myimage | Api tidak bisa dipadamkan dengan api, tetapi api akan padam dengan air, kebaikan dan keburukan merupakan pilihan hidaup manusia yang harus dijalani di dunia ini. Namun pada hakekatnya, semua bentuk keangkaramurkaan dapat dikalahkan dengan kebaikan dalam diri manusia. Ya inilah yang tergambar dalam Tari Jaranan Kreasi yang merupakan sebuah kesenian tari tradisi yang menggambarkan sifat angkara murka dalam wujud barongan dan kucingan dengan kebaikan yang ada di dalam kehidupan manusia yang digambarkan dengan prajurit berkuda.Tari Jaranan Kreasi, tari tradisi, cultureTarian ini merupakan perpaduan antara 2 tarian yang mempunyai makna dan latar belakang berbeda dijadikan satu, antara Tari Jaranan Senterewe Kediri dengan Tari Jaranan Pegong Tulungagung dalam satu komposisi.Tari Jaranan Kreasi, tari tradisi, cultureTarian ini ditarikan pada pagelaran Langen Beksan Nemlikuran di pendopo SMKN 8 Surakarta yang digelar pada tanggal 26 September 2018 sebagai ajang silaturahmi alumni para pelajar sekolah ini. Selain pagelaran, tempat ini digunakan sebagai tempat dan sarana untuk berekspresi bagi seniman-seniman Surakarta khususnya.Tari Jaranan Kreasi, tari tradisi, cultureTari Jaranan Kreasi ini ditarikan oleh Arjasora (Arek Jawa Timur di Surakarta), sebuah komunitas bagi mahasiswa-mahasiswa dari Jawa Timur yang belajar di ISI Surakarta. Tapi dalam perkembangannya banyak mahasiswa dari luar jawa Timur malah ikut bergabung dalam komunitas ini. Komunitas ini sebagai wadah bagi siapa saja yang ingin belajar seni budaya Jawa Timur.Tari Jaranan Kreasi, tari tradisi, cultureMakna dalam komposisi tarian yang melambangkan kekalahan Barongan dan Kucingan melawan pasukan prajurit berkuda merupakan simbol dari kebaikan yang dapat mengalahkan keangkara murkaan “Surodiro Jayaningrat Lebur Dening Pangastuti”.Tari Jaranan Kreasi, tari tradisi, cultureGerakan dalam tarian ini tidak banyak berbeda jauh dengan tari tradisi Jaranan yang sudah ada di daerah Kediri dan Tulungagung yang gerakannya selalu semangat, gagah dan tegas, dengan pola lantai sangat dinamis dan variatip di setiap adegannya.Busananya juga menggunakan busana tradisi Jaranan (pasukan berkuda), dimana yang dikenakan antara penari putri dan putranya tidak jauh berbeda, dengan properti jaranan, pecut dan barongan. Sedangkan riasannya menggunakan riasan gagah karena ingin menunjukan karakter prajurit perang.Tari Jaranan Kreasi, tari tradisi, cultureIringan gendhingnya menggunakan gamelan klasik Jawa Timuran bernada pelog dengan permainan 2 kendang yang dominan yang disertai gendhing-gendhing dengan model sampek dan srepeg yang dijadikan satu, dimana inti dari gendhingnya bercerita tentang kejahatan dapat dikalahkan oleh kebaikan.Tari Jaranan Kreasi, tari tradisi, cultureTari Jaranan Kreasi

1Persembahan:Arjasora  (Arek Jawa Timur di Surakarta)
2Penari:
  1. Yahya
  2. Wahyu
  3. Egi
  4. Indra
  5. Asri
  6. Ninik
  7. Yeni
  8. Rosi

Tari Jaranan Kreasi, tari tradisi, cultureSebuah tarian yang dapat kita petik maknanya, bahwa segala keangkaramurkaan di dalam diri manusia pasti pada akhirnya akan dapat dikalahkan dengan kebaikan. Kehidupan manusia selalu bersandar kepada Yang Maha Kuasa, dengan kebaikan dan cinta kasih maka didunia akan ada kebersamaan dalam hidup manusia menuju pada kehidupan yang indah dan sejahtera. (Soebijanto/reog biyan)

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here