myimage.id | Om Swastiastu, Namo Buddhaya. Sugeng enjang sedherek-sedherek. Local Wisdom merupakan warisan seni budaya yang tidak bisa dipisahkan dengan kehidupan masyarakat Indonesia, bahkan keberadaannya tidak terhitung jumlahnya. Sebuah kekayaan yang tidak terhingga yang sering sekali digunakan oleh para seniman dalam membuat karya tari. Salah satunya adalah Tari Jinemnem yang merupakan tari kreasi baru yang berpijak pada tari tradisi kerakyatan Dolalak dari Kabupaten Purworejo yang didalamnya menceritakan tentang proses regerasi dalam kehidupan tarian ini dengan rasa iklas untuk dilestarikan dan dilanjutkan kepada generasi yang lebih muda.Tari JinemnemTari Ndolalak adalah sebuah tarian khas asal Purworejo, Jawa Tengah yang mana geraknya didominasi oleh gerakan kompak dan dinamis layaknya tari keprajuritan. Tarian ini mempunyai ciri khas yang dinamakan gerak kirig yaitu gerakan bahu yang cepat pada saat tertentu.Tari JinemnemNama Dolalak diambil dari not do dan la, karena awalnya tari ini hanya diiringi dengan alat musik 2 nada. Menurut sejarahnya Tari Dolalak terinspirasi dari serdadu Belanda pada saat beristirahat di camp peristirahatan yang mana mereka melakukan pesta dan berdansa.Tari JinemnemAktivitas tersebut ditiru oleh para pribumi dan terciptalah gerak yang sederhana dan berulang-ulang. Dalam pertunjukannya, Tari Dolalak bisa dimainkan secara berkelompok, berpasangan maupun tunggal.Tari JinemnemTari Jinemnem secara khusus diciptakan oleh Nasri Nada Afifah untuk dipentaskan dalam Gelar Karya Tugas Akhir, yang tercipta karena terinspirasi dari melihat tari Dolalak di daerah dia tumbuh dewasa yang mempunyai gerak yang tegas dan sigap yang kali ini dipadukan dengan gerak pencak silat dan pola baris berbaris.Tari Jinemnem

Gelar Karya Tugas Akhir di selenggarakan di Auditorium Jurusan Tari, Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Jalan Parangtritis KM 6,5 Sewon Bantul, tepatnya pada tanggal 21 sampai 22 Desember 2019, mulai pukul 19.30 Wib sampai selesai, yang pada tahun ini mengusung  tema dengan tajuk  “Catur Karsa dalam Asa”.Tari JinemnemNasri Nada Afifah lahir di Jakarta, tanggal 5 Agustus 1997, sejak kecil tinggal di Kabupaten Purworejo dan sangat mencintai seni budaya Purworejo terutama tari tradisi Dolalak. Karya-karyanya banyak mengusung dengan esensi tari tradisi seperti Gaviton, Libas, Sigrak Jinemnem dan Dara Hiwang.Tari JinemnemDalam perkembangan tarian ini mengalami berbagai perubahan atau dimodifikasi mengikuti jamannya mulai dari musik pengiring, gerak tarian maupun kastum yang digunakannya. Tarian ini mempunyai ragam gerak sesuai dengan daerah asalnya, seperti gaya Kaligesingan, Mlaranan, Bayuuripan maupun Sejiwan. Tarian ini sering di tarikan pada saat-saat tertentu saja seperti pada saat hajatan mantu, sunatan maupun syukuran hari jadi Kabupaten Purworejo yang sifatnya sebagai tari hiburan.Tari JinemnemKomposisi didalam Tari Jinemnem mengandung makna tentang kearifan generasi tua yang sangat bijaksana mau menuntun generasi muda untuk melanjutkan tradisi kerakyatan yang harus selalu dijaga sebagai bagian dari keanekaragaman seni budaya Indonesia.Tari JinemnemGerak dalam Tari Dolalak mempunyai istilah-istilah tersendiri mulai dari gerak kaki, seperti sadeg, tanjak, hayog, sered, mancad, jinjit, kemudian gerakan tangan dengan istilah ngruji, teweg, gregem, bapangan, wolak-walik, tangkisan, gerakan badan dengan istilah ogek, entrag dan geblag, pada gerakan leher dengan istilah tolehan, lilingan, coklekan dan terakhir pada gerakan bahu dengan istilah kirig dan kedher. Yang semuanya ini di garap dan dipadukan dengan gerak pencak silat dengan pola lantai yang dinamis dan variatif.Tari JinemnemBusana yang dikenakan sudah merupakan garapan dengan esensi busana Tari Dolalak aslinya. Mulai dari kepala yang menggunakan topi pet dengan hiasan benang wol, kemudian pangkat dibahu dengan baju lengan panjang dan celana ¾ yang mana warna keseluruhan didominasi merah dan hitam.Tari JinemnemIringan musiknya dilakukan secara live show dengan alat kendang, terbangan, bedug, kecer maupun organ, yang semua ini diselinggi syair lagu “maen-maen” yang didalamnya bercerita tentang lentera yang merupakan sebuah cahaya yang menyinari kehidupan.Tari JinemnemTari Jinemnem

1Koreografer:Nasri Nada Afifah
2Penata Iringan:Sahrul Kepek Yuliyanto
3Penata Cahaya:Bureq La Sadeq
4Penata Busana dan Rias:Pelangi Entertainment
5Penari:
  1. Afan Romadlon FT
  2. Luthfi Guntur EP
  3. Fatwa Dwi OM
  4. Ilham Cahya R
  5. Dhima Adam A
  6. Tegar Adi P
  7. Wibi Supri A
  8. Gayar Prakoso
  9. Andri Kurniawan
  10. Jono Prawirodhiharjo

Tari Jinemnem“Sebuah tarian yang mengingatkan akan memori tari tradisi kerakyatan yang benar-benar tumbuh didalam masyarakat Purworejo. Dengan kreatifitas generasi sekarang ini, tarian ini menjadi lebih menarik untuk dinikmati audience, salah satu pengembangan dan pelestarian seni tari secara nyata dilakukan generasi muda”, ujar Nasri Nada Afifah selaku koreografer disela-sela acara. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here