myimage.id | Om Swastiastu, Namo Buddhaya. Sugeng enjing sedherek-sedherek. Sebuah pagelaran anak-anak milineal di gelar dalam tajuk Asean Schools Games (ASG) 2019 di Semarang. Disini sebenarnya bukan hanya prestasi sebagai tujuan utamanya , tetapi lebih ke persahabatan, kebersamaan, spirit dan respect yang semuanya ini mempererat persatuan antar bangsa. Selain itu ajang ini juga sebagai bagian promo Bangsa Indonesia khususnya Propinsi Jawa Tengah untuk mempromosikan seni budaya dan pariwisatanya. Semua ini terlihat dalam Tari Pesona Jawa Tengah yang merupakan sebuah tari tradisi yang memberikan gambaran tentang keragaman dan kekayaan seni budaya yang dimiliki oleh Jawa Tengah, mulai dari kerajinan topeng, batik, wayang, keris serta warag dalam olahan gerak tubuh yang mempesona.Tari Pesona Jawa TengahInilah keragaman dan kekayaan alam yang kita punyai yang harus kita jaga, lestarikan dan kembangkan secara nyata dengan mengikuti perkembangan jaman, yang bagi generasi milineal, ditangan merekalah semua ini akan tertumpu. Sebuah kekayaan yang tidak terbatas yang hanya di punyai Bangsa Indonesia, khususnya Jawa Tengah.Tari Pesona Jawa TengahTari Pesona Jawa Tengah kali ini ditampilkan di ajang Pembukaan Asean Schools Games (ASG) 2019 yang digelar di Stadion Holy Terang Bangsa Schools Semarang pada hari Kamis, tanggal 18 Juli 2019, yang rencananya akan ditutup di pelataran Candi Borobudur, Magelang Jawa Tengah pada tanggal 24 Juli 2019.Tari Pesona Jawa TengahAsean Schools Games (ASG) 2019 merupakan sebuah ajang anak-anak milineal dalam meraih prestasi olah raga yang pada tahun ini penyelengaraannya sudah ke 11 kali. Selain sebagai ajang prestasi, ajang ini digunakan sebagai ajang persahabatan dan secara khusus digunakan sabagai sarana pengenalan budaya terutama yang ada di Jawa Tengah.Tari Pesona Jawa TengahTari Pesona Jawa Tengah diciptakan oleh Yoyok B. Priyambodo, yang selama ini dikenal sebagai pimpinan Sanggar Greget Semarang yang pertama kali ditampilkan waktu road show di Kota Makasar pada tahun 2012, yang setiap tahunnya selalu mengalami perubahan. Semua ini dimaksudkan untuk memperoleh kesempurnaan dalam tari yang di kehendaki beliau selama ini.Tari Pesona Jawa TengahSanggar Greget Semarang beralamat di Jl Pamularsih I no 2-G, Semarang, dipimpin oleh Yoyok B. Priyambodo yang lahir pada tanggal 25 April 1966 di Semarang. Belajar menari dari orang tuanya (Bpk/Ibu Soedibyo) di Sanggar Tari Kusuma Budaya pada tahun 1972. Kemudian pada tahun 1982 bersama keluarganya mendirikan Sanggar Greget Wilang, tapi kemudian berganti nama menjadi sanggar Greget pada tahun 1992 sampai sekarang.Tari Pesona Jawa TengahKomposisi di dalam tarian ini sangat dinamis dan variatif sekali, dimana panggung yang digunakan benar-benar dimaksimalkan dalam tarian ini. Panggung atas dan bawah di blog dengan bagusnya, sehingga secara keseluruhan terlihat serasi dan pas, antara penari dan luas ruangan sangat perfect sekali.Tari Pesona Jawa TengahGerak dalam tarian ini juga sangat variatif sekali dimana geraknya mengacu pada ragam tari tradisi Jawa Tengah gaya Surakarta yang didalamnya disisipi pengembangan-pengembangan sedikit yang bertujuan untuk menyesuaikan tema yang ada di Pembukaan Asean Schools Games (ASG) 2019.Tari Pesona Jawa TengahBusana yang dikenakan terbagi menjadi 2, dimana busana yang digunakan para penari putra menggunakan busana keprajuritan, sedangkan busana pada penari putri menggunakan busana tradisi Jawa berupa kebaya yang mempunyai kesan keanggunan putri Jawa.Tari Pesona Jawa TengahProperty yang digunakan juga menggunakan ornamen-ornamen sebagai simbol tentang kekayaan keragaman seni budaya Jawa Tengah, seperti patung warag ngendog, batik, topeng, keris. Semuanya ini untuk memperkuat karakter tarian ini.Tari Pesona Jawa TengahIrama gendhing yang mengiringi Tari Gunungan ini menggunakan gamelan klasik Jawa dengan gendhing bentuk komposisi lancaran ¾ yang isinya menggambarkan tentang keragam seni budaya yang di miliki oleh Bangsa Indonesia khususnya Jawa Tengah.Tari Pesona Jawa Tengah“Keberagaman seni budaya Indonesia yang mempunyai perbedaan ras, suku, agama dan golongan malah menjadi kekayaan yang tidak dipunyai bangsa lain didunia ini, hanya di Indonesia yang ada. Semua ini terlihat dari busana, lagu dan tarian yang tersaji di dalam Pembukaan Asean Schools Games (ASG) 2019”, ujar Yoyok B. Priyambodo selaku pimpinan Sangar Greget Semarang. (Soebijanto/reog biyan).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here