myimage.id | Om Swastiastu, Namo Buddhaya. Salam hangat, sehat dan sejahtera. Hidup manusia selalu diwarnai dengan cahaya gelap dan terang, dan ritus hidup yang kita jalani yang menentukan adalah diri kita bukan orang lain. Banyak pengorbanan untuk mencapai kesempurnaan dan itu tidak mudah, terus berusaha dengan merasakan panggilan hati kepada Sang Pencipta. Ya, semua itu terangkum dalam Tari Ngaji Rasa yang merupakan sebuah tari kontemporer yang menceritakan tentang kehidupan manusia sampai dia menemukan hijrahnya sendiri, apa yang disandang didunia ini (harta, pangkat dan kedudukan), kalau sudah pada waktunya (mati), hanya amalan hidup yang menjadi bekal menghadap Sang Pencipta.Tari Ngaji RasaPada taraf kehidupan religius, manusia menghayati dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta melalui ketakwaan, maka kesempurnaan hidup akan tercapai. Kegelisahan dan keraguan akan menjauh dari diri kita, dan kita semakin dekat dengan Sang Maha Pencipta.Tari Ngaji RasaTarian ini merupakan ciptaan dari Iing Sayuti, yang diciptakan pada tahun 2019. Sejarah terciptanya tarian ini adalah dengan melihat kehidupan manusia sehari-hari dilingkungannya yang selalu diwarnai warna hitam dan putih. Dengan sense of mission dan sense of responsibility sebagai seorang seniman yang terus dikembangkan dalam dirinya, Iing Sayuti mengeksplore semuanya ini.Tari Ngaji RasaIing Sayuti lahir di Cirebon, tanggal 3 bulan Oktober, menekuni bidang seni tari sejak kecil dan sampai sekarang masih sangat konsisten di bidangnya. Dalam menekuni dunianya sudah melalang buana di Indonesia, beberapa karya yang menjadi master piecenya diantaranya Sintren Asmaraloka, Taksu, dan Sepayung Mandala.Tari Ngaji RasaTari Ngaji Rasa di tampilkan dalam event Asia Tri Jogja 2019 pada hari kedua yang diselenggarakan oleh Komunitas Jaran Production yang bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta, yang diselenggarakan selama dua hari, tanggal 24-25 September 2019 di Rumah Petroek Hargobinangun, Pakem, Sleman, Yogyakarta mulai pukul 18.30 wib sampai selesai.Tari Ngaji RasaKomposisi di dalam tarian ini menggambarkan keseimbangan didalam kehidupan manusia, dimana ada kehidupan baik dan buruk, tapi manusia dengan tekad yang bulat berbuat yang baik dengan bimbingan Sang Pencipta. Semua ini harus di sadari oleh kita, bahwa inilah yang terjadi di dalam kehidupan ini. Kesucian diri, menemukan hati untuk berhijrahlah (gambaran kain putih memanjang terbentang) yang semua manusia inginkan tergambar disini.Tari Ngaji RasaRagam gerak dalam tarian ini sangat variatif dimana menggabungkan dua genre gerakan antara gerak pencak silat dan tari topeng Panji. Tapi intinya menekankan pada beberapa tekanan spesifik seperti pacak gulu, kemudian gerakan obah lambung atau gerakan menggunakan gerakan perut, kemudian gerakan patah-patah untuk menghidupkan karakter, yang semua gerakan tersebut diramu menjadi satu dengan gerak pencak silat.Tari Ngaji RasaBusana yang dikenakan sangat simple, dengan maksud agar gerakan penari tidak terganggu, karena disini geraknya sangat dinamis dan variatif yang membutuhkan gerakan yang bebas. Property yang digunakan berupa pendil yang berisikan air yang menggambarkan tentang kesucian dan kain putih yang menggambarkan tentang perjalanan hati manusia kepada Sang Pencipta.Tari Ngaji RasaInstrumen yang mengiring Tari Ngaji Rasa ini menggunakan iringan musik Turkey Instrument yang lebih menekankan pada permainan alat petik seperti gitar dan rebab yang di tepuk dengan tangan, yang semuanya itu benar-benar menyatu dengan gerakan penarinya yang telah digarap dan dikembangkan dengan menyesuaikan iringannya.Tari Ngaji RasaTari Ngaji Rasa.

1Persembahan:Iing Sayuti
2Koreografer:Iing Sayuti
3Penata Busana:Iing Sayuti
4Penari:Iing Sayuti

Tari Ngaji Rasa“Sebuah tari yang diperuntukan bagi para penonton tentang sebuah perjalanan hidup manusia yang tergambar jelas secara visual, dimana manusia dalam perjalannya pada satu titik akan menemukan jati diri menuju atau hijrah kepada Sang Pencipta, enak dan tidak bertele-tele”, ujar Danang salah satu penonton Asia Tri Jogja 2019 dari Kota Yogyakarta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here