myimage.id | Om Swastiastu, Namo Buddhaya. Ngaturaken sugeng enjang sedherek-sedherek. Banyak sekali alam yang ada disekitar kita oleh para seniman dijadikan sebuah inspirasi dalam membuat sebuah karya, baik berasal dari mitos, cerita rakyat atau legenda sampai kehidupan nyata sehari-hari. Ya semua ini terlihat dalam Tari Mata Mitos yang merupakan sebuah tari kontemporer yang idenya mengambil dari mitologi Jawa yang menggambarkan tentang manusia berwajah binatang yang sering sekali dijadikan sebagai simbol-simbol tertentu didalam kehidupan ini.Tari Mata MitosTarian ini juga terinspirasi dari relief-relief yang tergambar jelas di candi-candi, yang pada hakekatnya tarian ini ternyata merupakan petilan dari tari yang lebih lengkap dengan nama Tari Bali Jawa (kembali ke Jawa), yang berisi tentang nilai-nilai leluhur manusia Jawa seutuhnya yang bersinergi dengan alam semesta didalam kehidupan ini.Tari Mata MitosTari Bali Jawa tercipta melalui riset, selain melihat ke candi-candi riset juga ketempat-tempat petilasan, melihat wujud Wayang Kekayon dan Motip Batik. Ada satu bagian di segmen ke lima dalam Tari Bali Jawa yang menceritakan tentang sosok-sosok manusia yang berwajah binatang. Dari segmen inilah kemudian dijadikan sebuah karya tari tersendiri dengan nama Tari Mata Mitos.Tari Mata MitosTari Mata Mitos adalah tari ciptaan dari Anter Asmorotedjo pada awal tahun 2018 yang beberapa kali dipentaskan dan di garap kembali untuk mendapatkan sebuah tarian yang lebih sempurna sesuai dengan yang diharapkan, yang semuanya ini digabung dalam bentuk komunitas tari bernama “Anterdans”.Tari Mata MitosAnter Asmorotedjo lahir di Yogyakarta, 13 April 1978, menekuni seni tari sejak kecil di kampung halamannya. Dalam usahanya menekuni dunia tari secara serius, Anter masuk di SMKI Yogyakarta, ISI Yogyakarta (1999), dan kemudian melanjutkan Pasca Sarjana (2015). Beberapa karya Anter diantaranya Colohok (2014), Suwung (2017) dan Portal (2017).Tari Mata MitosTari Mata Mitos ditarikan di Bedog Arts Festival 2019 yang diselenggarakan oleh Yayasan Banjarmili di Studio Banjarmili, tepatnya di Kali Bedog, Kradenan RT 04 RW 17, Banyuraden, Gamping, Sleman Yogyakarta pada tanggal 21 September 2019, yang bekerjasama dengan Pemerintah DIY melalui Dana Istimewa.Tari Mata MitosKomposisi di dalam Tari Mata Mitos mengandung makna tentang penyampaian nilai-nilai leluhur Jawa yang memberikan gambaran secara jelas tentang sinergisitas mahluk hidup didunia ini dari manusia, binatang, tumbuhan dan alam semesta yang saling mengisi, tidak saling merusak dan saling menguntungkan dalam kehidupan ini.Tari Mata MitosGerak dalam tarian ini sifatnya improvatoris yang sudah terpola dan disiapkan lebih dahulu geraknya. Dilakukan secara bersama-sama, walaupun semua gerakan itu tidak harus seragam karena masing-masing penari membawa karakter yang berbeda-beda. Sedangkan pola lantainya pun menyesuaikan dengan kondisi panggung dengan latar belakang yang unik, dan ini benar-benar di manfaatkan dalam tarian ini.Tari Mata MitosBusana yang dikenakan menggunakan konsep daur ulang, berupa kain-kain bekas (kain perca), kulit tumbuhan yang didesain sedemikian rupa menjadi sebuah busana yang simple tapi menarik, yang kesemuanya dibuat yang dalam tarian ini menambah karakter dan tidak mengganggu gerak tari yang dibawakan. Property yang digunakan berupa topeng dan ada satu obor.Tari Mata MitosAda yang unik di dalam penggunaan property dimana ada satu topeng bentuknya hanya satu mata yang menyimbolkan Puser Bumi. Ini terlihat pada saat adegan awal, ada satu penari yang dikelilingi oleh 4 sosok yang digambaran sebagai empat penjuru mata angin, yang semuanya ini inspirasinya didapat saat mengunjungi Gunung Tidar Magelang.Tari Mata MitosIringan musiknya lebih menfokuskan pada penciptaan suasana yang diinginkan dengan komposisi musik yang menghadirkan bunyi-bunyian sintesis yang ditambah dengan suara bedug, gong dan ucapan mantra-mantra Jawa sebagai bagian dari aksentasi sekaligus sebagai tanda bahwa ini semua berlatar belakang Spirit Jawa.Tari Mata MitosTari Mata Mitos.

1Persembahan:Anterdans
2Koreografi:Anter Asmorotedjo
3Penata Musik:Bagus Masazupaa
4Penata Busana:Anter Asmorotedjo
5Penari:
  1. Anang Wahyu Nugroho
  2. Dwi Widodo
  3. Irwanda Putra
  4. Subekti
  5. Hangga Oka
  6. Widi Pramono
  7. Bima Arya Putra
  8. Rohadi
  9. Anas
  10. Ilham
  11. Gitya Bima
  12. Oky Bagas
  13. Nugroho
  14. Yoga

Tari Mata Mitos“Penonton diberikan kebebasan untuk melihat dan menafsirkan sendiri terhadap tarian ini, tapi yang jelas tarian ini menyesuaikan tema festival, yang bertajuk “Satu Dalam Keragaman”, berupa perdamaian, persahabatan dalam bentuk sinergisitas antar mahluk hidup didunia ini”, ujar Anter Asmorotedjo selaku koreografer tarian ini lepas acara festival. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here