myimage.id | Om Swastiastu, Namo Buddhaya, wilujeng enjang, sedherek-sedherek. Keanekaragaman lokal wisdom yang hidup di masyarakat merupakan bagian dari budaya yang hidup di masyarakat, dapat digunakan sebagai inspirasi dalam membuat sebuah karya tari. Ya, salah satunya adalah Tari Mantram Aji yang merupakan sebuah tari tradisi yang didalamnya menceritakan tentang kearifan lokal yang menjadi mitos seperti sugesti, kepercayaan berupa ajian tenung yang sudah ada di dalam kehidupan pada jaman dahulu kala di Nusantara khususnya suku Jawa.Tari Mantram AjiKehidupan ini mengikuti fase animisme menuja fase dinamisme, dan hal ini semua tidak berubah sampai sekarang ini, dimana masyarakat masih mempercayai mitos ini sebagai bagian dari kebudayaan Nusantara. Sebuah tradisi budaya Jawa yang sudah hidup sejak Bangsa Indonesia belum lahir.Tari Mantram AjiTari Mantram Aji diciptakan oleh S. Cendhana Seta S.Pd bersama Indah Sri Laksito Ningrum S.Sn yang tergabung dalam Semarak Candrakirana Solo pada tanggal 30 Agustus 2019. Semua ini terinspirasi dari cerita ayah S. Cendhana Seta S.Pd tentang ajian tenung (ilmu gaib) yang pada jaman dahulu digunakan untuk menyerang orang lain dengan alasan tertentu.Tari Mantram AjiTari Mantram Aji ditampilkan pada pagelaran Semarak Budaya Indoneisa 2019  yang diselenggarakan oleh Pemuda Indonesia Kreatif (PIK) yang didukung oleh Sanggar Semarak Candra Kirana Art Center, PLN, ABG Production dan Disporapar Jawa Tengah di Dalem Joyokusuman, Jalan Gajahan, Gajahan, Kec. Pasar Kliwon Solo, Jawa Tengah, pada tanggal 29-30 Nopember 2019.Tari Mantram AjiDalem Joyokusuman dulunya Dalem Pangeran Joyokusuman, yang sekarang dikelola oleh Pemkot Solo untuk menjadi sebuah taman budaya Surakarta. Saat ini masih dalam tahap renovasi yang kedepannya dilengkapi fasilitas-fasilitas pendukung yang seterusnya diserahkan dan dikelola oleh Dinas Pariwisata Pemkot Surakarta. Diharapkan kedepannya tempat ini dijadikan ekspresi para seniman dan tempat berdiskusi yang berhubungan dengan keragama seni budaya Indonesia.Tari Mantram AjiPagelaran ini digagas pertama kali oleh Ibu Ira Kusumorasri, yang ingin membuat wadah sebagai ajang silaturahmi sanggar-sanggar yang ada di Solo yang kemudian malah berkembang se-Jateng dan Indonesia. Dan yang ditampilkan selalu karya-karya terbaik dari sanggar-sanggar yang tampil.Tari Mantram Aji

Tari Mantram AjiSemarak Candrakirana Surakarta merupakan sanggar tari yang didirikan oleh Dra. R.Ay Irawati Kusumorasri, M.Sn pada tahun 1998. Sanggar ini mengajarkan berbagai tarian mulai dari tari klasik, tradisional sampai kontemporer. Sampai sekarang sanggar ini menjadi salah satu sanggar tari yang syarat akan prestasi dan bahkan beberapa kali mengirim duta tari ke manca negara untuk mengikuti ajang seni budaya yang diadakan oleh Indonesia di luar negeri.Tari Mantram AjiKomposisi didalam tarian ini menggambarkan tentang ilmu tenung yang berhubungan dengan ilmu gaib di luar nalar manusia. Ini semua memperjelas bahwa hal-hal ini merupakan sebuah kearifan lokal, sebuah pesan moral bahwa ilmu tenung itu baik tidaknya tergantung manusia yang menggunakan yang semua bersandar kepada Yang Maha Kuasa.Tari Mantram AjiGerak Tari Mantram Aji menggunakan ragam gerak tari gaya Surakarta yang sudah dikembangkan atau biasa disebut dengan gaya kontemporer yang digabungkan dengan gerak tari kreasi baru yang semuanya tercipta sebuah tarian yang dinamis dan variatif.Tari Mantram AjiBusana yang dikenakan merupakan busana garapan yang didominasi warna merah dan emas. Semuanya ini melambangkan semangat/tekad yang bulat dan keagungan, sedangkan riasannya jenisnya riasan cantik dengan properti tusuk santet yang menyerupai tusuk konde dan gunungan wayang.Tari Mantram AjiIringan dan gendhing dalam tarian ini berpijak dari gamelan klasik Jawa dan gendhing-gendhing Jawa yang dikombinasi dengan alat-alat musik instrument diatonis seperti saxophone, terompet dan biola serta alat musik perkusi seperti jimbe dan rebana.Tari Mantram AjiTari Mantram Aji

1Persembahan:Semarak Candrakirana
2Koreografer:S. Cedhana Seta S.Pd
3Ass. Penata Tari:Indah Sri Laksito Ningrum S.Sn
4Penata Musik:Nanang Dwi Purnama S.Sn
5Penata Busana:Martini Ratna Istyaningsih S.Sn
6Penari:
  1. Desi
  2. Nila
  3. Iga
  4. Kambang
  5. Ara
  6. Rida
  7. Via
  8. Alfi
  9. Anggun

Tari Mantram Aji“Sebuah lokal wisdom yang diangkat dalam sebuah tarian tentang mitos Ajian Tenung, yang ini semua merupakan sebuah kearifan lokal yang diketahui oleh masyarakat luas sebagai bagian dari budaya Nusantara yang hidup di masyarakat Indonesia khususnya suku Jawa”, ujar S. Cedhana Seta S.Pd, selaku koreografer dalam tarian ini. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here