myimage.id | Om Swastiastu, Namo Buddhaya, wilujeng enjang, sedherek-sedherek. Sebagian dari tari tradisi yang semula dikenal sangat popular di kalangan Kraton, kini banyak yang hilang. Sementara lagi yang hidup (survive) dan berkembang berdampingan dengan pertumbuhan berbagai macam bentuk koreografer baru yang kekinian. Ya, semua ini terlihat dalam Tari Ranggawis yang merupakan tari tradisi kerakyatan yang dalam pementasannya memperlihatkan kekompakan antara penari dan pemusik dalam satu panggung yang ditunjukan dengan keselarasan antara musik dan tariannya yang menyatu yang dibuat kekinian, sehingga enak untuk dinikmati semua kalangan.Tari RanggawisDalam bahasa Sansekerta kata Ranggawis mempunyai makna, dimana Rangga berarti Panggung dan Wis berarti Wisanggeni. Tarian ini berpijak pada kesenian khas calung lengger Banyumasan yang sudah digarap secara kekinian dengan harapan agar memikat anak-anak milenial untuk mencintai tradisi ini.Tari RanggawisTari Ranggawis merupakan tari ciptaan Susiati S.Sn pada tahun 2018, yang pertama kali ditampilkan pada acara pembukaan Expo Purbalingga di GOR Guntur Darjono Purbalingga. Awalnya dulu sebelum tersusun tarian ini, sebenarnya dari penata musik Wendo Setiyono S.Sn sudah membuat karya musik rampak kendang dan calung. Tetapi karena permintaan dari panitia harus ada tariannya, maka terciptalah tarian ini.Tari Ranggawis

Tari RanggawisSusiati S.Sn salah satu alumni ISI Surakarta yang lahir tanggal 11 Pebruari 1982 di Kota Banjarnegara, Jawa Tengah. Sejak kecil sangat intens didunia seni terutama seni tari. Beberapa karya tari yang telah di ciptakan diantaranya Tari Ngoser, Tari Lenggasor dan Tari Rongtek.Tari RanggawisTari Ranggawis sangat cocok dipentaskan sebagai tari pembuka pada acara-acara kerakyatan, semacam festival tari kesenian, sedekah bumi, parade kesenian, parade budaya, kirab hari jadi Kota Purbalingga, bahkan acara mantenan maupun supitan yang biasanya dilakukan untuk sebuah hajad di  dalam masyarakat.Tari RanggawisTari Ranggawis dipentaskan dalam pertunjukan Kemilau Tari Jawa Tengah yang digelar di Gedung B6 Fakultas Bahasa dan Seni, Jurusan Pendidikan Seni Tari, Universitas Negeri Semarang, tepatnya pada tanggal 7 Desember 2019 pukul 09.00 wib sampai selesai, dengan dosen pembimbing Drs. Indriyanto, M.Hum, Drs. Bintang Hanggoro Putra, M.Hum, Dr. Restu Lanjari, S.Pd., M.Pd.Tari RanggawisKemilau Tari Jawa Tengah adalah sebuah format ujian pada mata kuliah Tari Daerah Jawa Tengah II dari mahasiswa Jurusan Pendidikan Sendratasik, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang.Tari RanggawisKomposisi didalam tarian ini menggambarkan tentang kekompakan dan kebersamaan di dalam masyarakat, walaupun ada perbedaan pendapat, semua ini bisa di selesaikan dengan pikiran yang tenang sehingga tidak memunculkan konflik yang berkepanjangan yang merugikan masyarakat itu sendiri.Tari RanggawisGerak dalam tarian ini berpijak pada ragam tari gaya Surakarta dan Banyumasan yang dikombinasikan dengan Jaipongan. Secara geografis karena berdekatan dengan Jawa Barat maka unsur gaya Jaipongan ikut melekat pada tarian ini, dan Jaipongan mempunyai daya tarik tersendiri. Untuk gerak dasarnya menggunakan tari gaya Banyumasan, sedangkan gaya Surakarta dipakai sebagai ciri atau identitas Jawa Tengah, dengan pola lantai yang sederhana karena ini merupakan tari tradisi kerakyatan.Tari RanggawisBusana yang dikenakan, pada bagian kepala menggunakan sanggul keong krucut dengan asesoris bunga-bunga, pada badannya menggunakan mekak lenggeran dengan jarik wiron dengan asesoris klat bahu, riasannya menggunakan rias cantik.Tari RanggawisIringannya menggunakan seperangkat gamelan klasik Jawa khas Banyumasan seperti calung, kendang, kenong, slenthem gambang dan gong yang digarap secara kekinian dengan harapan untuk mendapatkan suasana yang diharapkan.Tari RanggawisTari Ranggawis

1Koreografer:Susiati S.Sn
2Komposer:Wendo Setiyono S.Sn
3Penata Busana dan Rias:Febrianto Kontingen Purbalingga
4Penari:
  1. Febrianto
  2. Novi Yulia
  3. Angga Sabtia Arin Rahmandasari
  4. Ajeng Melinda Utami
  5. Marizka Noviana Dewi
  6. Novia Rahmawati
  7. Dika Dwi Nurfadila
  8. Sovie Kresnadayanti
  9. Hening Ayang Triswati
5Pengrawit Padepokan Wisanggeni:Wendo Setiyono, Naufal Zulfikar, Dyah Setyorini, Arju Kartikaniko, Cahyo Suprianto, Alyaa Yumna Fauziyyah, Elisa Yoga Saputri, Azuan Danar Saputra. Agne Valita, Afif Nur Khayati, Mei Nurhanifah

Tari Ranggawis“Sebuah tarian yang ingin menampilkan kekompakan secara keseluruhan, antara musik yang rampak dengan  penari yang kekinian, yang mengharapkan anak-anak milenial mau mengenal dan ikut mencintai tari tradisi kerakyatan yang menjadi bagian dari keanekaragaman seni budaya Indonesia”, ujar Susiati,S.Sn selaku koreografer, ketika diwawancarai disela-sela acara. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here