myimage.id | Om Swastiastu, Namo Buddhaya, wilujeng enjang, sedherek-sedherek. Istilah “mbarang” dikalangan para milenial mungkin sangat sedikit asing dan kurang popular. Tapi bagi remaja yang hidup dijaman tahun 1980 sampai tahun 1990 pasti mengenal dengan istilah “mbarang”. Tapi jangan kwatir karena gejala khususnya linguistik  selalu terjadi pada setiap generasi. Semua ini terlihat dalam Tari Ledhek Barangan yang sebuah pertunjukan tari kreasi baru, menceritakan tentang pentasnya sebuah kelompok penari dengan penabuh gamelan yang berpentas keliling kampung lengkap dengan pengeras suara untuk mencari uang  yang oleh masyarakat Blora disebut dengan mbarang (ngamen).Tari Ledhek BaranganKelompok mbarang ini biasanya terdiri dari beberapa laki-laki yang menabuh gamelan dan beberapa penari perempuan. Mereka keliling desa untuk mencari nafkah. Pada pertunjukannya kadang penari-penari ini mengajak para penduduk untuk menari bersama.Tari Ledhek BaranganTarian ini merupakan penggabungan dari Tari Tayub, Tari Sukoreno yang ditambah dengan tari tradisi kerakyatan asli Blora seperti Barongan. Barongan sendiri merupakan tari yang dalam pertunjukannya membawa topeng besar berbentuk harimau yang besar.Tari Ledhek BaranganTari Ledhek Barangan diciptakan oleh Warsidi, pada tahun 2008 atas dasar permintaan dari Pemkab Blora untuk dipentaskan di acara Duta Seni Pelajar se Jawa Bali mewakili Provinsi Jawa Tengah, dimana pada waktu itu masih menggunakan tajuk “Ledhek Barangan Gaya Baru”.Tari Ledhek BaranganWarsidi atau lebih akrap dikalangan para seniman Blora dipanggil dengan “Pak Kendul” yang lahir di Desa Balongsari, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, pada tanggal 27 Maret 1969. Beliau sekarang ini masih aktif di Unit Kerja Pranata Laboratorium Pendidikan, Fakultas Seni Pertunjukan, ISI Surakarta.Tari Ledhek BaranganBeberapa karya beliau yang menjadi master piece diantaranya Tari Barong Janggrung, Lodra Barong dan Derap Prajurit Narasingo Lodra. Memang selama ini beliau sangat konsisten dalam penggarapan seni tari kerakyatan terutama yang berhubungan dengan Barong yang asli dari Blora.Tari Ledhek BaranganTari Ledhek Barangan sangat cocok dipentaskan pada acara-acara kerakyatan, semacam festival tari kesenian, sedekah bumi, parade kesenian, parade budaya, kirab hari jadi Kota Blora, bahkan acara mantenan maupun supitan yang biasanya dilakukan untuk sebuah hajad di  dalam masyarakat.Tari Ledhek BaranganTari Ledhek Barangan dipentaskan dalam pertunjukan Kemilau Tari Jawa Tengah yang digelar di Gedung B6 Fakultas Bahasa dan Seni, Jurusan Pendidikan Seni Tari, Universitas Negeri Semarang, tepatnya pada tanggal 7 Desember 2019 pukul 09.00 wib sampai selesai, dengan dosen pembimbing Drs. Indriyanto, M.Hum, Drs. Bintang Hanggoro Putra, M.Hum, Dr. Restu Lanjari, S.Pd, M.Pd.Tari Ledhek BaranganKomposisi didalam tarian ini menggambarkan tentang kelompok Ledhek yang sedang mbarang (ngamen) dengan cara menari yang diiringi musik gamelan oleh kelompok laki-laki. Kelompok ini keliling desa dari pintu ke pintu masyarakat untuk mencari uang.Tari Ledhek BaranganGerak dalam Tari Ledhek Barangan mengambil ragam gerak tari Tayub khas Blora yang divariasi dengan beberapa tarian yang ada di Blora seperti Tari Sukoreno dan Barongan. Sedangkan pola lantainya variatif dan dinamis, mulai dari bentuk lengkung, lingkaran, diagonal, lurus dan broken.Tari Ledhek BaranganBusana yang dikenakan pada bagian kepala menggunakan sanggul tekuk Jawa khas Tayub Blora dengan ditambahi asesoris bunga melati, cundhuk mentul, sirkap dan sisipan. Pada bagian badan menggunakan kebaya dengan jarik motip garuda berwarna putih coklat.Tari Ledhek BaranganRiasannya menggunakan rias cantik yang berfungsi mempertegas peran atau karakter yang ingin ditampilkan yaitu untuk menarik penontonnya dengan properti sampur dan topeng harimau yang biasana di Blora disebut dengan Barongan.Tari Ledhek BaranganIringannya menggunakan gamelan klasik Jawa khas Blora yang digarap lengkap dengan pengrawitnya. Sedangkan gendhing-gendhingnya menggunakan khas Blora seperti, Krucilan, Kentrungan, Kethek Peper, Trethek, Walang Kekek, Gambyongan, Kijing miring, Orek-Orek, Arum Manis dan Dolanan Angon Bebek.Tari Ledhek BaranganTari Ledhek Barangan.

1Koreografer:Warsidi
2Penata Busana:Kurmadika Kostum, Ani Aurora Kebaya Makeup Wisuda
3Penata Rias:Kelompok Kontingen Blora
4Penata Iringan:Totok
5Tim Pengrawit:UKM Karawitan “Puspa Candra” UNNES
6Penari:
  1. Yusfie Jihan Safitri (2501417001)
  2. Dinda Dewi Ambarwati (2501417004)
  3. Dita Marsiana Puspitaningrum (2501417031)
  4. Irhamni (2501417054)
  5. Ernia Ayu Tri Astuti (2501417091)
  6. Ayu Putri Rizqi Rahmadhani (2501417118)
  7. Anindya Syafa’at Nur Isnaeni (2501417125)
  8. Suci Suryaning Tyas (2501417155)
7Pengrawit:Hera Masri’an, Langgeng Hidayatullah, Davisd Setiawan, Enggar Ardiandi Cahya, Sindhu Linguistika, Bagus Tri S, Iqrok Jordan Raiz, M. Dwiky Zakaria, Rizki Budi P, Rozana Vathki R, Anis, Dhanu Prastiyo, Endik Guntaris

Tari Ledhek Barangan“Sebuah sajian kesenian khas Blora berupa tari tradisi kerakyatan yang dikembangkan tanpa meninggalkan esensi akar aslinya, dalam bentuk tari kresi baru yang dipadukan dengan gendhing-gendhingnya. Semua ini merupakan sebuah tontonan yang komplit untuk memperkenalkan kesenian khas Blora”, ujar Dinda Dewi Ambarwati, selaku salah satu penari Tari Ledhek Barangan disela-sela acara. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here