myimage.id | Tari Klana Raja Gagah adalah sebuah tarian yang menceritakan tentang seorang Raja yang sedang jatuh cinta (gandrung)  dan senantiasa terbayang-bayang wajah putri pujaan hati, sehingga senantiasa berhias dan membenahi busananya dengan karakter yang gagah dan berwibawa tetapi agak bernapsu, yang biasanya di identitaskan dengan Raja Rahwana. Tarian ini merupakan ciptaan dari KRT. Soenartomo Tjondroradono pada tahun 1972.

Tari Klana Raja Gagah, classic dance, culture

Tarian ini ditarikan pada Pagelaran Pariwisata di Pendopo Srimanganti merupakan sebuah acara rutin yang digelar pada tanggal 4 Pebruari 2018 yang bertujuan sebagai tontonan bagi wisatawan lokal maupun asing yang datang mengunjungi Kraton Yogyakarta. Selain itu, pagelaran ini sebagai tempat dan sarana ekspresi bagi seniman-seniman Yogyakarta.

Tari Klana Raja Gagah, classic dance, culture

Inilah yang membedakan dari sekian banyak  tarian klasik Yogyakarta yang banyak sekali, memang kalau mau dilihat secara detail lagi Tari Klana Raja Gagah ini berbeda dengan tari klana alus. Dimana ragam Tari Klana Alus macamnya seperti Klono Alus Jungkung Mardiyo dengan tokoh Jungkung Mardiyo, Klono Alus Caklek dengan tokoh Dosomangkoro, Klono Alus Sumirat dengan tokoh Suswilo.

Tari Klana Raja Gagah, classic dance, culture

Dari sekian banyaknya Tari Klono Alus  ini yang membedakan dengan Tari Klana Raja Gagah adalah hanya gerakannya saja, yang mana gerak Tari Klana Alus   geraknya alusan sedangkan Tari Klana Raja Gagah geraknya lebih gagah terlihat dari gerak tubuhnya seperti mengangkat kakinya lebih tinggi.

Tari Klana Raja Gagah, classic dance, culture

Komposisi gerak tarian ini diawali dengan maju gendhing dengan pola lantai selalu bentuknya Y, dimana geraknya di tengah kemudian samping kanan dan samping kiri. Gerak maju gendhingnya menggunakan kinantang, ulap-ulap yang kemudian dilanjutkan dengan gerak muryani busono sampai selesainya tarian ini.

Tari Klana Raja Gagah, classic dance, culture

Ragam gerak Tari Klana Raja Gagah adalah sebagai berikut:

1Sembahan:Kedua tangan bertemu
empat jari rapat, ibu jari
tegak menempel pada
lobang hidung
2Sembahan jengkeng:Diawali dengan kedua
tangan ke depan arah
dada kemudian
mempertemukan kedua
tangan pada posisi jarijari
rapat, ibu jari
menempel lobang
hidung
3Kinantang Raja:Ragam baku tari klana
raja dengan posisi
tangan kiri memegang
sampur diletakkan
sejajar dengan kepala
samping kiri, tangan
kanan memegang ujung
keris. Posisi badan
condong ke kiri (beratbadan di kaki kiri)
4Ulap-ulap kanan
miring
:Posisi tangan kanan di
depan kening,
pandangan lurus ke
arah depan, tangan kiri
ngepel siku
5Ulap-ulap methok
kiri
:Posisi tangan kiri di
depan kening, arah
pandangan ke depan
badan hadap depan,
tangan kanan ngepel
siku di samping
pinggang
6Miling-miling:Posisi tangan simetris
metenteng (siku) di
samping kiri dan kanan
badan

 

Tari Klana Raja Gagah, classic dance, culture

7Etung-etung:Posisi badan hadap
depan tangan kanan
telunjuk membentang
kanan, tangan kiri
membuka posisi sejajar
dengan bahu
8Engkrang:Posisi catok sampur
kedua-duanya, ngoyog
kanan encot kanan,
seblak kiri ngunus kiri
(catok) sampur kiri
9Keplok asta:Diawali dengan posisi
kedua tangan ngepel
sejajar di depan pinggul
(hitungan satu)
pergantingan tangan
kiri berada di atas
tangan kanan
10Usap rawis:Gerak membasuh
kumis. Tangan kiri
nyempurit, tangan
kanan ngruji. Gerak
mengayun dari posisi
bawah ke atas di sekitar
kumis
11Atrap jamang:Posisi tangan kanan nyempurit di samping
kanan kening, tangan
kiri di depan muka ,
pandangan ke kanan
kir
12Miwir – bara:Posisi kedua tangan
menengadah,
digerakkan ke kanan
dan kiri sesuai dengan
gerak badannya.

 

Tari Klana Raja Gagah, classic dance, culture

13Lembehan asta:Tangan kanan posisi
nyempurit tangan kiri
miwir sampur, tangan
kanan bergantian gerak
ke kanan dan kir
14Atur-atur:Tangan kiri tegak lurus
posisi membuka jari
hadap ke arah muka,
tangan kanan
memegang ujung siku
kiri
15Menjangan ranggah:Kedua tangan saling
bertemu (berhadapan)
dengan posisi jari- jari
membuka . Posisi
tangan di depan muka
16Sekar suwun:Posisi tangan kiri di atas
sejajar dengan muka,
tangan kanan di bawah
samping pinggul
17Ngilo:Posisi kedua tangan
memegang sampur.
Arah di depan badan
tidak menutup muka
sehingga terlihat dari
depan
18Tayungan:Gerak berjalan dengan
posisi tangan kanan
nyempurit, tangan kiri
miwir sampur. Ketika
berjalan kaki kanan
tangan kanan di depan,berjalan kaki kiri
kedepan tangan kanan
menutup ke depan

 

Tari Klana Raja Gagah, classic dance, culture

Busana yang dikenakan pada tarian ini memakai irah-irah yang disebut tropong, probo sebagai identitas seorang raja dengan memakai sampur 2 buah di pinggang dan dileher, kaweng, boro, buntal dengan memakai jarik parang barong dengan motip ceplok gordo.

Tari Klana Raja Gagah, classic dance, culture

Riasan yang dipakai menggunakan riasan gagahan yang didominasi warna merah dan yang jelas lebih tebal dibandingkan dengan Klana Alus, mulai dari brengos (kumis) sampai dengan alis, semuanya tebal.

Tari Klana Raja Gagah, classic dance, culture

Gendhing untuk mengiringi tarian ini  memakai gendhing ladrang dengan long gadung dengan irama satu kemudian pada gerak klononya memakai gendhing lancaran, genggong, long gadung lagi baru diteruskan mundur gendhing.

Tari Klana Raja Gagah, classic dance, culture

Tari Klana Raja Gagah

1Persembahan:Kawedanan Hageng Punokawan Kridha Mardawa
2Penari:Ical Yulianto

 

Tari Klana Raja Gagah, classic dance, culture

Secara umum tarian klasik gaya Yogyakarta memiliki aturan baku yang mengadopsi pada budaya Kraton Yogyakarta. Aturan tersebut adalah sawiji atau konsentrasi, greged atau semangat, sengguh atau percaya diri dan ora mengkuh atau pantang menyerah. Untuk menuju kesemuanya ini maka perlu pemahaman secara utuh yang hanya didapat melalui proses dari tingkat dasar sampai akhir melalui tahapan latihan yang berkelanjutan. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here