myimage.id | Om Swastiastu, Namo Buddhaya, sugeng enjing, sugeng kewarasan sedoyo. Sebuah ungkapan perasaan hati dalam kehidupan ini dapat diceritakan secara utuh dan lengkap yang dapat mempengaruhi kehidupan sesorang atau malah dijadikan inspirator pada kehidupannya. Semua ini tergambar jelas dalam Tari Langkahku (My Step) yang merupakan sebuah tari kontemporer yang didalamnya menceritakan  tentang pengalaman empiris dari Rinjani Hanggarasih L  selama menempuh pendidikan di ISI Yogyakarta mulai dari ketika masuk (2014) sampai menempuh ujian Tugas Akhir (2019).Tari Langkahku, contemporer danceKarya ini awalannya tercipta pada tahun 2012, dimana dulu tarian ini bernama Circle yang menceritakan sebuah roda kehidupan yang selalu berputar, kadang diatas dan kadang di bawah dikehidupan manusia yang semuanya bersandar kepada Yang Maha Kuasa.Tari Langkahku, contemporer danceRinjani Hanggarasih Larasati  lahir di Jakarta pada tanggal 19 Agustus 1995, beberapa karya tari yang telah dihasilkan diantaranya Rindu (2016), Nyampah (2016), Njoget Menak (2017), Nyampah (2017), Sound Of Body Ngalam (2018), dan Hope (2018).Tari Langkahku, contemporer danceTarian ini di tampilkan dalam Gelar Karya Tugas Akhir Tari 2019  yang di selenggarakan di  Auditorium Jurusan Tari, Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Jalan Parangtritis KM 6,5 Sewon Bantul, tepatnya pada tanggal 11 sampai 12 Januari 2019, mulai pukul 19.30 Wib sampai selesai.Tari Langkahku, contemporer danceGelar Karya Tugas Akhir Tari 2019 pada tahun ini mengangkat tema “Harmonisasi Tubuh Dalam Keberagaman Rasa” yang mempunyai makna bahwa dalam mencipta karya seni tari bisa melalui sebuah keberagaman kreatifitas yang dapat meningkatkan kualitas kepekaan seniman, yang kemudian akan mendorong hadirnya suatu karya-karya baru.Tari Langkahku, contemporer danceKomposisi Tari Langkahku (My Step) ini menggambarkan bahwa setiap manusia harus melewati fase-fase kehidupan yang harus dijalani didunia ini dan ini dijadikan sebagai pedoman dikehidupan selanjutnya, manusia harus menjadi lebih baik karena selalu belajar dari masa sebelumnya.Tari Langkahku, contemporer danceKarya tari ini terbagi menjadi 4 adegan, dimana pada adegan pertama menceritakan tentang kebahagian manakala masuk dalam suasana baru (kampus dan teman-teman baru), adegan ke dua menceritakan tentang sikap terhadap bullying yang diterimanya.Tari Langkahku, contemporer dancePada adegan ke tiga adalah pasrah kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan maksud agar segala masalah yang dihadapi dapat dilewati dengan bimbingannya dan yang keempat adalah bangkit menjadi manusia baru dengan flash back kejadian yang sudah berlalu.Tari Langkahku, contemporer danceGerak dalam tarian ini mengambil atau mengexplore dari ragam-ragam gerak kehidupan empiris dari Rinjani Hanggarasih Larasati yang dilakukan setiap harinya yang banyak disimbolkan pada bentuk pola lantainya, seperti gerak lingkaran tapi arahnya melawan arah jarum jam yang memaknai dari dimensi flash back kejadian yang lampau dan gerak seiring dengan arah jarum jam yang memaknai menjadi orang baru dikehidupan ini.Tari Langkahku, contemporer danceBusana yang digunakan dalam tarian ini lebih banyak menggunakan warna netral sebagai bagian dalam penyampaian gerak dari penarinya diatas panggung agar lebih leluasa, dengan rias cantik yang menambah karakter dari peran yang ditampilkan.Tari Langkahku, contemporer danceIringan musik yang mengiringi tarian ini memadukan antara suara kecapi, suling, kempul dan bonang yang diramu dengan musik perkusi, sehingga menjadi sebuah perpaduan instrumental yang cocok dalam tarian ini, dapat membawa penonton maupun penarinya pada suasana yang diinginkan.Tari Langkahku, contemporer danceTari Langkahku (My Step).

1Koreografer:Rinjani Hanggarasih Larasati
2Dosen Pembimbing:
  1. Dra. I. Wijayanti. M.Sn
  2. Drs. Y. Subawa. M.Sn
3Penari:Galuh Kusuma, Anggun Ida M, Amirah Ahlamiah, Destiar Rahmi Asputi
4Penata Musik:Andal Satria
5Pemusik:Ahmad Matin Fauzia, Winorman Akbar, Dicky Dayu Akbar, Hairul Anwar, Andal Satria, Thariqoh Dwi P

Tari Langkahku, contemporer danceSebuah ungkapan kehidupan di Kampus ISI Yogyakarta, sebagai pengalaman empiris yang diangkat menjadi sebuah tarian, sehingga dapat dijadikan sebagai pembelajaran untuk lebih dewasa dalam mengambil sikap menjadi lebih baik yang nantinya layak diterapkan di dalam kehidupan bermasyarakat, ujar Rinjani Hanggarasih Larasati. (Soebijanto/reog biyan)

Leave a Reply to Anonymous Cancel reply

Please enter your comment!
Please enter your name here