myimage.id | Om Swastiastu, Namo Buddhaya. Sugeng enjang sedherek-sedherek. Walisongo identik dengan penyebaran agama Islam di tanah Jawa. Para Walisongo melakukan syiar Islam dengan langsung pada pokok yang dimiliki oleh masyarakat Jawa, melalui seni budaya. Semua ini terlihat dalam Tari Jhatilan Religius Anak-anak Raden Patah adalah sebuah tarian tradisi yang didalamnya menceritakan tentang perjuangan Raden Patah atau yang biasa dikenal dengan nama “Sunan Kalijaga” beserta pasukan syiarnya dalam menyebarkan agama Islam di tanah Jawa dengan segala tantangannya.Tari Jhatilan Religius Anak-anak Raden PatahMemang dalam melakukan syiar Islam, Raden Patah dan pasukannya mendapat banyak sekali halangan dan rintangannya. Bahkan pernah di hadang oleh sekelompok begal yang kejam dan bengis, tapi dengan ilmu kanuragan yang di miliki Raden Patah semua ini dapat di hadapi dan diatasi. Sehingga pada akhirnya perjalanan syiar Islamnya tersebut lancar dengan Rindho Allah SWT.Tari Jhatilan Religius Anak-anak Raden PatahRaden Patah adalah sosok yang patut diteladani, karena mampu membina pasukan santri dari berbagai macam latar belakang. Keteladanan inilah yang menginspirasi lahirnya Tari Jhatilan Religius Anak-anak “Raden Patah” yang dibawakan anak-anak Bale Seni Condroradono .Tari Jhatilan Religius Anak-anak Raden PatahTarian ini merupakan ciptaan dari Dr. Kuswarsantyo M. Hum (2019), yang lebih dikenal dengan “Doktor Jhatilan” yang lahir di Yogyakarta, 4 Sepetember 1965, yang sampai sekarang masih aktif sebagai pengajar di UNY. Beberapa karya beliau yang menjadi master piece diantaranya Klana Sureng Pati (2017), Srimpen Turangga Manis (2019) dan Kenyo Turangga Mudha (2019).Tari Jhatilan Religius Anak-anak Raden PatahTari Jhatilan Religius Anak-anak Raden Patah ditampilkan dalam event HUT 10 Th Bale Seni Condroradono yang diadakan oleh Bale Seni Condroradono yang berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta di Plaza Ngasem pada tanggal 28 September 2019, mulai pukul 19.00 wib sampai 20.00 wib.Tari Jhatilan Religius Anak-anak Raden PatahIde gagasan terbentuknya tarian ini karena Dr. Kuswarsantyo M. Hum merasa gelisah terhadap anggapan sekompok orang yang menganggap bahwa Jhatilan itu musrik dan sirik. Dengan rasional dan dasar history Raden Patah inilah yang kemudian ditempatkan beliau sebagai penunjuk kebenaran. Ketika dihadap para begundal, dengan doa dan ilmu kanuragan Raden Patah dapat menghalaunya dengan menang tanpa ngasorke (merendahkan).Tari Jhatilan Religius Anak-anak Raden PatahRagam geraknya mengabungkan antara tari gaya Yogyakarta dengan pola lantainya mengadopsi dari pola Jhatilan tradisional. Beberapa simetris sebagai simbol ketegasan, melingkar simbol golog gilig, diagonal sebagai simbol perlawanan dan broken sebagai simbol kebebasan.Tari Jhatilan Religius Anak-anak Raden PatahBusana yang dikenakan ide dasarnya menggunakan busana muslim yang sudah di garap yang mempunyai ciri khasnya berupa sorban dan jubah lengan panjang dengan beberapa asesoris sebagai pendukungnya sedangkan propertynya menggunakan kuda kepang dan topeng buto (identik dengan begal).Tari Jhatilan Religius Anak-anak Raden PatahIringan dalam tarian ini menggunakan konsep tari yang berhubungan dengan penyebaran agam Islam, dengan rebana yang identik dengan alat musik Islamic yang dikombinasikan dengan bendhe yang identik dengan Jhatilan serta kendang dan angklung.Tari Jhatilan Religius Anak-anak Raden PatahTari Jhatilan Religius Anak-anak Raden Patah

1Koreografer:Dr. Kuswarsantyo M. Hum
2Ass Penata Tari:Otok Fitrianto, M.Pd
3Penata Karawitan:Gaung Kyan Renata Sidharta
4Penari:
  1. Momo
  2. Bagas
  3. Bintang
  4. Awang
  5. Radit
  6. Safik
  7. Advance
  8. Panggung
  9. Edo
  10. Hanif

Tari Jhatilan Religius Anak-anak Raden Patah“Sebuah tarian yang memuat konsep Desakralisasi yang mempunyai arti bahwa kesenian Jhatilan tidak harus trance (dadi) sehingga Jhatilan bisa digunakan sebagai media edukasi dan menjadi kesenian prestise jikalau digarap dengan landasan teori yang tepat dan konstektual”, ujar Dr. Kuswarsantyo M.Hum disela-sela acara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here