myimage.id | Salam budaya, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, sugeng enjing, sugeng makaryo. Sebuah fenomena dalam kehidupan seni pertunjukan Wayang Topeng di Jombang Jawa Timur setelah beberapa tahun terancam punah. Dengan menghidupkan atau menghadirkan kembali lewat revitalisasi dalam wujud pertunjukan bagi masyarakat saat ini, salah satunya dengan menghadirkan Tari Klana Sabrang yang merupakan salah satu tarian yang direkontruksi dalam proses revitalisasi Wayang Topeng Jatiduwur Jombang yang didalamnya menceritakan tentang karakter sabrang (gagah dan brangasan).Tari Klana Sabrang, culture, tari topengSemua ini merupakan salah satu karakter dari Tari Klana Sabrang yang terdapat dalam cerita Panji di Wayang Topeng Jatiduwur Jombang. Tarian ini ditata kembali dengan maksud ingin memperlihatkan nilai estetika lokal Wayang Topeng dari Desa Jatiduwur, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang , Jawa Timur dengan diberi sentuhan yang lebih dinamis.Tari Klana Sabrang, culture, tari topengTari Klana Topeng Sabrang ini khusus untuk dipentaskan di International Mask Festival 2018 pada hari pertama sebagai penampil terakhir (closing ceremony) yang diadakan pada tanggal 26-27 Oktober 2018 dengan mengusung tema ‘’Wonderful Mask Indonesia’’ yang digelar di Pendapa Prangwedanan Istana Mangkunegaran Surakarta dari pukul 19.00 wib sampai selesai.Tari Klana Sabrang, culture, tari topengWayang Topeng ini sudah pernah hilang, tapi kemudian pada tahun 2006 dimunculkan kembali oleh seniman-seniman disana, sayangnya hanya dimunculkan saja karena banyak yang hilang, akhirnya pada tahun 2014 oleh Dr. Setyo Yanuarti, M.Si, melakukan disertasi disana dengan tujuan ingin memunculkan kembali hal-hal yang dulu hilang di dalam wayang topeng ini.Tari Klana Sabrang, culture, tari topengAda keunikan tersendiri dalam wayang topeng ini, karena selain di Jombang wayang topeng ini tidak ada, artinya wayang topeng ini adalah satu-satunya yang ada di Jombang, sehingga beliau ingin membantu agar wayang topeng ini muncul kembali dan dikenal oleh masyarakat umum.Tari Klana Sabrang, culture, tari topengMaka pada tahun 2014 sampai sekarang, wayang topeng ini dimasukan dalam program di Sendratasik FBS UNESA (Surabaya) melalui program penelitian, sehingga ada beberapa tarian yang sengaja dibangun yang sifatnya mengangkat cerita (menampilkan kembali), terinspirasi dari salah satu tokoh kemudian dibuat tarian, diambilkan karakter perangnya (gladen).Tari Klana Sabrang, culture, tari topengInilah salah satu upaya untuk mengembangkan tokoh klono, dimana disana ada salah satu klono sabrang (Gembolo Rojo) yang merupakan tokoh klono sabrangnya di Desa Jatiduwur, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang , Jawa Timur.Tari Klana Sabrang, culture, tari topengBerangkat dari seni topeng yang warna-warnanya memiliki makna sesuai dengan simbol-simbol yang ada di Jawa, seperti topeng warna putih, hijau, merah, kuning dan coklat. Kali ini topeng merah yang menggambarkan tentang kemarahan dan keangkaramurkaan yang digarap menjadi sebuah tari kelompok.Tari Klana Sabrang, culture, tari topengSebenarnya ada salah satu tokoh yang memiliki wayang topeng ini, namanya Mbah Purwo (buyut), sekarang ini sudah turun temurun pada generasi ke 7 yang merawat dan memelihara wayang topeng ini namanya Mbah Sumarni (canggah) yang nguri-nguri wayang topeng ini sampai sekarang.Tari Klana Sabrang, culture, tari topengGerak Tari Klana Sabrang diambilkan dari ragam gerak klono aslinya yang ada di Jawa Timur yang gerak dinamikanya sangat dinamis dan variatip dengan jenis pola lantai yang benar-benar baru dan kekinian sehingga menarik sekali untuk ditonton.Tari Klana Sabrang, culture, tari topengBusana yang dikenakan disesuaikan dengan karakter busana kota Jombang yang terinspirasi dari tari Remo Jombangan, dimana jamangnya disebut tropong (karakter raja), memakai koncer dengan rambut gimbal hitamnya, kace,bstagen, keris, probo (khas raja), kain rampek, sampur, celana panjen dan gongseng. Yang sangat dominan dengan warna merah yang disesuaikan dengan pendekatan brangasannya.Tari Klana Sabrang, culture, tari topengIringannnya menggunakan gendhing-gendhing Jawa Timuran, dengan jenis gendhing kalongan yang sudah digarap dengan odho-odhonya dari wayang kulit Jawa Timuran. Kesemua karakternya diambilkan dari wayang kulit Jombang, Mojokerto dan Trowulan dengan musik gamelan klasik Jawa secara live show.Tari Klana Sabrang, culture, tari topeng

Tari Klana Topeng Sabrang.

1PersembahanSendratasik FBS UNESA (Surabaya)
2Penari
  1. Aditya Putra
  2. Ahmad Riza Saputra
  3. Nanda Cahya
  4. Bintara
  5. Robitoh
  6. Dana
  7. Yoga
3Penata MusikJoko Winarko, S.Sn, M,Sn.
4Penata BusanaSendratasik FBS UNESA (Surabaya)
5Tim artistik1. Drs Peni Puspito M. Hum

2. Dr. Anik Juwariyah Msi.

Tari Klana Sabrang, culture, tari topengPeran Wayang Topeng Jatiduwur saat ini bagi seniman adalah sebagai bagian dari membangun identitasnya, membangun kehidupan tradisi, menyatukan nilai seni dan budaya sebagai sumber inspirasi bagi pengembangan dan pelestarian seni budaya yang nyata di Jombang, serta dapat untuk meningkatkan kerukunan sosial dan memberi peluang bagi pengembangan ekonomi kreatif yang disesuaikan dengan jaman, ujar Dr. Setyo Yanuarti, M.Si (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here