myimage.id | Om Swastiastu, Namo Buddhaya. Sugeng enjing sedherek-sedherek. Tarik klasik selalu di kaitkan dengan keberadaan Kraton. Banyak sekali tari klasik yang telah di lahirkan di sini dan sampai sekarang dijadikan pakem oleh para seniman tari dalam membuat karya ataupun menarikan lagi tarian tersebut, dan yang paling penting karya-karya ini selalu dikaitkan dengan sebuah karya tari yang bernilai tinggi. Ya, semua ini juga terlihat dalam karya Tari Gambir Anom yang merupakan salah satu tarian klasik gaya Surakarta yang didalamnya menggambarkan Prabu Gambir Anom yang sedang jatuh cinta dengan Dewi Titisari.Tari Gambir Anom, classic danceTari ini merupakan bentuk tari tunggal dengan karakter putra halus branyak (lanyap), sangat popular dikalangan masyarakat Surakarta dan sekitarnya. Sering sekali ditampilkan pada acara-acara peringatan Hari Besar Nasional seperti Hari Kemerdekaan Indonesia, Hari Kartini, Hari Pahlawan, dan lain-lain, maupun dalam hajatan-hajatan warga seperti pernikahan.Tari Gambir Anom, classic danceTari Gambir Anom ditarikan oleh Kaori Okado di Bedog Arts Festival 2019 yang diselenggarakan oleh Yayasan Banjarmili di Studio Banjarmili, tepatnya di Kali Bedog, Kradenan RT 04 RW 17, Banyuraden, Gamping, Sleman Yogyakarta pada tanggal 21 September 2019, yang bekerjasama dengan Pemerintah DIY melalui Dana Istimewa.Tari Gambir Anom, classic danceKaori Okado lahir di Seki, Gifu, Jepang dan tinggal di Owariasahi, Aichi, kota kecil sebelah Nagoya Jepang. Mulai menari usia 13 tahun di Nagoya, Jepang. Waktu itu belajar Jazz Dance, Tap dance dan Modern Dance . Mulai serius menari di sebuah dance company profesi namanya Tanzwut Dance Company di Nagoya dari usia 16 tahun, waktu itu baru masuk ke SMA. Kemudian melanjutkan ke USA untuk belajar menari di  Universitasnya California Institute of the Arts jurusan tari (S1). Dari sinilah diajak belajar tari Jawa, dan pada tahun 1994 mulai belajar Tari, Karawitan Jawa dan Bali. Mulai tahun 2003 – 2006 belajar di ISI Solo dan Pura Mangkunegaran. Sekarang banyak menari tari klasik gaya Solo, gaya Mangkunegaran serta gaya Yogyakarta.Tari Gambir Anom, classic danceTidak diketahui siapa pencipta Tari Gambir Anom, tapi pernah digubah oleh tokoh tari gaya Surakarta yaitu S Ngaliman Tjondropangrawit yang telah dibuat rekaman oleh PT Lokananta Surakarta, dan penampilan Kaori Okado dalam pertunjukan BAF 2019 tersebut menggunakan kaset/CD dari Lokananta tersebut.Tari Gambir Anom, classic dance“Penampilan Kaori Okado dalam menarikan Tari Gambir Anom sangat bagus, para penonton sangat menikmati dan terbawa oleh gerak yang mengalun mengikuti irama gending yang mengiringi tari tersebut.  Jarang sekali orang luar Indonesia sangat luwes sekali menarikan tari klasik gaya Surakarta ini, bahkan banyak yang tidak tahu kalau yang menarikan ini bukan orang Indonesia”, ujar Bambang Tri Admadja M. Sn, putra S. Ngaliman Tjondropangrawit (dosen ISI Yogyakarta) yang pada malam itu sebagai penonton di BAF 2019.Tari Gambir Anom, classic danceGerak tari ini mengekspresikan gerak orang yang sedang jatuh cinta, menonjolkan gerakan-gerakan muryani busono yaitu ungkapan rasa kasmaran dengan seseorang. Adapun ragam gerak tarian ini mengambil dari ragam gerak tari klasik gaya Surakarta yang terbagi dalam tiga bagian, yaitu maju beksan, beksan, dan mundur beksan. Tari Gambir Anom, classic danceBagian maju beksan tari ini diawali dengan penari masuk ke gawang awal dengan iringan gending Ada-ada, ditandai dengan penari duduk atau jengkeng, diiringi gending Lancaran Reno-reno berlaras Slendro penari melakukan  gerak sembahan, sabetan, kengseran ulap-ulap, lumaksono, ombak banyu dan srisig mutar dan maju menuju ke gawang tangah tempat menari.Tari Gambir Anom, classic danceBagian beksan 1 terdiri dari sekaran-sekaran atau motif- motif gerak seperti : lumaksono, ulap-ulap tawing trecetan, tumpang tali, laku telu. Ragam gerak ini masih menggunakan gending Reno- reno irama dadi (irama 2), kemudian ragam gerak Lumaksono, Ombak banyu, srisig dan ragam gerak Kiprahan, dengan gending masih menggunakan Lancaran Reno-reno irama lancar.Tari Gambir Anom, classic danceBagian beksan 2 diiringi gending Ketawang Kinanthisandung irama 2, dengan irama pelan ini Nampak gerak gandrungan yang syahdu, ragam geraknya antara lain trap jamang, besut, Ebat ngancap nogowangsul, Ulap-ulap tawing, pondongan lumaksono mundur, dan diakhiri dengan ragam gerak besut tanjak kanan.Tari Gambir Anom, classic danceSedangkan bagian akhir yaitu dalam mundur beksan diiringi oleh gending Srepegan. Adapun ragam gerak dalam mundur beksan adalah  penari setelah melakukan gerak tanjak kiri ulap-ulap tawing, tanjak kanan ulap-ulap tawing, sabetan dan  srisig kembali ke gawang pokok atau awal, besut, tanjak Nikelwarti, dan diakhiri dengan gerak Gedheg.Tari Gambir Anom, classic danceTata rias menggunakan rias panggung yang mengacu pada tata rias wayang orang, sementara tata busana yang digunakan dalam Tari Gambir Anom tetap mengacu pada tata busana tari klasik gaya Surakarta, menggunakan celana panji, kain, (mekak, slepe untuk penari putri), sabuk, epek timang sampur ditambah asesoris tanpa klat bahu, binggel, sumping, dan keris. Sedangkan untuk hiasan kepala yang menggunakan irah-irahan Irawan dalam pewayangan Mahabarata.Tari Gambir Anom, classic dance“Kaori Okado, sebagai orang asing dalam menarikan Tari Gambir Anom sangat luar biasa. Dia bisa menjiwai tentang pengertian tari yang lebih dikenal dengan 3 W yaitu Ingkang kawastan djoged inggih punika obahing sadaya sarandhoening badan (Wiraga), katata pikantoek wiramaning gendhing (Wirama), Djoemboehing pasemon kalajan pikadjenganing djoged (Wirasa)”, ujar Martinus Miroto selaku ketua Penyelengara BAF 2019. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here