myimage.id | Tari Malulo adalah sebuah karya tari yang menceritakan kebersamaan atau pergaulan yang terinspirasi dari kesenian budaya lokal di Sulawesi Tenggara dengan mengambil esensi sikap gerak Moese dan Nilulo pada tarian Lulo sebagai sumber penciptaannya.

Tari Malulo, tari kreasi baru, culture

Tari Lulo adalah sebuah tarian tradisional yang berasal dari suku Tolaki yang berdiam di Sulawesi Tenggara. Tarian ini sering sekali ditarikan dalam acara penyambutan tamu agung serta paling sering ditarikan setelah upara pernikahan yang dilakukan secara berkelompok.

Tari Malulo, tari kreasi baru, culture

Malulo adalah sebuah sajian karya tari study gerak yang dikemas dalam kareografi kelompok dengan mengkombinasikan gerak tradisi Lulo dengan pengalaman ketubuhan kareografernya yakni gerak tari Hip hop.

Tari Malulo, tari kreasi baru, culture

Tarian ini ditarikan dalam Gelar Karya Tugas Akhir Tari 2018 yang diselenggarakan di Auditorium Jurusan Tari, Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Jalan Parangtritis KM 6,5 Sewon Bantul, tepatnya pada tanggal 5 sampai 6 Juni 2018, mulai pukul 19.30 Wib sampai selesai.

Tari Malulo, tari kreasi baru, culture

Gelar Karya Tugas Akhir Tari 2018 pada tahun ini mengangkat tema “Spirit Tradisi Dalam Bingkai Modernisasi” yang mempunyai makna filosofis bahwa karya seni melalui keberagaman kreatifitas akan meningkatkan kualitas kepekaan seniman yang kemudian diharapkan mampu mendorong hadirnya karya-karya baru yang berembrio dari tari tradisional yang mempunyai kepekaan, kreativitas dan karakter dari para penciptanya.

Tari Malulo, tari kreasi baru, culture

Dulu awalnya tari Lulo ini digunakan untuk memuja Dewa padi yang  familiar disebut dengan Sanggoleo Mbae (istilah suku Tolaki) yang mana gerak dasar tarian ini menggambarkan orang menginjak padi untuk melepaskan dari batangnya.

Tari Malulo, tari kreasi baru, culture

Gerak Tari Malulo mengacu pada gerak tari Lulo dari sikap tangan (tangan moese) dan kaki (nilulo) yang dikembangan atau dipadu dengan gerak tari Hip hop yang merupakan perpaduan yang sangat dinamis antara elemen-elemen dari M Cing (lebih dikenal dengan rapping), D Jing, Breakdance dan Graffiti.

Tari Malulo, tari kreasi baru, culture

Busana yang dikenakan juga mengkombinasikan antara tradisi dengan modern, dimana tradisinya menggunakan sarung dengan elemen-elemen garis dengan dominan warna hitam, merah dan gold. Juga memakai kain khas Sulawesi Tenggara yang lebih dikenal dengan kain songket.

Tari Malulo, tari kreasi baru, culture

Riasannya pada tarian ini menggunakan make up korektif cantik dan gagah yang menonjolkan pada bagian mata yang disesuaikan dengan tema pagelaran ini yang mengharuskan penampilan yang tegas dan tajam.

Tari Malulo, tari kreasi baru, culture

Iringan pada Tari Malulo ini mengkombinasikan antara Gabus Buton yang lebih mengenalkan kesan tradisi Sulawesi Tenggara yang dikombinasikan musik midi terutama gong. Kesemuanya ini dikombinasikan dengan musik jaman sekarang yang kuat di elektricalnya untuk menghidupkan hip hopnya.

Tari Malulo, tari kreasi baru, culture

Tari Malulo

1Kareografer:Gandhies Fitriah Damayanti
Karya:Malulo
2Dosen Pembimbing:
  1. Dindin Heryadi, M.Sn

2. Dra. Daruni, M.Hum

3Penari:Dea Tri Rahmawati, Bella Asmanabillah, Lian Saputra, Rizal Adyanto, Ujangnia, Zita Pramesti
4Penata Musik:Muhammad Adnan Irfiyanto

Tari Malulo, tari kreasi baru, culture

Budaya Tradisional yang ada di Indonesia jumlahnya tidaklah tak terhingga yang mana bisa dijadikan inspiratif sebuah karya tari yang kreatif. Lewat generasi muda inilah maka Budaya Tradisional ini dapat dilestarikan dan dikembangkan secara nyata dalam bentuk tarian. Yang dulunya belum terlihat sekarang bisa lebih dilihat oleh masyarakat Indonesia secara nyata, serta budaya tradisional harus selalu dijaga sampai akhir hayat kita yang dapat dijadikan sebagai daya tarik pariwisata agar wisatawan asing mau datang ke Indonesia. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here