myimage.id | Om Swastiastu, Namo Buddhaya. Selamat pagi semua saudaraku. Salam hangat, sehat dan sejahtera. Keaneka ragaman tari tradisi di Indonesia tak terhitung jumlahnya dari Sabang sampai Merauke yang mempunyai ciri khas masing-masing daerahnya. Semua itu merupakan harta yang tak ternilai dan sebagai bagian dari alat pemersatu Bangsa Indonesia. Salah satunya Tari Gambyong Gambir Sawit yang merupakan sebuah tari tradisi dari daerah Surakarta Jawa Tengah yang didalamnya menceritakan tentang keluwesan para perempuan Jawa dalam bersolek yang didalamnya mempunyai nilai-nilai kewanitaan yang penuh kelembutan, sabar tapi tetap saja manja seperti halnya perempuan pada umumnya.Tari Gambyong Gambir Sawit, cultureTarian ini di tarikan hari kedua, sebagai tari pembuka di Pagelaran Tari 100 Thn S. Ngaliman Tjondropangrawit yang digelar di Pendopo SMKI (SMKN 8) Surakarta selama dua hari dari tanggal 26-27 Maret 2019 mulai pukul 19.00 wib sampai selesai, dimana hari itu bertepatan dengan HUT yang ke 16 Langen Beksan Nemlikuran.Tari Gambyong Gambir Sawit, cultureSejarahnya dulu tari gambyong merupakan tari rakyat (ledhek) yang kemudian diangkat atau ditarikan di dalam Kraton, tapi sebelum ditarikan di dalam Kraton, tarian ini dibenahi sesuai dengan kaedah-kaedah tarian yang biasanya tampil didalam Kraton.Tari Gambyong Gambir Sawit, cultureDulu di dalam masyarakat tarian yang baik disebut mas gambyong, dari sinilah tarian ini menjadi terkenal dengan nama Tari Gambyong. Tarian Gambyong jenisnya sangat banyak dan biasanya semua sesuai dengan nama iringan gendhing yang mengiringinya seperti Tari Gambyong Pareanom, Tari Gambyong Pangkur, Tari Gambyong Ayun-ayun, Tari Gambyong Solo Minulyo, Tari Gambyong Mudhatama.Tari Gambyong Gambir Sawit, cultureTari Gambyong Gambir Sawit merupakan tari ciptaan S. Ngaliman Tjondropangrawit, yang beliau ciptakan pada tahun 1970 an, dengan iringan gendhing Gambir Sawit yang sudah ada, beliau hanya membuat sekaran-sekaran atau gerak-geraknya saja, dengan elemen gerak tari tradisi yang memang beliau kuasai.Tari Gambyong Gambir Sawit, cultureSelama ini Tari Gambyong dipentaskan untuk sebuah pertunjukan dalam rangka menyambut tamu agung atau sebagai tari pembuka dalam sebuah acara atau festival dan biasanya yang menarikan itu para remaja putri. Tapi kali ini ada yang spesial karena yang menarikan adalah para remaja putri “over sek” atau lebih dari seket (umurnya lebih dari 50 tahun).Tari Gambyong Gambir Sawit, culturePatut diajungi jempol semangat para remaja putri “over sek” ini, beliau-beliau ini tampil dengan semangat tinggi, terlihat sekali di setiap geraknya walaupun halus tapi penuh tenaga dan jiwa musikalitasnya juga sangat terlihat dimana di setiap geraknya sangat padu dengan iringan yang mengiringi tarian ini.Tari Gambyong Gambir Sawit, cultureGerak Tari Gambyong Gambir Sawit banyak mengambil dari ragam tari tradisi Surakarta (Jawa Tengah) seperti gebyok, batangan, ulap-ulap, pilesan, laku telu dengan pola lantai yang sangat dinamis, mulai dari bentuk melingkar, zig zag, diagonal dan maju kekiri kekanan.Tari Gambyong Gambir Sawit, cultureBusana yang dikenakan, pada bagian kepala menggunakan sanggul gambyong dengan hiasan cunduk mentul. Busana pada badan menggunakan kebaya warna hijau dengan kombinasi jarik motip batik. Properti yang digunakan berupa sampur warna orange.Tari Gambyong Gambir Sawit, cultureIringan yang digunakan menggunakan gamelan klasik Jawa secara live show dengan gendhing Gambir Sawit yang menceritakan tentang alam yang ada di dunia ini.Tari Gambyong Gambir Sawit, cultureTari Gambyong Gambir Sawit

1Persembahan:Keluarga Besar S. Ngaliman Tjondropangrawit
2Penari:1. Endang saraswati
2. Denok wardani
3. Iyenk/ning
4. Prof. Ana
5. Sundari
6. Titik
7. Darmasti
8. Ninik
9. Hartiwi
10. Eny suryani
11. Djumiati

Tari Gambyong Gambir Sawit, cultureSebuah pementasan kembali tari yang fenomenal, setelah ditampilkan di Hawai pada tahun 1980 an. Semua ini ingin kembali mengungkap kembali tarian ini supaya Tari Gambyong Gambir Sawit tidak hilang di makan oleh jaman dan tetap ada sepanjang waktu, ujar Bambang Tri Admadja M. Sn, putra S. Ngaliman Tjondropangrawit nomer 3. (Soebijanto/reog biyan)

2 COMMENTS

  1. Ada penerimaan sudut pandang masyarakat tentang penari Gambyong Gambir Sawit… yang biasanya ditarikan oleh gadis-gadis… dapat digantikan ibu-ibu.

    • saya kira dak ada masalah, karena di sini gambarannya seorang perempuan yang bersolek yang didalamnya mempunyai nilai-nilai kewanitaan yang penuh kelembutan, sabar tapi tetap saja manja seperti halnya perempuan pada umumnya, walapun di tarikan oleh ibu-ibu (perempuan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here