myimage.id | Tari Golek Lambang Sari adalah sebuah tarian yang menggambarkan tentang seorang gadis remaja yang menginjak dewasa yang sangat pandai bersolek atau merias wajahnya yang mana ini semua tergambar dalam tarian ini, seperti memegang cermin serta memakai alat kosmetik.

Tari Golek Lambang Sari

Tarian ini merupakan bagian dari acara dari Setu Ponan yang diadakan di  Kraton Pura Mangkunegaran Surakarta yang merupakan bagian dari pelestarian seni dan budaya Indonesia, Jawa khususnya. Acara ini diselenggarakan setiap 35 hari sekali di Dalem Prangwedanan Pura Mangkunegaran tepatnya pada tanggal 9 Desember 2017,  ini sudah yang ke 44 kali digelar. Tarian ini merupakan persembahan dari Akademi  Seni Mangkunegaran (ASGA) Puro Mangkunegaran Surakarta dengan penarinya Fatma, Kaori dan Pujiyani M.Sn.

Tari Golek Lambang Sari

Tari Golek Lambang Sari

Dinamakan Tari Golek Lambang Sari karena tarian ini disesuaikan dengan nama irama yang mengiringinya yaitu gending Lambang Sari. Makna kata dari Lambang Sari adalah persetubuhan atau bersetubuh,  yang dapat diartikan penyatuan jiwa dan raga, penyatuan fisik dan rasa antara tarian dengan iringannya.  Karena dalam sebuah tarian, penari harus masuk didalam iringan sehingga menyatu didalam gerak tari yang dibawakan.

Tari Golek Lambang Sari

Tari Golek Lambang Sari diciptakan pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VII dan VIII oleh KRT Purbaningrat dan dapat dikategorikan di dalam Tari Klasik dengan ragam tari klana alus. Dulu tarian ini ditarikan secara tunggal atau perorangan.

Tari Golek Lambang Sari

Tarian ini merupakan jenis tari Klasik gaya Yogyakarta, yang pada tahun 1916 Sri Sultan Hamengku Buwono VII menghadirkan tarian ini ke Kraton Mangkunegaran pada saat penobatan Sri Mangkunegara ke VI. Dalam perkembangan selanjutnya Tari Golek Lambang Sari menjadi tari Golek yang terkenal dan menjadi materi pembelajaran di Kridha Mardawa Kraton Yogyakarta.

Tari Golek Lambang Sari

Menurut sejarahnya tarian ini dulunya berasal dari luar Kraton yang biasanya di tarikan oleh ledhek. Karena gerak tariannya yang kelihatan erotis maka ketika masuk di dalam Kraton tarian ini diolah dan diperhalus gerakannya. Mulai dari gerak pundak, pinggul dan mata ditata halus dan nyaris meninggalkan dari kesan erotis. Dulu tarian ini di dalam Kraton hanya ditarikan oleh penari laki-laki saja.

Tari Golek Lambang Sari

Tetapi dalam perkembangan sekarang ini, tarian ini sekarang sering sekali ditarikan oleh  para gadis remaja (menyesuaikan makna tariannya) dan ditarikan secara berkelompok yang rata-rata 3 penari.

Tari Golek Lambang Sari

Golek dalam bahasa Jawa dapat diartikan mencari sesuatu. Dalam kontek dan makna yang lebih dalam lagi, tarian ini menggambarkan seorang gadis remaja yang beranjak dewasa sedang mencari identitas dalam perjalanan hidupnya sebagai manusia.

Tari Golek Lambang Sari

Tarian ini memberikan ajaran bagi kita manusia hendaklah dalam hidup ini kita mencari makna dan hakekat yang positip atau berguna selain untuk diri sendiri, juga berguna bagi masyarakat dan lingkungan, serta kita harus selalu belajar untuk menuju kebaikan. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here