Bocah wayang-wayanganKesemua ini untuk memperlihatkan kepada masyarakat bahwa anak-anak disanggar ini, tidak hanya  di beri materi tarian saja, tetapi juga di beri materi wayang orang yang sekarang hampir di lupakan didunia anak-anak jaman now yang lebih familiar dengan dunia gadget (game and youtube). Disanggar ini juga mengajarkan tentang nilai-nilai kesederhanaan hidup dalam hubungannya dengan budi pekerti, ujar Benedictus Billy Aldi Kusuma S.Sn. (Soebijanto/reog biyan)

3 COMMENTS

  1. Dunia anak anak anak yang polos ..terekam indah dalam tarian ini, selalu ada yg menyesakkan dada ketika melihat anak anak..sedang apapun mereka..
    Luar biasa

    • memang dunia anak-anak adalah dunia paling bahagia, siapaun itu. Semoga anak-anak Indonesia selalu mengenal ragam seni budaya Indonesia sebagai generasi penerus. Lewat acara seperti inilah anak-anak ini ikut secara nyata dalam pelestarian dan pengembangan ragam seni budaya Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here