myimage.id | Om Swastiastu, Namo Buddhaya. Sugeng enjang sedherek-sedherek. “Biarkan aku mati dengan sukarela untuk kepentingan Bangsaku seribu tahun lagi”, sebuah ungkapan yang sangat dalam untuk kita dalam khasanah mempertahankan kehidupan berbangsa dan bertanah air di jaman sekarang ini. Ya semua itu terlihat dalam perjuangan pahlawan Indonesia yang tergambar dalam Tari Gardapati yang merupakan sebuah tari kreasi baru yang didalamnya menceritakan tentang perjuangan Nyi Ageng Serang dalam mempertahankan Bangsa Indonesia terhadap penjajahan Bangsa Belanda.Tari Gardapati, Nyi Ageng SerangNyi Ageng Serang dengan nama kecilnya Bendoro Raden Ayu Kustiyah Wulaningsih Retno Edi merupakan Panglima perang wanita yang berjuang bersama Pangeran Diponegoro, memiliki semangat yang tinggi dalam perang grilya serta lihai dalam menyusun strategi perang, sehingga banyak sekali benteng-benteng pertahanan lawan dapat dihancurkan.Tari Gardapati, Nyi Ageng SerangTarian ini ditampilkan dalam pertunjukan Uji Koreografer 3 di Perfomance Stage FBS UNY yang diselenggarakan oleh Jurusan Pendidikan Seni Tari, Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta yang dilaksanakan selama 4 hari pada tanggal 16, 17, 18 dan 19 Januari 2020, tepatnya pada pukul 19.30 sampai selesai. Total garapan karya tari yang ditampilkan sebanyak 45 karya, dengan pembagian 11, 12,12 dan 10 karya per harinya.Tari Gardapati, Nyi Ageng SerangUji Koreografer 3 kali ini dibalut dengan tajuk “Galaksi Mahira” dimana Galaksi singkatan dari Gelar Karya Mahasiswa Seni Tari, sedangkan Mahira mempunyai makna berbakat atau diberkati. Tajuk ini pada tahun ini mengusung tema “Merajut Asa Dalam Karya”.Tari Gardapati, Nyi Ageng SerangTari Gardapati diciptakan secara khusus oleh Dian Ayu Kumalaningtyas dan Dwi Lestari yang kuliah di Jurusan Pendidikan Seni Tari, Fakultas Bahasa dan Seni UNY angkatan 2016. Tarian ini terinspirasi dari bukti-bukti sejarah yang sampai sekarang diabadikan oleh warga Kulon Progo dalam bentuk monument Patung Nyi Ageng Serang, serta beredarnya cerita yang hidup di masyarakatnya.Tari Gardapati, Nyi Ageng SerangTarian ini sangat cocok ditarikan pada event-event maupun festival yang berhubungan dengan kepahlawanan, perjuangan seorang wanita maupun pendidikan karakter sekolah yang bertujuan agar agar generasi muda terutama siswa-siswa sekolah mengetahui keberadaan pahlawan perjuangan Indonesia seperti FLS2N.Tari Gardapati, Nyi Ageng SerangDian Ayu Kumalaningtyas lahir di Magelang pada tanggal 27 Juli 1998, beberapa karyanya antara lain Tamtama Anindita, Napen, Su Ngangsu, Bhadrika Diponegoro, Gardapati sedangkan Dwi Lestari lahir di Purworejo tanggal 30 Mei 1998, beberapa karyanya antara lain Sunti Saharsa dan Gardapati.Tari Gardapati, Nyi Ageng SerangKomposisi dalam tarian ini menggambarkan tentang keseimbangan didalam kehidupan manusia, dimana ada sisi antagonis (Belanda dan antek-anteknya) dan protagonist (Nyi Angeng Serang), yang pada akhirnya protagonislah yang akan memenangkan konflik yang terjadi.Tari Gardapati, Nyi Ageng SerangDalam komposisi internal dalam Tari Gardapati ini ada bentuk lingkaran-lingkaran tertentu yang menandakan tekad yang bulat didalam Nyi Ageng Serang dengan para pasukannya untuk melawan kesaliman Bangsa Belanda dan para antek-anteknya.Tari Gardapati, Nyi Ageng SerangRagam gerak Tari Gardapati banyak mengambil dari gerak tari tradisi Ndolalak yang kemudian dikembangkan dengan memakai teknik explorasi, improvisasi serta pengolahan komposisi dalam mewujudkan tarian ini yang berpijak pada tradisi. Pola lantainya sangat dinamis dan variatif serta kekinian tapi tegas, mulai dari bentuk lingkaran, persegi, diagonal, anak panah, lurus.Tari Gardapati, Nyi Ageng SerangBusana yang dikenakan masih berkonsep tradisi dimana pada bagian kepala menggunakan sanggul yang polos didepannya yang dihiasi rangkain bunga melati, pada bagian telinga juga disisipi bunga melati. Sedangkan pada badan menggunakan baju lengan panjang dengan baju bludru dengan model janggan seperti yang digunakan Nyi ageng Serang dengan celana panji yang ditutup dengan rampek yang bentuknya sudah garapan plus buntal.Tari Gardapati, Nyi Ageng SerangRiasannya menggunakan rias cantik tapi tegas yang semuanya ini untuk memperkuat karakter peran yang ditampilkan diatas panggung dengan menggunakan property tombak yang digunakan sebagai senjata.Tari Gardapati, Nyi Ageng SerangIringan musiknya sangat dominan menggunakan gamelan klasik Jawa yang dikolaborasikan dengan alat musik lainnya yang mendukung untuk kebutuhan tarian ini. Semua ini diracik dalam format musik digital agar menambah nilai inovatif dan membawa kesan milenial.Tari Gardapati, Nyi Ageng SerangTari Gardapati

1Koreografer:Dian Ayu Kumalaningtyas dan Dwi Lestari
2Penata Busana:Dion Dwi dan Pelangi Entertainment
3MUA dan Hair Do:Oktasya Kusuma Wardani dan Denny Listian
4Penata Iringan:Fajar Chothiet
5Penari:
  1. Dian Ayu Kumalaningtyas
  2. Dwi Lestari
  3. Niken Ratri Puspitasari
  4. Syifa Salsabila Salma
  5. Fachida Devianti Awizar
  6. Ndari Nurhana Saviya
  7. Iffah Khairunnisa
  8. Alfina Nur Rochmah
  9. Riang Anugraha Putri

Tari Gardapati, Nyi Ageng Serang“Walaupun seorang wanita, tetapi Nyi Ageng Serang mempunyai semangat juang yang sangat layak dijadikan panutan oleh siapa saja, khususnya generasi muda dalam menghadapi tantangan dunia. Jadilah “Panglima” di dalam diri untuk masyarakat kita”, ujar Dian Ayu Kumalaningtyas, selaku koreografer disela-sela acara. (Soebijanto/reog biyan).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here