myimage.id | Om Swastiastu, Namo Buddhaya. Sugeng enjang sedherek-sedherek. Cinta adalah sesuatu yang sangat luar biasa, semua orang pastinya akan mengalaminya. Cinta hadir tidak mengenal usia, segalanya jadi indah dan tidak tertahan, walaupun itu semua masih dalam angan-angan. Ya semua kata cinta ini tergambar dalam Tari Golek Maya Asmara yang merupakan sebuah tari klasik gaya Yogyakarta yang menggambarkan tentang seorang remaja putri yang cantik jelita sedang jatuh cinta terhadap pemuda yang dicintainya (masih dalam angan-angan), sehingga dia sering berhias atau mempercantik dirinya.Tari Golek Maya AsmaraTarian ini merupakan ciptaan dari Dr. KRT Sunaryadi Maharsisworo, SST, M.Sn pada tahun 2002 yang terinspirasi ingin membuat keanekaragaman tari golek bertambah dengan versi gaya Yogyakarta yang dibuat dengan durasi yang pendek untuk komsumsi audience wisatawan luar negeri waktu itu.Tari Golek Maya AsmaraSelain itu, tarian ini diciptakan sebagai bahan pembelajaran para mahasiswa negara tetangga (Asean) seperti Thailand, Singapura, Philipina, Australia, New Zealand dan Fuji dalam rangka “Belajar Budaya Indonesia” di POSRAM yang merupakan salah satu program Departemen Luar Negeri selama 3 tahun dari 2002-2004.Tari Golek Maya AsmaraImbas dari belajar di POSRAM para mahasiswa ini ditampilkan di dalam Kraton di Bangsal Srimanganti yang biasanya menampilkan tari klasik gaya Yogyakarta setiap hari minggu pukul 11.00 wib sampai selesai, diterima oleh pihak Kraton Yogyakarta. Sebuah pembelajaran tari klasik yang sangat berharga sekali bagi para mahasiswa ini dan mereka tampil terakhir di Yogyakarta di gedung Agung Yogyakarta sebagai pementasan perpisahan untuk program “Belajar Budaya Indonesia”.Tari Golek Maya AsmaraTarian ini secara khusus ditampilkan dalam Pagelaran Tari Wisata Gaya Yogyakarta bersama dengan 4 repertoar tari klasik yang lainnya dengan durasi yang tidak panjang, menarik dan tidak membosankan sebagai bagian dari menarik wisatawan Yogyakarta.Tari Golek Maya AsmaraPagelaran ini diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata DIY yang bekerjasama dengan POS Aji Mataram Yogyakarta, pada hari kamis, tangal 19 Desember 2019 di rumah Budaya POSRAM Yogyakarta, Jl. Gedong Kiwo MJ I/886 Yogyakarta mulai pukul 19.00 wib sampai selesai.Tari Golek Maya AsmaraPusat Olah Seni dan Bahasa Retno Aji Mataram (POSRAM) adalah sebuah sanggar tari klasik gaya Yogyakarta dan tari modern yang berdiri pada tanggal 9 Juli 1984 yang didirikan oleh Dr. KRT. Sunaryadi Maharsisworo, SST. M. Sn. Sanggar tari ini mempunyai base camp di , Jl. Gedong Kiwo MJ I/886 Yogyakarta 55142- Indonesia.Tari Golek Maya AsmaraSelain menerima anggotanya untuk generasi anak-anak, juga untuk ibu-ibu yang umurnya diatas 50 tahun, yang di sanggar ini dibuatkan khusus tarian  mempelajari sesuai dengan umur anggotanya. Selain sebagai bagian dari ekspresi bagi orang tua , tarian ini dapat dijadikan healing atau terapi kesehatan bagi tubuh yang sudah tidak muda lagi.Tari Golek Maya AsmaraGerak dalam Tari Golek Maya Asmara mengacu pada tari klasik gaya Yogyakarta yang semuanya dibuat sederhana dengan durasi yang pendek. Walaupun pendek tetapi simbol-simbol seorang putri yang gemar berhias dan berolah rasa dalam tarian ini tetap ada, seperti bercermin dan merias diri. Unsur kecantikan dan keluwesan sangat dominan dalam tarian ini.Tari Golek Maya AsmaraUntuk gerakannya Tari Golek Maya Asmara terbagi dalam 3 bagian, yaitu maju gendhing yang diawali dengan gerakan sembahan, kemudian inti beksan berisi gerakan-gerakan muryani busono seperti gurdo usap suryan dan gidrah, dan mundur beksan dengan gerakan kapang-kapang mohon pamit dan diakhiri dengan duduk sembahan (silo panggung).Tari Golek Maya AsmaraPola lantainya mengacu pada yang sudah ada dimulai dari kanan panggung kemudian ketengah dan kekiri dimana geraknya mengacu pada gerak tari klasik gaya Yogyakarta yang sudah divariasi, ada yang ditambah dan dikurangi yang disesuaikan dengan makna tarian ini.Tari Golek Maya AsmaraBusana yang dipakai pada Tari Golek Moyo Asmoro ini memakai kain dengan motip parang, bagian atasnya menggunakan rompi berwarna hitam bersulamkan emas, dilengkapi dengan sondher/sampur, slepe yang di pakai dipinggang, jamang lar warna hijau dan pink (terbuat dari bulu ayam), konde dengan sinyong serta pelik, ceplok jebehan, sumping, klat bahu, cincin, gelang klana dan kalung tanggalan (susun 3).Tari Golek Maya AsmaraIringan dalam tarian ini tetap menggunakan idiom tari klasik gaya Yogyakarta dengan bentuk struktur ladrang, dimana ada irama satu dan dua. Ada keunikan dalam iringan tarian ini dimana ada bentuk yang dinamakan “gobyok”, ada semacam hentakan iringan yang tadinya halus terus pada bagian tertentu menjadi hentakan cepat yang disisipi dengan gendhing Maya Asmara pelog patet nem.Tari Golek Maya AsmaraTari Golek Maya Asmara

1Koreografer:Dr. KRT. Sunaryadi Maharsisworo, SST. M. Sn
2Penata Busana dan Rias:Dra. R. Ay Mary Condronegoro
3Penata Iringan:Bayu Purnama S.Sn, M.Sn
4Penari:
  1. Erlina Widyaningrum
  2. Sheryl

Tari Golek Maya Asmara“Sebuah tari golek yang inspiratif yang dapat dijadikan tuntunan hidup bagi para remaja khususnya untuk menjadi seorang “wanita” seutuhnya didalam kehidupan ini dan tarian ini dibuat agar mensejajarkan denga tari golek yang sudah ada”, ujar Dr. KRT Sunaryadi Maharsisworo, SST, M.Sn, selaku koreografer disela-sela acara. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here