myimage.id | Om Swastiastu, Namo Buddhaya, sugeng enjing, sugeng kewarasan sedoyo. Jaranan, jaranan, jarane jaran teji, sing nunggang Ndoro Bei, sing ngiring poro Mentri. Jrek jrek nong, jrek-jrek nong. Gedebug kricing, gedebug krincing, prok prok debegud jeder. Itulah sepenggal lagu anak-anak jaman dulu yang menggambarkan Jaran kepang, yang sekarang ini diangkat lagi menjadi sebuah tarian kekinian, semua ini tergambar dalam Tari Kuda Rinengga yang merupakan sebuah tari tradisi Jaran Kepang yang memasukan unsur lama dan kekinian yang ditampilkan oleh sekelompok penari menunggang kuda yang terbuat dari bahan bambu yang diayam dan dikepang menyerupai kuda.Tari Kuda Rinengga, tradistional danceTarian ini lebih dikenal dengan istilah tari Jaran Kepang atau Kuda Lumping yang sekarang ini digali lagi oleh Dinas kebudayaan Kabupaten Temanggung, yang kemudian di garap dan dikembangkan tanpa menghilangkan rasa aslinya Jaran Kepang Temanggungan.Tari Kuda Rinengga, tradistional danceTari Kuda Rinengga ditarikan oleh Sanggar Satria Bumi Pala Temanggung, sebagai penampil pertama pada hari kedua di acara Festival Seni Tradisional Jawa Tengah 2019 diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Propinsi Jawa Tengah yang pelaksana teknisnya dari Taman Budaya Jawa Tengah selama 4 hari, mulai dari tanggal 23-26 Juli 2019 mulai pukul 19.30 wib di Pendopo Ageng Taman Budaya Jawa Tengah.Tari Kuda Rinengga, tradistional danceSanggar Satria Bumi Pala Temanggung adalah sebuah Sanggar Kuda Kepang yang diasuh oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Temanggung yang merupakan gabungan dari seniman-seniman Jaran Kepang di 20 Kecamatan, di bawah Dinas Kebudayan Pariwisata yang berhome base di jalan Ahmad Yani no 32 Temanggung.Tari Kuda Rinengga, tradistional danceTari Kuda Rinengga merefleksikan semangat heroism dan aspek sebuah pasukan berkuda, yang dalam hal ini terlihat dari gerak yang ritmis, dinamis dan ekspresif. Sebuah karya tari asli Kebupaten Temanggung yang dinamiknya terungkap melalui gerak prajurit berkuda yang merupakan ciri khas Jaran Kepang Temanggungan.Tari Kuda Rinengga, tradistional danceDalam penyajiannya juga mengalami perkembangan, dimana di kemas menjadi sebuah tontonan atau hiburan untuk masyarakat, walaupun dalam komplitannya ada ritual-ritual khusus. Tapi dalam tarian ini tidak diperlihatkan karena unsurnya lebih dari sebuah pagelaran atau pertunjukan yang tidak ada unsur trance nya.Tari Kuda Rinengga, tradistional danceSejatinya Tari Kuda Rinengga pada pagelaran ini berfungsi selain sebagai hiburan juga mengandung makna cultural yang sangat berkaitan dengan nilai-nilai pendidikan yang mempunyai harapan agar para generasi muda (kaum milineal) tertarik untuk ikut melestarikan dan mengembangkan secara nyata.Tari Kuda Rinengga, tradistional danceUnsur gerak dalam Tari Kuda Rinengga merupakan gabungan dari dua unsur, gerak tari tradisi yang dulu yang digarap dengan disisipi dengan gerak kekinian yang mengandung unsur-unsur hiburan yang alur ceritanya bervariasi mulai dari cerita Panji, legenda rakyat sampai cerita-cerita wayang yang menjadi idola masyarakat umum.Tari Kuda Rinengga, tradistional danceBusana yang digunakan selama ini di Temanggung ada 3 variasi, yaitu idekep (pakai rompi), badongan (seperti kebali-balian) dan keprajuritan. Kali ini yang ditampilkan menggunakan busana keprajuritan yang menunjukan kesan atraktif sebagai sebuah pertunjukan kolosal. Warna emas, merah dan hitam sangat dominan disini. Kelengkapannya diantaranya celana panji (cinde), keris, kamus timang, kain sampur dan ikat kepala.Tari Kuda Rinengga, tradistional danceRiasan juga sangat sederhana tanpa ada untuk karakter khusus yang konsepnya di kategorikan sebagai karakter make up yang mengutamakan kebutuhan untuk berekspresi serta memberikan kekuatan visual disamping didukung oleh pola-pola gerak yang dinamis.Tari Kuda Rinengga, tradistional danceIringan yang mengiringi Tari Kuda Rinengga menggunakan gamelan klasik Jawa mulai dari bonang, saron, gong, kenong secara live show, yang divariasi dengan trompet dan bende 2 pasang yang secara khusus untuk lebih menonjolkan gerak dan ekspresi penarinya.Tari Kuda Rinengga, tradistional danceTari Kuda Rinengga.

1Persembahan:Satria Bumi Pala Temanggung
2Koreografer:Eko Supendi
3Asisten Koreografer:Bagus, Laras dan Putri
4Komposer:Gendut
5Penata Busana:Joko

Tari Kuda Rinengga, tradistional dance“Sebuah explorasi dari gerak, busana dan iringan Jaran Kepang yang ditampilkan benar-benar merupakan garapan baru dengan harapan agar anak-anak jaman now tertarik serta sebagai bagian dari edukasi buat mereka”, ujar Sugeng Riyadi selaku Pimpinan Sanggar Satria Bumi Pala Temanggung. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here