myimage.id | Tari Nostalgia Rahwana merupakan  sebuah tarian karya Supadma yang menceritakan tentang kejayaan masa lalu kadang sulit dilupakan, bahkan inginnya selalu dipertahankan sampai kapan pun. Tarian ini dijadikan tarian pembuka pada acara Gelar Karya Dosen 2017 di Auditorium Jurusan Tari, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesi Yogyakarta. Jalan Parangtritis KM 6,5 Sewon, Bantul Yogyakarta pada tanggal 11 November 2017.

Tari Nostalgia Rahwana

Sebuah tarian yang menggabungkan unsur teatrikal dengan unsur  gerak tari yang komposisinya sangat bagus dan saling melengkapi. Diawal tarian dibuka dengan gerakan tari yang mengadopsi gerak tari keprajuritan dimana 4 penari menarikan dengan gerak yang kompak dan artistik yang dipadu dengan lighting yang keren.

Tari Nostalgia Rahwana

Makna yang terkandung di dalam Tari Nostalgia Rahwana sangat dalam, kekaguman akan sesuatu hal kadang membuat selalu ingin mempertahankan, tapi namanya manusia pasti ada batasnya, dan hal ini tidak mungkin. Dengan kata lain,

tidak ada yang abadi di dunia ini

Tari Nostalgia Rahwana

Hal ini sangat disadari betul oleh Supadmo dalam tarian ini dan digambarkan dimana dia melakukan gerakan-gerakan tarian yang penuh semangat (ekspresif), kaki diangkat dengan gerak badan dan tangan full power bisa diistilahkan masih petakilan. Tapi namanya ngunduri umur atau umur semakin bertambah, maka hal ini harus disadari sudah bukan waktunya  lagi melakukan gerakan-gerakan tarian seperti ini. Orang semakin tua harus sareh, sabar dan menep.

Tari Nostalgia Rahwana

Memang cita-cita yang belum tercapai harus selalu diupayakan. Dalam tarian ini tergambar dengan jelas makna akan hal tersebut. Diiringi musik gamelan musik khas tarian Jawa, Tari Nostalgia Rahwana karya Supadma mengalir dengan enaknya untuk dinikmati oleh para penonton yang sebagian besar para Mahasiswa ISI Yogyakarta, para Dosen (pembina pembimbing) Jurusan Tari, Fakultas Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta bahkan para penonton atau masyarakat pemerhati seni budaya Indonesia.

Tari Nostalgia Rahwana

Tari Nostalgia Rahwana memadukan unsur klasik dan modern dalam hal busananya. Dan yang patut diajungi jempol di dalam tarian ini Supadman menghadirkan anak-anak kecil untuk dilibatkan di dalam tarian ini. Sebuah pembelajaran bagi kita semua, seni dan budaya yang ada sekarang ini hendaklah dapat kita tularkan kepada generasi yang lebih muda , agar kelangsungan warisan budaya ini akan selalu berlanjut sampai kapanpun.

Tari Nostalgia Rahwana

Interaksi yang dilakukan antara pemain senior dengan yang masih muda berlangsung dengan atraktifnya, mengalir secara apa adanya (alami). Bahkan disini di perlihatkan, walaupun para pemain muda-muda ini dengan kastum kekinian tapi jangan salah sangka mereka  tahu akan seni menari klasik. Bahkan mereka mampu menampilkan tarian-tarian klasik Jawa dengan anggun dan lugasnya.

Tari Nostalgia Rahwana

Tari Nostalgia Rahwana

Penata Tari:Supadma
Penari:Anon Suneko, Momo, Nathan, Damay, Bumi, Erwan, Bekti, Anggoro, Danu Angsada, Bekti Budi Astuti, Agung Aji, Agung Harwanto, Yuridi, Feni
Penata Musik:Agung Harwanto
Pemusik:Kelik, Panji, Muridi, Hariyono, Dias, Lukman, Feri, Saptono, Ageng, Ibu Kasilah, Ibu Wahyu, Asrah

Tari Nostalgia Rahwana

Tari Nostalgia Rahwana memberi kita makna bahwa seni dan budaya merupakan harta yang tak ternilai harganya, maka perlu di lestarikan dan diwariskan bagi generasi selanjutnya. Cita-cita yang belum tercapai harus selalu diupayakan untuk mencapainya tanpa kecuali anak, cucu untuk meraihnya. Dan semua ini kembali kepada kita yang mau tidaknya melakukan itu semua. Baik buruk itu semua tergantung dari siapa yang mendapatkan dan melanjutkan di kemudian harinya. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here