myimage.id | Om Swastiastu, Namo Buddhaya, sugeng enjang kadang sederek sedulur, mugi-mugi rahayu ingkang tansah pinanggih. Tari tradisional Bali banyak menggambarkan atau mencerminkan tentang identitas kehidupan manusia dalam bentuk konteks pertunjukan yang dikaitkan dengan pendidikan dalam mewujudkan kontrol diri, yang oleh masyarakat Bali dianggap penting bagi identitas mereka. Seperti tercermin dalam Tari Nelayan yang merupakan tari tradisional dari Pulai Bali yang didalamnya menceritakan tentang kehidupan atau aktiftas nelayan dalam menangkap ikan di laut.Tari Nelayan, cultureTarian ini diciptakan oleh I Ketut Merdana pada tahun 1960 di desa Kedisan, Kabupaten Buleleng yang dapat dikategorikan sebagai tarian kelompok yang diiringi oleh gamelan klasik Bali Gong Kebyar.Tari Nelayan, cultureDalam menciptakan tarian ini beliau sangat terinspirasi terhadap kehidupan masyarakat nelayan di Buleleng yang memang sebagain besar kehidupan masyarakatnya adalah nelayan dan kemudian diterjemahkan dalam bentuk bahasa.Tari Nelayan, cultureTari Nelayan ini ditarikan di acara 3SKS di ISI Yogyakarta, yang merupakan gabungan atau kolaborasi 3 KKM yang ada di Himpunan Mahasiswa Jurusan Tari ISI Yogyakarta  yaitu Seminar, Kedai Joged (dalam bentuk workshop tari) dan puncaknya Sepatu Menari, yang dilaksanakan dari tanggal 16-17 November 2018.Tari Nelayan, cultureAcara 3SKS pada tahun ini mengambil tema “Sapto Manunggal Ing Roso” yang artinya dalam acara ini akan tampil 7 kelas dengan tarian dari 7 etnis yang berbeda mulai dari Yogyakarta, Kalimantan, Sunda, Bali, Padang, Batak dan Jawa, dimulai pukul 20.00-23.00 wib.Tari Nelayan, cultureKomposisi dalam Tari Nelayan ini ada beberapa yang menggambarkan tentang kerjasama didalam mencari ikan, dimana kita hidup tidak bisa lepas dari orang-orang yang ada di sekitar kita yang pada akhirnya hidup guyup rukunlah yang kita butuhkan.Tari Nelayan, cultureDalam komposisi internalnya, tarian ini ada pesan dalam nyanyiannya “mari kawan kita mulai bekerja gotong royong bersama menangkap ikan” yang menandakan tekad  yang bulat dari para nelayan untuk menangkap ikan tanpa harus merusak ekosistem laut.Tari Nelayan, cultureGerak dalam Tari Nelayan ini menggunakan ragam gerak tari tradisional Bali, seperti ulap-ulap yang terasa verbal sekali, menggambarkan tentang aktivitas mendayung, menebar jala, tertusuk duri ikan dan berbagai gerakan tubuh lainnya dengan gemulai, dengan pola lantai berbentuk segitiga dengan tiga penari.Tari Nelayan, cultureBusana yang dikenakan terbagi menjadi 2, dimana pada penari prianya menggunakan ikat kepala yang disebut dengan udeng, rumbing, badong, sabuk lilit, apok-apok, kamen (jarik), celana, gelang kane dan klat bahu. Sedangkan penari wanitanya memakai lelunaan yang merupakan ciri khas wanita Bali jaman dahulu, angkin, sabuk lilit dan jarik dengan riasan cantik.Tari Nelayan, cultureIrama yang mengiringi Tari Nelayan menggunakan gong gebyar laras pelog (gamelan klasik Bali) dengan irama yang rancak (ngebit) diawalannya, dimana alat musik yang paling dominan adalah bunyi dari gangse (saron) dan ugal.Tari Nelayan, cultureTari Nelayan

1Persembahan:ISI Yogyakarta, Kelas A 2016
2Penari1. I Nyoman Tri Agus Yudha (Koming)

2. Putri Lestari

3. Nurrachmadinda

Tari Nelayan, cultureSebuah tarian yang memberikan kita pelajaran hidup dalam mencari ikan di laut, yang membutuhkan kerjasa sama (gotong royong) yang pada hakekatnya menggunakan sistem alami tanpa merusak ekosistem laut itu sendiri. Ini semua sangat berguna untuk kelangsungan biota laut serta untuk warisan anak cucu kita, ujar I Nyoman Tri Agus Yudha (Koming). (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here