myimage.id | Tari Ingsun adalah sebuah tari kontemporer yang menggambarkan karakter manusia yang sedang mencari jati diri dalam kehidupan di dunia ini. Kehidupan yang selalu berwarna yang kadang diisi kebaikan dan keserakahan yang kadang untuk mendapatkannya manusia sampai kehilangan wujud aslinya.

Tari Ingsun, unnes

Tak jarang manusia memainkan peran yang sebenarnya bukan  untuknya, topeng dimainkan agar manusia atau masyarakat disekitarnya tertipu oleh perannya. Walaupun sejatinya kita manusia hidup bukan untuk memainkan peran, tapi menjadi peran diri sendiri didunia ini.

Tari Ingsun, unnesManusia tidak bisa dipisahkan dari lingkungan masyarakat, manusia berinteraksi satu sama lain, saling membantu dan menjadi satu bagian yang tidak bisa dipisahkan atau utuh.

Tari Ingsun, unnes

Insun adalah aku, aku ini mau kemana? Apakah aku ini menjadi orang baik atau bukan, semua ini kembali lagi kepada manusia itu sendiri dalam menghadapi dunia yang digambarkan dengan empat karakter yaitu api, tanah, air dan udara.

Tari Ingsun, unnes

Karya tarian ini terinspirasi dari lagu seorang seniman dan budayawan Sujiwo Tejo yang berjudul Ingsun, yang kemudian dieksplore untuk dijadikan sebuah karya tari dengan jenis tarian berkelompok.

Tari Ingsun, unnes

Tari Ingsun dipentaskan dalam Pagelaran Kareografi Kelompok ini dilaksanakan pada tanggal 14 Juli 2018 pada pukul 09.00 wib di Gedung B6 Fakultas Bahasa dan Seni, Jurusan Pendidikan Seni Tari, Universitas Negeri Semarang sebagai bagian dari ujian kareografi mahasiswa Sendratasik.

Tari Ingsun, unnes

Disini para mahasiswa ditugaskan dalam ujian ini untuk mengangkat tema “Kesenian Tradisi”  yang ada di Indonesia untuk dijadikan sebuah karya tari baru dalam bentuk kontemporer maupun tarian tradisi yang sudah dikreasi.

Tari Ingsun, unnes

Gerak tarian Ingsun sangat menggambarkan 4 elemen dunia yang dominan di gerakan tangan, kaki dan badan, yang kesemuanya menggambarkan api bersifat tegas dan kuat, ada juga kelembuatn yang mengalun yang menggambarkan air dan udara, juga ada penekanan-penekanan yang mengikuti irama yang mengiringi yang melambangkan tanah. Semua ini dirangkai menjadi tarian kontemporer yang enak untuk dinikmati.

Tari Ingsun, unnes

Busana yang dikenakan menggunakan celana kulot yang dikombinasi dengan leyer-leyer, pada bagian badan menggunakan busana mekak, serta beberapa asesoris seperti klat bahu, kalung, sabuk dengan rambut digerai untuk mendapatkan keelokan seorang wanita secara alami. Properti yang digunakan berupa topeng, dengan riasan korektif.

Tari Ingsun, unnes

Iringan yang mengiringi Tari Ingsun murni musik garapan yang menggunakan alat musik moden mulai dari gitar, keyboard, suling, bas yang diramu dengan apiknya.

Tari Ingsun, unnes

Tari Ingsun

1Dosen Pembimbing Mata Kuliah Kareografi:
  1. Dr. Restu Lanjari

2. Utami Arsih S.Pd. M.A

2Dosen Pengampu Mata Kuliah Manajemen Produksi:
  1. Moh. Hasan S.Sn, M.Sn

2. Dra. Veronica Eny Iryanti

3Nama Penyaji:
  1. Sasmitaning Wulan Kani Raras
  2. Nur Fitri Sriyanti
  3. Gita Oktafiani
  4. Chiga Maroatussofa
  5. Ela Irma Evita
  6. Satya Erick Wicaksono (Penari tambahan)
  7. Bagus Tri Setiawan (Penari tambahan )
4Pemusik:Nanik, Mohammad Agung Permadi, Danu Dwi Ramadhan, Dwi Satrio Teguh Santoso, Triwinasis Kartika Putra, Muhammad Miftahul Kirom RP, Rajib Syahril R, Yoga Catur Pamungkas.

Tari Ingsun, unnes

Manusia harus dapat membawa manfaat dan rahmat bagi kehidupan di masyarakat dan pribadinya. Sifat yang baik harus selalu ditularkan untuk mencapai tujuan hati yang paling dalam yang dapat memancarkan cinta kasih bagi sesama untuk menuju kehidupan yang damai dan tentram. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here