myimage.id | Tari Golek Lambang Sari Gaya Yogyakarta adalah sebuah tarian gaya Yogyakarta yang menggambarkan keceriaan seorang gadis remaja putri yang cantik, di masa akil balighnya sedang senang-senangnya berhias diri atau bersolek, hal ini dilakukan untuk menarik laki-laki yang ada disekitarnya agar mau memperebutkannya menjadi kekasih hatinya.

Tari Golek Lambang Sari Gaya Yogyakarta,culture, classic dance

Tarian ini ditarikan oleh UKM Swagayugama (Unit Kegiatan Mahasiswa Seni Jawa Gaya Yogyakarta Universitas Gadjah Mada) pada Pagelaran Pariwisata di Pendopo Srimanganti yang merupakan sebuah acara rutin, digelar pada tanggal 25 Pebruari 2018 yang bertujuan sebagai tontonan bagi wisatawan lokal maupun asing yang datang mengunjungi Kraton Yogyakarta. Selain itu, pagelaran ini sebagai tempat dan sarana ekspresi bagi seniman-seniman Yogyakarta.

Tari Golek Lambang Sari Gaya Yogyakarta,culture, classic dance

UKM Swagayugama (Unit Kegiatan Mahasiswa Seni Jawa Gaya Yogyakarta Universitas Gadjah Mada) merupakan sebuah organisasi kemahasiswaan intra universitas yang peduli terhadap pengembangan dan pelestarian kesenian tradisional Jawa, khususnya tari dan karawitan gaya Yogyakarta yang berdiri pada tanggal 6 Maret 1968. Sedangkan tujuannya adalah mewadahi minat berkesenian para mahasiswa UGM yang disalurkan lewat seni tari Gaya Yogyakarta yang merupakan warisan budaya yang mempunyai nilai luhur.

Tari Golek Lambang Sari Gaya Yogyakarta,culture, classic dance

Dulunya Tari Golek Lambang Sari Gaya Yogyakarta ini merupakan sebuah tarian tunggal putri yang diperjalanan jamannya tarian ini dimodifikasi menjadi tarian kelompok. Biasanya ditarikan oleh 5 penari putri yang cantik-cantik. Tarian golek pertama kali di kreasi oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX pada tahun 1941. Sedangkan tarian ini diciptakan oleh KRT. Purboningrat.

Tari Golek Lambang Sari Gaya Yogyakarta,culture, classic dance

Kesemua gerak tari golek mengacu pada tari ledhek yang dulunya hidup dan banyak dijumpai di kalangan masyarakat biasa, hal ini terlihat jelas karena menggunakan iringan gendhing lambang sari. Walaupun berasal dari masyarakat biasa, tarian ini dibawa masuk Kraton Yogyakarta sudah melalui pembenahan-pembenahan sesuai pakemnya, bilamana tarian masuk kraton Yogyakarta harus menyesuaikan culture yang ada di dalam Kraton Yogyakarta mulai dari gerak, busana, riasan sampai pada iringannya.

Tari Golek Lambang Sari Gaya Yogyakarta,culture, classic dance

Unsur geraknya diawal atau maju beksan tarian ini diawali dengan gerak sembahan dipinggir panggung, yang kemudian dilanjutkan dengan inti beksan yang diawali dengan gerakan trisik, kemudian gerakan muryani busono (gerakan berhias memakai busana) yang dimana didalamnya ada unsur gerak atrap jamang, atrap cundhuk, atrap sumping, miwir rekmo (menyisir rambut), atrap slepe, ngilo, tarikan (memakai bedak), dan pada bagian akhir atau mundur beksan mereka berlima melakukan gerakan berjalan bersama (kapang-kapang), mohon pamit dan diakhiri gerakan duduk sembahan (sila panggung).

Tari Golek Lambang Sari Gaya Yogyakarta,culture, classic dance

Busana yang dikenakan pada tarian ini dimulai dari yang dipakai dikepala yaitu memakai jamang dengan elar (terbuat dari bulu menthok) berwarna pink dengan jamang berhiasakan kepala burung merak, cundhuk mentol yang berjumlah 5 buah, ceplok (bunga-bunga merah), pelik (bunga kecil-kecil berwarna putih), junkat dengan bentuk bulan, sumping dengan nama mangkororon dengan onceng dan godhekan.

Tari Golek Lambang Sari Gaya Yogyakarta,culture, classic dance

Yang dipakai pada badan, ada rompi bludru warna merah, jarik dengan motip parang rusak, sampur/slendang dipinggang dengan motip cindhe, slepe (ikat pinggang dari kulit), kalung susun 3, klat bagu dengan tambahan asesoris kecil-kecil seperti gelang, cincin dan anting-anting. Sedangkan riasannya menggunakan riasan cantik untuk menambah karakter kecantikan para penarinya.

Tari Golek Lambang Sari Gaya Yogyakarta,culture, classic dance

Iringan gendhingnya menggunakan gamelan klasik Jawa dengan gendhing lambang sari, sesuai dengan nama tariannya. Inti dari tari golek sebenarnya itu sama semua, walaupun banyak ragamnya seperti tari golek kenyo tinembe, tari golek surung dayung, tari golek pamularsih, tari golek ayun-ayun.

Tari Golek Lambang Sari Gaya Yogyakarta,culture, classic dance

Tari Golek Lambang Sari Gaya Yogyakarta

1Persembahan:UKM Swagayugama (Unit Kegiatan Mahasiswa Seni Jawa Gaya Yogyakarta Universitas Gadjah Mada)
2Penari:1. Djati Yudhaningtyas

2. Stella Marisa

3. Sari Dewi Utami

4. Lucky Krysnawati Utami

5. Wulansari

3Tim Pengrawit:1. Vidya Yudha BW (Bonang barung)

2. Fadli (Bonang penerus)

3. Nur Huda Mustaim (Slenthem)

4. Puri Sarwo K (Peking)

5. Veronika Inggrit Hapsar (Saron)

6. Lalitya Pradya (Saron)

7. Arifiana TP (Saron)

8. Zora Kumala F (Saron)

9. Surya Aditya (Demung)

10. Filipi Ayinnoel CPK (Demung)

11. Muji ( Kethuk Kenong)

12. Paradigma Gabriel (Kempul)

13. Nuki (Gong)

14. Puguh Noviarsito M.Sc. Apt (Gerong)

15. Feri Darmawan, S.Sn (Kendhang)

 

Tari Golek Lambang Sari Gaya Yogyakarta,culture, classic dance

Tari Golek Lambang Sari Gaya Yogyakarta merupakan sebuah warisan budaya yang harus secara nyata di kembangkan dan di lestarikan, karena tarian ini diciptakan agar tari klasik gaya Yogyakarta ini dapat selalu diminati oleh masyarakat khususnya remaja-remaja putri yang ingin belajar tari golek. Sebuah tarian yang syarat akan makna kehidupan yang berisi norma-norma yang dapat dijadikan panutan bagi para wanita khususnya para gadis yang menginjak dewasa untuk tampil sempurna yang diharapkan mempunyai rasa percaya diri sebagai seorang wanita/gadis secara utuh. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here