myimage.id | Om Swastiastu, Namo Buddhaya, sugeng enjing, sugeng kewarasan sedoyo. Nilai kemajemukan yang ada di bumi Nusantara merupakan sebuah keanekaragaman yang hidup dimasyarakat Indonesia dan semua itu harus kita jaga dalam kebersamaan serta keutuhan, jangan sampai dinodai oleh beberapa pihak yang tidak senang dengan keutuhan ini. Semua ini tergambar dari Tari Palapa yang merupakan sebuah tari garapan baru yang berorientasi pada nilai tradisi budaya Jawa Tengah yang di dalamnya menceritakan tentang semangat kebersamaan dalam membangun bumi Nusantara Indonesia.Tari PalapaTarian ini mengekspresikan semangat kebersamaan sesuai dengan isi sumpah Palapa yang dilakukan Patih Gajah Mada dalam menyatukan bumi Nusantara. Semangat ini sampai sekarang masih terasa kuat bagi bangsa Indonesia yang selalu nguyup rukun menjaga persatuan dan kesatuan dengan segala kemajemukan masyarakatnya yang diwujudkan dengan “Bhineka Tunggal Ika”.Tari PalapaTari Palapa merupakan tarian ciptaan Waket Prasudi Puger S.Pd yang masuk dalam tarian jenis berkelompok yang mengusung tema “Menari dalam kebersamaan”. Semua ini terinspirasi dari beberapa kejadian beberapa belakangan ini dengan adanya konflik SARA yang ada di bumi Nusantara, ada beberapa pihak yang mau mengganggu keutuhan semangat kebersamaan Bangsa Indonesia.Tari PalapaTari Palapa ditampilkan oleh Sanggar Satria Wonosobo di Pagelaran Semarak Budaya Indoneisa 2019 (SBI 2019)  yang diselenggarakan oleh Pemuda Indonesia Kreatif (PIK) yang didukung oleh Sanggar Semarak Candra Kirana Art Center, PLN, ABG Production dan Disporapar Jawa Tengah di Dalem Joyokusuman, Jalan Gajahan, Gajahan, Kec. Pasar Kliwon Solo, Jawa Tengah, pada tanggal 29-30 Nopember 2019.Tari PalapaDalem Joyokusuman dulunya Dalem Pangeran Joyokusuman, yang sekarang dikelola oleh Pemkot Solo untuk menjadi sebuah taman budaya Surakarta. Saat ini masih dalam tahap renovasi yang kedepannya dilengkapi fasilitas-fasilitas pendukung yang seterusnya diserahkan dan dikelola oleh Dinas Pariwisata Pemkot Surakarta. Diharapkan kedepannya tempat ini dijadikan ekspresi para seniman dan tempat berdiskusi yang berhubungan dengan keragaman seni budaya Indonesia.Tari PalapaPagelaran ini digagas pertama kali oleh Ibu Ira Kusumorasri, yang ingin membuat wadah sebagai ajang silaturahmi sanggar-sanggar yang ada di Solo yang kemudian malah berkembang se-Jateng dan Indonesia. Dan yang ditampilkan selalu karya-karya terbaik dari sanggar-sanggar yang tampil.Tari PalapaSanggar Satria Wonosobo berdiri pada tanggal 17 Juli 1998 beralamat di Jl. Pakuwojo No.10 Sumberan Barat, RT 02, RW 02, Gg.Sasongko, Kelurahan Wonosobo Barat, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Wonosobo, yang memfokuskan dalam pelatihan Seni Tari, Wayang Orang, Kethoprak, dan Rias Busana. Beberapa karya sanggar ini diantaranya Tari Jurit Pengeran, Tari Topeng Lengger Jangkrik Genggong, Tari Bocah Dolanan, Tari Wayang Bocah, Tari Bocah Sekolah, Tari Wanara Cantrik, Tari Illegaloging, Tari Pesona Carica dan Tari Bocah Nggunung.Tari PalapaKomposisi didalam tarian ini emnggambarkan tentang keseimbangan di dalam kehidupan Bumi Nusantara, dengan bentuk-bentuk lingkaran yang melambangkan semangat dan tekad yang bulat dalam menjaga keutuhan Bumi Nusantara.Tari PalapaGerak tarian ini mengambil ragam gerak tari tradisi Wonosoboan yang dipadu dengan tari gaya Surakarta. Dari penggabungan ke 2 ragam gerak tari ini, maka tercipta sebuah bentuk tarian prajurit yang gagah, greget atau semangat dalam usahanya menghilangkan unsur SARA di Bumi Nusantara.Tari PalapaBusana yang dikenakan mengusung konsep garapan yang terinspirasi dari busana tradisional Jawa Tengah perpaduan gaya Wonosoboan dan Surakarta, dimana pada bagian kepala menggunakan iket, plisir kepala, kalung ndeso, pada badan menggunakan baju lengan pendek dengan sabuk warna hitam, epek timang, pada bagian bawah menggunakan celana ¾, jarik dan gelang kaki. Riasan menggunakan karakter gagah dengan properti pedang dan tombak serta 4 buah bendera warna biru.Tari PalapaIringan musik yang mengiringi tarian ini menggunakan gamelan klasik Jawa laras pelog khas Wonosobo (instrument Bende) yang dipadu dengan Surakarta dengan gendhing-gendhing yang isinya Sumpah Palapa yang bercerita tentang semangat untuk menjaga keutuhan bumi Nusantara.Tari PalapaTari Palapa.

1Persembahan:Sanggar Satria Wonosobo
2Koreografer:Waket Prasudi Puger S.Pd
3Penata Iringan:Lumbini Trihasto S.Kar
4Penata Busana/Rias:Paimin S.Sn
5Penari:
  1. Agus Dwiyanto
  2. Ndoha Arya Mustofa
  3. Arif Rahmanto
  4. Dwi Ahmad Aldi
  5. Khoirul Mawahib
  6. Sandi Asmoro
  7. Rendi Hidayat
  8. Choirul Adi Wibowo
  9. Purbojati

Tari Palapa“Keutuhan Bumi Nusantara adalah harga mati bagi kita semua. Kemajemukan adalah nilai keistimewaan Bangsa Indonesia, walaupun kita berbeda-beda dari adat, seni budaya, agama dan suku tetapi kita bersatu dalam naungan Indonesia yang tergambar dalam Bhineka Tunggal Ika”, ujar Waket Prasudi Puger S.Pd selaku koreografer tarian ini disela-sela acara. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here