Tari Leak Bali merupakan sebuah tarian mitologi di pulau Bali yang digambarkan tarian tentang  penyihir yang jahat. Leak ini dapat berubah wujud dan hanya bisa di lihat pada malam hari dan berada di kuburan mencari organ-organ manusia untuk digunakan campuran ramuan ilmu sihirnya dan itupun oleh dukun atau pemburu leak. Disiang hari leak biasanya berwujud sebagai manusia biasa, bahkan dia dapat merubah bentuknya menjadi binatang seperti kera, harimau, dan babi.

Tari Leak Bali

Walaupun Tari Leak Bali ini berasal dari pulau Bali tapi sekarang tarian ini banyak di adopsi oleh seniman-seniman daerah yang di kembangkan baik tarian maupun musik pengiringnya tanpa meninggalkan keoriginalan dari tarian maupun kastum yang dikenakannya. Inti cerita tetap mengadopsi aslinya. Makanya sekarang tari leak bali dapat kita nikmati tanpa harus di pulau Bali. Di Magelang dan sekitarnya sering kita jumpai tarian ini sering ditampilkan manakala ada ajang atau acara seni budaya yang sering sekali ada di Magelang ini.

Tari Leak Bali

Inti dari Tari Leak Bali sebenarnya adalah menggambarkan dimana Leak Bali sering diibaratkan dengan perilaku jahat dimana para pengikut ajaran leak ini di kategorikan sebagai pengikut ajaran kiri atau pengiwa dimana bentuknya biasanya berupa kepala manusia yang mempunyai lidah yang panjang dan gigi yang tajam dengan organ-organ tubuh yang mengantung di kepalanya . Bahkan menurut mitologi  leak dapat terbang mencari wanita hamil yang mana nanti darah bayi yang ada dalam kandungan dia hisap. Darah itu dipergunakan leak untuk dapat hidup mempraktekan ilmu sihir jahatnya. Leak di percaya sebagi jelmaan orang yang menguasai ilmu hitam yang dapat membunuh manusia dengan waktu yang singkat bahkan dapat juga membuat manusia lain menderita secara perlahan-lahan yang berkepanjangan.

Tari Leak Bali

Asal-usul leak ini berasal dari cerita pada masa pemerintahan Prabu Airlangga (1006-1042 M) di Jawa Timur yang mana ada seorang janda yang sangat sakti mandraguna bernama Dayu Datu dari desa Girah yang akhirnya kemudian terkenal dengan nama Calonarang. Pada masanya dia sempat menulis sebuah kitab mengenai ilmu dan ajarannya. Tapi pada waktu itu di cegah oleh Mpu Bharadah yang mana Mpu Bharadah ini tidak ingin ilmu atau ajaran Calonarang ini menyebar ke masyarakat karena di yakini sebagai ilmu yang sesat. Akhirnya kitab itu bisa di amankan oleh Mpu Bharadah, tapi ada beberapa murid dari Calonarang ini mampu menyelamatkan diri dan masuk di pulau Bali. Di pulau ini mereka mengembangkan ilmu yang dipelajari dari Calonarang ini yang sampai sekarang terkenal dan mereka sebut sebagai Leak.

Tari Leak Bali

Di pulau Bali pun tidak sembarang orang mampu memepelajari ilmu leak ini, karena ilmu ini cukup rahasia dan fungsinya sebagai pertahanan serangan dari para musuh. Orang bali kuno lah yang mempelajari ilmu ini yang biasanya para petingi-petinggi raja beserta bawahannya. Selain ilmu nya cukup rahasia areana untuk berlatihpun biasanya juga sangat rahasia.

Tari Leak Bali

Dalam ilmu leak ada beberapa kode etik yang selalu harus diikuti oleh pengikutnya, antara lain :

  1. Hormat dan taat dengan ajaran yang di berikan dari Sang Guru.
  2. Selalu melakukan ajapa-ajapa dan menyembah Siwa dan Durga dalam bentuk ilmu kebatinan.
  3. Tidak boleh pamer kalau tidak kepepet dan selalu menjalankan darmanya.
  4. Tidak boleh makan daging kaki empat dan tidak boleh berzinah
  5. Tidak boleh menyakiti dengan cara apapun melalui ilmu yang dipelajarinya.

Tari Leak Bali

Leak merupakan ilmu hitam yang dasarnya dari tanah Jawa yang merupakan percampuran aliran Siwa dan Budha yang disebut Bajrayana yang berupa ilmu kerohanian yang bertujuan untuk mencari pencerahan kepada Sang Yang Widhi lewat aksara suci. Kesemuanya itu akhirnya di kembalikan lagi kepada manusia yang menjalaninya dalam penerapan hidup bermasyarakat.

Tari Leak Bali

Orang yang suci hatinya pasti sakti mandraguna dalam bertingkah sebaliknya orang yang sakit mandraguna belum tentu suci hatinya. Orang bijaksana pasti berpegang teguh pada darmanya dan orang yang seperti ini pastilah orang bijaksana.

Tari Leak Bali

Itulah gambaran tarian Leak Bali yang walaupun di tampilkan versi Magelangan pun ceritanya tetap sama dengan yang ada di bali. Bahkan di Magelang tarian leak bali ini pun di padukan dengan jaran kepang yang merupakan kesenian asli dari pulau Jawa. Kolaborasi perpaduan seni tari ini memang sangat unik dan layak untuk dinikmati para penikmat seni tari di mana saja. Walaupun berasal dari dua seni tari yang beda, di tangan para seniman-seniman ini tarian leyak bali menjadi sebuah kolaborasi yang serasi, sehingga dapat menambah khasanah seni dan budaya kita yang sangat adi luhung dan harus kita jaga akan ke Bhinekaannya. Karena dengan perbedaan ini malah memperkaya khasanah budaya Indonesia.(Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here