myimage.id | Om Swastiastu, Namo Buddhaya. Sugeng enjang sedherek-sedherek. Kehidupan manusia adalah sebuah anugerah dari Sang Pencipta. Segala langkah dalam kehidupan manusia telah digariskan, kita tinggal menjalankan dengan bimbinganNya. Ya, semua ini terlihat dalam Tari Mangastuti Pujo yang merupakan sebuah tari klasik gaya Yogyakarta yang didalamnya menceritakan tentang pengharapan manusia sebagai mahluk Tuhan yang selalu diingatkan untuk mensyukuri akan segala rejeki dan keselamatan yang diterimanya merupakan anugerah yang tidak terhingga.Tari Mangastuti PujoDalam menjalani hidupnya manusia selalu diingatkan manakala akan memulai maupun setelahnya dalam mengambil langkah, hendaklah selalui diiringi dengan doa pengharapan agar semua yang diinginkannya dapat terlaksana dengan baik, lancar dan damai berkat rahmat Yang Maha Kuasa.Tari Mangastuti PujoTarian ini secara khusus di ciptakan oleh Dr. KRT. Sunaryadi Maharsisworo, SST. M. Sn pada tahun 2019, yang ditampilkan dalam Pagelaran Tari Wisata Gaya Yogyakarta bersama dengan 4 repertoar tari klasik yang lainnya dengan durasi yang tidak panjang, menarik dan tidak membosankan sebagai bagian dari menarik wisatawan Yogyakarta.Tari Mangastuti PujoPagelaran ini diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata DIY yang bekerjasama dengan POS Aji Mataram Yogyakarta, pada hari kamis, tangal 19 Desember 2019 di rumah Budaya POSRAM Yogyakarta, Jl. Gedong Kiwo MJ I/886 Yogyakarta mulai pukul 19.00 wib sampai selesai.Tari Mangastuti PujoPusat Olah Seni dan Bahasa Retno Aji Mataram (POSRAM) adalah sebuah sanggar tari klasik gaya Yogyakarta dan tari modern yang berdiri pada tanggal 9 Juli 1984 yang didirikan oleh Dr. KRT. Sunaryadi Maharsisworo, SST. M. Sn. Sanggar tari ini mempunyai base camp di , Jl. Gedong Kiwo MJ I/886 Yogyakarta 55142- Indonesia.Tari Mangastuti PujoSelain menerima anggotanya untuk generasi anak-anak, juga untuk ibu-ibu yang umurnya diatas 50 tahun, yang di sanggar ini dibuatkan khusus tarian  mempelajari sesuai dengan umur anggotanya. Selain sebagai bagian dari ekspresi bagi orang tua , tarian ini dapat dijadikan healing atau terapi kesehatan bagi tubuh yang sudah tidak muda lagi.Tari Mangastuti PujoGelar Atraksi Tari Wisata Gaya Yogyakarta pada tahun ini sudah memasuki tahun ke 4 yang mana tema tahun ini mengusung tentang tari yang digunakan untuk paket wisata,selain ini juga pagelaran ini dapat dijadikan edukasi anak-anak milenial tentang susunan tari klasik yang di buat dengan rasa kekinian, tidak susah dengan harapan anak-anak milenial tertarik dan mau mempelajarinya.Tari Mangastuti PujoTari Mangastuti Pujo fungsinya sama dengan tari golek yang biasanya dipakai sebagai tari pembuka acara. Dr. KRT. Sunaryadi Maharsisworo, SST. M. Sn ingin melihat tarian ini disandingkan dengan tari golek. Inilah inspirasi dari beliau ketika menciptakan tarian ini, semua tari pembuka pastilah berisi tentang doa-doa harapan, tidak hanya di Yogya saja bahkan di Bali dan dimana saja sama.Tari Mangastuti PujoKomposisi didalam tarian ini mengandung makna tentang pengharapan manusia didalam kehidupan ini, dimana dalam setiap melangkah manusia selalu diiringi dengan doa-doa untuk keselamatan. Karena hanya dengan kepasrahan kepada Yang Maha Kuasa, manusia selalu berharap dijauhkan dari mara bahaya.Tari Mangastuti PujoGerak Tari Mangastuti Pujo mengambil dari ragam tari putri klasik gaya Yogyakarta, dimana semuanya di kreasi dan dikembangkan serta diolah dengan memperhatikan etika dan estetika tanpa meninggalkan esensi maupun pakem-pakem yang sudah ada. Karena durasinya pendek, maka pola lantainya sangat sederhana, seperti garis kekanan kekiri, maju kebelakang kedepan dan memutar membentuk lingkaran.Tari Mangastuti PujoBusana yang dikenakan pada bagian kepala banyak mengambil dari bentuk tari Srimpi dengan sedikit pengembangan, sedangkan pada bagian badan menggunakan lengan panjang yang terispirasi dari busana menak dengan jarik bermotip parang baris ceplok gordo yang dihiasi dengan klat bahu, kalung susun 3, slepe, sampur dengan motip cindhe.Tari Mangastuti PujoIringan menggunakan gamelan klaik Jawa, karena idiom atau imagenya dari tari klasik yang sudah ada pakemnya, pada tarian ini menggunakan struktur ladrang gathi, dimana disini semua klasik. Instrument mengunakan spirit dari instrument tari srimpi srimpi yang kali ini hanya ditambahi dengan tambur.Tari Mangastuti PujoTari Mangastuti Pujo

1Koreografer:Dr. KRT. Sunaryadi Maharsisworo, SST. M. Sn
2Penata Busana dan Rias:Dra. R. Ay Mary Condronegoro
3Penata Iringan:Bayu Purnama S.Sn, M.Sn dan Naung Sunu S.Pd Grup
4Penari:
  1. RAj. Sabrina Nurul Pritisari S. Psi
  2. Dewati Rhmayani S.Sn

Tari Mangastuti Pujo“Sebuah tari klasik baru yang digunakan sebagai tambahan repertoar keanekaragaman tari klasik gaya Yogyakarta, yang digunakan selain sebagai daya tari wisata juga sebagai bahan ajar tari klasik yang mudah dipelajari dengan harapan banyak disukai oleh ana-anak milenial”, ujar Dr. KRT. Sunaryadi Maharsisworo, SST. M. Sn disela-sela acara. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here