myimage.id | Salam Budaya, selamat pagi, selamat berkarya. Mengangkat sebuah tarian lewat cerita rakyat pastilah akan banyak digemari oleh para penontonnya terutama penikmat seni. Selain sebagai bagian dari pelestarian dan pengembangan seni dan budaya secara nyata, memunculkan cerita rakyat akan menimbulkan sendiri rasa nostalgia tersendiri dalam sebuah tarian. Salah satunya Tari Kolosrenggi, yang merupakan sebuah tarian yang didalamnya menceritakan tentang siluman celeng (babi hutan) yang sangat jahat dan merajai dihutan di wilayah Kabupaten Trenggalek. Binatang ini sangat kuat dan licah, tapi sangat buas dalam memangsa tanaman petani.Tari Kolosrenggi, cultureSiluman Celeng ini memiliki tubuh yang kebal terhadap senjata dan dengan kesaktiannya siluman ini dapat berubah wujud untuk mengelabuhi lawan-lawannya. Namun berkat bantuan seorang kesatria muda, siluman celeng ini akhirnya dapat dikalahkan.Tari Kolosrenggi, cultureSelain siluman celeng dalam tari Kolosrenggi ini juga ditambahkan senterewe (barongan) yang menggambarkan hama atau wereng yang ikut merusak tanaman pertanian para petani di sawah. Tapi semua ini akhirnya dapat diatasi semua dengan bantuan kesatria muda.Tari Kolosrenggi, cultureTarian ini diciptakan oleh Dion Bokir pada tahun 2017, kali ini dipentaskan di International Mask Festival 2018 pada hari pertama sebagai penampil ketujuh atas nama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Trenggalek.Tari Kolosrenggi, cultureInternational Mask Festival (IMF) 2018 di adakan pada tanggal 26-27 Oktober 2018 dengan mengusung tema ‘’Wonderful Mask Indonesia’’ yang digelar di Pendapa Prangwedanan Istana Mangkunegaran Surakarta dari pukul 19.00 wib sampai selesai.Tari Kolosrenggi, cultureKomposisi dalam tarian ini menggambarkan tentang keseimbangan di dalam kehidupan manusia, dimana ada sisi antagonis dan protagonist yang menjadi salah satu acuannya, yang pada akhirnya protagonist yang memenangkan konflik yang terjadi.Tari Kolosrenggi, cultureDalam komposisi internalnya, Tari Kolosrenggi ini ada bentuk-bentuk lingkaran tertentu yang menandakan tekad yang bulat di dalam kesatria muda untuk melawan kesaliman dari siluman celeng maupun senterewenya.Tari Kolosrenggi, cultureGerak dalam Tari Kolosrenggi ini sangat variatif dan dinamis, dimana didominasi oleh gerakan percampuran antara gaya Jawa Timuran dengan pengembangan dari gerak pencak yang merupakan tari kerakyatan (tradisi) yang sifatnya tegas, licah dan energik.Tari Kolosrenggi, cultureBusana yang dikenakan juga merupakan busana garapan atau modifikasi tapi tidak meninggalkan ciri khas dari Jawa Timurannya Trenggalek, dengan corak yang cerah dengan perpaduan warna merah, hitam dan emas, sedangkan kesatria mudanya tidak memakai baju di badannya (telanjang dada) untuk memberi kesan gagah dan tangguh.Tari Kolosrenggi, cultureIringan musiknya bersifat rancak dengan menggunakan gamelan klasik Jawa yang didominasi garapan Jawa Timuran, dimana nada kendang yang sangat dominan dengan maksud untuk lebih menghidupkan karakter dari para penarinya.Tari Kolosrenggi, cultureTari Kolosrenggi.

1Koreografer:Dian Bokir
2Penata Rias dan Busana:Novy Aprilia Saputri
3Penata Musik:Karyono
4Penari:
  1. Bagus Ardiono
  2. Irfan N Mahmudi
  3. Rhesa Jaya
  4. Rio Tabeh
  5. Rama Riswalindo
  6. Tsanya Oktavia
  7. Ryo Novansyah
  8. Suti Pramudji
  9. Mayndra Listyo
  10. Vega Dwi

Tari Kolosrenggi, cultureSebuah tarian yang memiliki muatan edukasi tentang kebringasan, kesombongan dan kecongkakan akan lebur dilibas oleh kebenaran. Dengan merusak pertanian para petani hanya kemenangan semu yang didapatnya dan sifatnya hanya sementara. Inilah pelajaran yang harus diteladani, dengan kesopanan, keteguhan hati dan kebersamaan serta selalu dekat dengan Yang Maha Kuasa maka segala halangan dan rintangan dapat dilewati. (Soebijanto/reog biyan)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here