myimage.id | Tari Klasik Gaya Yogyakarta adalah sebuah gaya tarian yang di kembangkan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I, yang mana tarian ini lebih dikenal dengan Joged Mataraman, yang pada waktu dulu digunakan selain sebagai media untuk berkesenian juga sebagai alat perjuangan untuk melawan penjajah. Tarian ini mempunyai landasan gerak yang sawiji (konsentrasi), greged (penuh semangat), sengguh (percaya diri) dan ora mengkuh (pantang menyerah).

Tari Klasik Gaya Yogyakarta, culture, museum louvre abu dhabi

Pada tahun ini Kraton Yogyakarta mendapat undangan dari Museum Louvre Abu Dhabi yang merupakan Museum Internasional dalam bidang seni dan budaya yang terletak di Abu Dhabi, UEA, untuk menampilkan Tari Klasik Gaya Yogyakarta yang masih eksis serta hidup dilingkungan Kraton Yogyakarta maupun masyarakatnya. Selain itu juga Museum Louvre Abu Dhabi ingin mengetahui budaya Jawa lewat kesenian ini lebih jauh.

Tari Klasik Gaya Yogyakarta, culture, museum louvre abu dhabi

Ajang ini sekaligus dapat dijadikan sebagai bagian promosi Pariwisata Indonesia lewat seni dan budayanya, dimana Tari Klasik Gaya Yogyakarta merupakan bagian dari profil budaya Indonesia yang memiliki keragaman seni dan budaya yang sangat banyak sekali.

Tari Klasik Gaya Yogyakarta, culture, museum louvre abu dhabi

Dalam lawatan ke Abu Dhabi ini personil yang dibawa oleh Kraton Yogyakarta sebanyak 36 orang, 15 penari, 18 pengrawit dan 3 official. Berangkat dari Yogyakarta tanggal 29 Januari dan pulang rencananya tanggal 5 Pebruari 2018.

Tari Klasik Gaya Yogyakarta, culture, museum louvre abu dhabi

Tarian yang ditampilkan pada hari pertama pada tanggal 2 Pebruari 2018 adalah tari Klana Raja, Menak Umarmadi Umarmoyo, Pethilan Surawasesa Gandrung dan Bedhaya Angron Sekar. Kemudian pada hari kedua tanggal 3 Pebruari 2018 menampilkan tari Srimpi Pandelori, Menak Widaninggar vs Rengganis dan Fragmen Topeng Sekartaji Boyong.

Tari Klasik Gaya Yogyakarta, culture, museum louvre abu dhabi

Tari Klasik Gaya Yogyakarta, culture, museum louvre abu dhabi

Selama acara ini ditampilkan, antusias penonton di Museum Louvre Abu Dhabi sangat besar, ini terlihat dari penjualan tiket yang disediakan semua habis, 600 tempat duduk yang disediakan museum semua terisi dan setelah pertunjukan tarian ini selesai satu persatu, aplause dari penonton tidak ada hentinya.

Tari Klasik Gaya Yogyakarta, culture, museum louvre abu dhabi

Tari Klasik Gaya Yogyakarta, culture, museum louvre abu dhabi

Acara di Museum Louvre Abu Dhabi ini sebenarnya tidak hanya dari Indonesia saja, beberapa Negara juga di undang untuk menampilkan seni dan budayanya disini seperti Australia yang menampilkan grup Aborigin yang merupakan Folklore Dance yang merupakan tarian mengenai kehidupan suku asli Australia yaitu suku Aborigin.

Tari Klasik Gaya Yogyakarta, culture, museum louvre abu dhabi

Sebuah acara yang sangat layak mendapat apresiasi dari masyarakat dunia di bumi ini. Dimana acara ini selain bagian dari promosi budaya, juga dapat dijadikan alat pemersatu bangsa-bangsa untuk lebih melestarikan dan mengembangkan budaya yang ada di dunia ini sehingga kita lebih mengapresiasi peninggalan leluhur kita. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here