myimage.id | Om Swastiastu, Namo Buddhaya, wilujeng enjang, sedherek-sedherek. Kearifan lokal berupa potensi daerah yang sudah ada, layak sekali dikembangkan dan diuri-uri tidak hanya menjadi sebuah potensi pariwisata saja, tetapi juga seni budaya. Semua ini terlihat didalam Tari Kuntul Blekok yang merupakan tari tradisonal gaya Semarangan yang didalamnya menceritakan tentang kehidupan burung kuntul (blekok) yang ada di Srondol Kota Semarang.Tari Kuntul BlekokPada hakekaktnya burung kuntul blekok ini, dapat dijadikan icon fauna Kota Semarang, yang tidak dipunyai oleh kota-kota lainnya. Burung ini kehidupannya tidak dilindungi oleh negara, mereka hidup bebas di alamnya. Selama ini, yang terkenal adalah burung Kepodang yang merupakan icon fauna Jawa Tengah.Tari Kuntul BlekokPada kenyataannnya kehidupan Burung Kuntuk Blekok ini dibiarkan. Sarang burung ini di atas pohon asam Jawa di daerah Srondol Semarang. Kehidupan burung-burung ini sangat diuntungkan karena pohon-pohon asam ini tumbuh dilingkungan Komplek TNI (Batalyon Infanteri Raider 401/BR) sepanjang jalan Setia Budi Semarang, yang notabene tidak ada masyarakat yang berani memburu/menembak burung-burung ini disini.Tari Kuntul BlekokSebenarnya kalau kehidupan burung-burung ini tidak ada yang mengganggu, dilindungi hukum dan dibuatkan habitatnya, maka dapat disebarkan kehidupannya di Semarang bawah, sehingga akan menjadi sebuah destinasi baru untuk pariwisata tentang fauna burung kuntul blekok di Kota Semarang.Tari Kuntul BlekokDipagi hari burung-burung ini meninggalkan sarangnya, mencari makan di seputaran kawasan sarangnya, mulai dari rawa, sungai, sawah bahkan tambak-tambak di kawasan Semarang, kemudian sorenya mereka kembali lagi di sarang alaminya dengan terbang berkelompok.Tari Kuntul BlekokKalau ada larangan memburu/menembak burung ini di Semarang, maka akan sangat potensial sekali burung ini menjadi ikon fauna Kota Semarang. Mereka hanya butuh tempat yang nyaman untuk hidup, mulai dari mencari makan sampai berkembang biak.Tari Kuntul BlekokTari Kuntul Blekok merupakan ciptaan Yoyok B Priyambodo yang dibuat pada tahun 2016. Tarian ini pernah ditampilkan dalam Festival tari Unggulan Jawa Tengah di komplek PRPP Jawa Tengah dan menjadi juara satu pada tahun 2016.Tari Kuntul BlekokTari Kuntul Blekok kali ini ditampilkan dalam Gelar Tari Gaya Semarangan yang merupakan acara rutin tiap tahunnya. Pada tahun ini diselenggarakan oleh Sanggar Greget Semarang yang berkolaborasi dengan Taman Budaya Jawa Tengah, yang dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 23 Nopember 2019 di Taman Budaya Jawa Tengah Solo, mulai pukul 19.00 wib sampai selesai.Tari Kuntul BlekokSanggar Greget Semarang beralamat di Jl Pamularsih I no 2-G, Semarang, dipimpin oleh Yoyok B. Priyambodo yang lahir pada tanggal 25 April 1966 di Semarang. Belajar menari dari orang tuanya (Bpk/Ibu Soedibyo) di Sanggar Tari Kusuma Budaya pada tahun 1972. Kemudian pada tahun 1982 bersama keluarganya mendirikan Sanggar Greget Wilang, tapi kemudian berganti nama menjadi sanggar Greget pada tahun 1992 sampai sekarang.Tari Kuntul BlekokKomposisi di dalam tarian ini menggambarkan tentang sepasang burung Kuntul Blekok dengan anak-anaknya, binatang ini membutuhkan selain tempat untuk berkembang biak secara alami, juga tempat habitat yang aman sehingga kelangsungan hidupnya tidak punah. Selama ini ruang binatang ini sangat sempit sekali dan rawan akan kepunahan.Tari Kuntul BlekokGerak dalam tarian ini mengambil ragam gerak dari kehidupan burung kuntul blekok, mulai dari gerak terbang (sekaran daplang), ujal jolo (gerak tangan dari puser keatas kepala), sekaran nyucuk dan trisik mentul (jinjit mentul).Tari Kuntul BlekokPola lantainya juga bercerita tentang kehidupan burung kuntul blekok juga, kadang kelompok burung ini membentuk lingkaran, kemudian pecah tercerai berai, tetapi kemudian mereka berkelompok lagi kembali ke sarangnya. Ini semua sebagai gambaran manakala kita sudah menjadi seniman sesungguhnya, hendaklah kita pulang untuk membangun daerah asal kita.Tari Kuntul BlekokIringan gendhing dalam tarian ini lebih banyak memakai itungan pinjalan (campuran ketukan 3/4 dan 4/4), pertama komposisi introduksi yang diisi dengan tembang tentang burung kuntul blekok yang berada di Srondol Semarang, kemudian dilanjut dengan lancaran dan lagu tentang kehidupan burung ini.Tari Kuntul BlekokTari Kuntul Blekok

1Koreografer:Yoyok B Priyambodo
2Penata Busana:Yoyok B Priyambodo
3Penata Iringan:Mas Edy, Mas Darsono dan Yoyok B Priyambodo
4Penari:Anisa Ayunda K, Deva Amalia P, Devina D, Fairuz SN, Jeslyn VL, Leiya NL, Meirany SK, Nabila Indrasta, Ratna Wulan P, Riyarakhma F.

Tari Kuntul Blekok“Sebuah rasa untuk memiliki apa yang telah kita punya, hendaklah diuri-uri jangan disia-siakan karena semua itu dapat dijadikan icon kita. Jangan hanya sibuk dengan menata pariwisata saja, tetapi kita juga butuh berkesenian dan berbudaya untuk Indonesia khususnya Semarang”, ujar Yoyok B Priyambodo selaku pimpinan Sanggar Greget Semarang disela-sela acara. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here