myimage.id | Tari Gambyong 3 WMP adalah sebuah tarian garapan yang ingin menampilkan atau mengangkat kembali tari gambyong yang sudah tersisih oleh jaman menjadi tari Gambyong yang kekinian.

Tari Gambyong 3 WMP, culture

Ide ini muncul dari FX Hadi Rudyatmo (Walikota Surakarta) yang bekerjasama dengan dosen-dosen ISI Surakarta ingin membuat tari gambyong massal yang nantinya di masukan di rekor MURI dengan melakukan tari Gambyong yang diikuti penari sebanyak  5000 yang dipentaskan pada Hari Tari Dunia tanggal 29 April 2018 di Surakarta.

Tari Gambyong 3 WMP, culture

Awalannya tari ini namanya hanya tari gambyong, tapi pada waktu penggarapan tari ini ada celetukan dari seseorang bahwa tarian ini akan lebih cocok dengan istilah tari gambyong yang waras, wasis, wareg, mapan dan papan. Dari sinilah kemudian tari ini malah menjadi lebih terkenal dengan Tari Gambyong 3 WMP

Tari Gambyong 3 WMP, culture

Tarian ini ditarikan oleh Semarak Candrakirana Surakarta pada pegelaran seni tari di Dalem Prangwedan Pura Mangkunegaran dalam acara Setu Ponan ke 50, tepatnya pada tepat tanggal 11 Agustus 2018. Acara ini sebagai peringatan lahirnya KGPAA Mangkunegaran IX yang lahir pada hari Sabtu Pon yang selalu digelar setiap 35 hari sekali, dimana penyelengaranya adalah Akademi Seni Mangkunegaran (ASGA) Surakarta.

Tari Gambyong 3 WMP, culture

Semarak Candrakirana Surakarta merupakan sanggar tari yang didirikan oleh Dra. R.Ay Irawati Kusumorasri, M.Sn pada tahun 1998. Sanggar ini mengajarkan berbagai tarian mulai dari tari klasik, tradisional sampai kontemporer. Sampai sekarang sanggar ini menjadi salah satu sanggar tari yang syarat akan prestasi dan bahkan beberapa kali mengirim duta tari ke manca negara untuk mengikuti ajang seni budaya yang diadakan oleh Indonesia di luar negeri.

Tari Gambyong 3 WMP, culture

Gerakan dalam Tari Gambyong 3 WMP ini tidak hanya menggunakan gerakan-gerakan tari gambyong yang sudah ada seperti tari gambyong Langen Kusumo, gambyong Jokotarub, tapi digarap dan dikombinasikan oleh Nunuk Rahayu menjadi sebuah sajian tari gambyong yang lebih menarik, variatif dan kekinian.

Tari Gambyong 3 WMP, culture

Demikian pula dengan pola lantainya yang di buat dinamis seperti ngiris tempe, segi lima, pacupat, disini sangat variatip dengan maksud adanya penyegaran kembali menampilkan kesan gerak yang  tidak monoton.

Tari Gambyong 3 WMP, culture

Pada busananya ada yang special dimana Tari Gambyong 3 WMP kembali kepada aslinya dulu yang  terisnspirasi dari busana yang dikenakan oleh para abdi dalem Kraton yang serba anggun dan miyayeni. Memakai angkin yang biasanya berwarna merah/hijau, tapi kali ini memakai motip-motip batik, gordo, dibawah pakai lereng parang, sampur hijau pupus, dengan asesoris tambahan seperti kalung melati, gelang dan sumping.

Tari Gambyong 3 WMP, culture

Riasannya pun sangat sederhana, tidak terlalu tebal pada muka, pada bagian tubuh tidak memakai lulur yang dibuat sealami mungkin para penari gambyong ini seperti penari aslinya dulu.

Tari Gambyong 3 WMP, culture

Iringan pada Tari Gambyong 3 WMP menggunakan gamelan klasik Jawa dengan menggunakan gendhing pangkur dan tembangan yang diambil dari tari Golek, tekniknya mengunakan teknik pemukulan gamelan yang disebut dengan tabuhan nibani, yang menggambarkan suasana sigrak yang menggambarkan suasana gembira. Iringan dan gendhing ini mempunyai peran yang sangat penting untuk menampilkan kekuatan gerak yang memadukan unsur  volume, tempo dan irama.

Tari Gambyong 3 WMP, culture

Tari Gambyong 3 WMP

1Persembahan:Semarak Candrakirana Surakarta
2Penari:1. Kembang

2. Rinda

3. Farah

4. Nabila

5.Alma

Tari Gambyong 3 WMP, culture

Dengan diciptakan Tari Gambyong 3 WMP selain ingin mengajak putri-putri Solo untuk lebih mengenal lagi warisan seni dan budaya yang harus dikembangkan dan dilestarikan secara nyata sesuai dengan jaman sekarang juga  ingin memunculkan kota Solo lewat tari Gambyong dimana disini tercantum juga lewat tembangannya tentang kota Solo. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here