myimage.id | Om Swastiastu, Namo Buddhaya, wilujeng enjang, sedherek-sedherek. Mengolah seni budaya tradisi bentuknya menggunakan rasa dan kecerdasan, semua ini bisa dilakukan dengan menginterpretasikan penggabungan tari tradisi yang disesuaikan dengan tuntutan jaman agar mudah dipahami dan dicintai. Semua ini terlihat dalam Tari Rodhek yang merupakan sebuah tari tradisi dari daerah Jepara yang menggabungan dua tarian kerakyatan yaitu Tari Reog dan Tari Ledhek yang mana kedua tarian ini dimasyarakat Jepara berfungsi sebagai tarian hiburan.Tari RodhekKedua tarian ini mempunyai keselerasan dan ciri khas tersendiri dalam membawakannya. Tari Reog dengan Jaran Kepang, kacamata hitam dengan gerak yang dinamis seperti seorang prajurit putri naik kuda, sedangkan Tari Ledhek bercirikan gerak yang erotis, centil dan licah, yang berfungsi sebagai pemikat lawan jenis.Tari RodhekTari Rodhek diciptakan oleh Kaolan, SE yang lahir di Jepara tanggal 8 Juli 1968, yang terinspirasi dari banyaknya kelompok penari reog dan penari ledhek di Desa Banyumanis, Kecamatan Donorejo, Kabupaten Jepara, yang sekarang dijadikan Desa Budaya oleh Pemerintah Propinsi Jawa Tengah.Tari RodhekKaolan, SE bertempat tinggal di RT 20, RW 03, Kaligarang, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, menekuni dunia tari sejak kecil sampai sekarang dan sangat konsisten sekali di bidang ini. Beberapa hasil karya tari beliau, diantaranya Tari Empak Jepara, Tari Kenyo Manis dan Tari Dwi Retno.Tari RodhekTari Rodhek dipentaskan dalam pertunjukan Kemilau Tari Jawa Tengah yang digelar di Gedung B6 Fakultas Bahasa dan Seni, Jurusan Pendidikan Seni Tari, Universitas Negeri Semarang, tepatnya pada tanggal 7 Desember 2019 pukul 09.00 wib sampai selesai, dengan dosen pembimbing Drs. Indriyanto, M.Hum, Drs. Bintang Hanggoro Putra, M.Hum, Dr. Restu Lanjari, S.Pd, M.Pd.Tari RodhekKemilau Tari Jawa Tengah merupakan sebuah format ujian pada mata kuliah Tari Daerah Jawa Tengah II dari mahasiswa Jurusan Pendidikan Sendratasik, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang.Tari RodhekAcara ini dibuka oleh Dr. Udi Utomo, M.Si selaku Ketua Jurusan Pendidikan Drama Tari dan Musik Universitas Negeri Semarang yang mengatakan, “Dengan mahasiswa turun langsung dengan sanggar-sanggar dan narasumber, maka ini merupakan penghargaan bagi mereka, bahwa selama ini mereka dihargai dan diperhatikan. Ini merupakan proses pembelajaran mahasiswa terhadap dunia masyarakat secara nyata dan bentuk apresiasi Unnes sebagai kampus konservasi yang tidak hanya berkutat dengan pelestarian dan pengembangan seni budaya, tetapi juga menyentuh pelaku-pelaku seni budaya”.Tari RodhekTari Rondhek pada awalnya ditarikan dalam acara sedekah bumi yang merupakan sebuah acara adat bersih desa, kemudia dalam perkembangan sekarang tarian ini sering sekali di pentaskan sebagai acara pembuka event yang diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Jepara yang sifatnya sebagai hiburan.Tari RodhekKomposisi didalam tarian ini menggambarkan tentang kesigapan prajurit wanita berkuda dalam menghadapi musuh di jaman pemerintahan Kerajaan Ratu Shima sampai Ratu Kaliyamat yang berfungsi sebagai penyamaran  dalam strategi perang ketika memasuki area musuh.Tari RodhekGerak dalam tarian ini berpijak pada ragam gerak tari gaya Surakarta dengan beberapa variasi dari gerak tari tradisi Jawa Tengah, karena ini tari tradisional kerakyatan maka pola lantainya cenderung berbentuk berbanjar depan belakang, berbanjar lurus dalam kelompok, lingkaran yang divariasi sehingga terlihat dinamis dan variatip.Tari RodhekBusana yang dikenakan, pada bagian kepala menggunakan sanggul dengan teknik gelung dengan hiasan bulu-bulu, sirkam, suweng, sedangkan pada bagian badan menggunakan lengan pendek yang merupakan ciri khas ledhek, kamisol dengan memakai jarik wiru, rampek, sampur dan gongseng, riasannya cantik dengan properti jaran kepang.Tari RodhekIringan yang mengiringi tarian ini menggunakan gamelan klasik Jawa laras Pelog Slendro yang divariasi dengan drum dengan gendhing-gendhing Lancaran. Sebuah iringan yang dinamis dengan bentuk klasik yang kekinian yang semuanya ini menambah karakter dari tarian yang dipentaskan.Tari RodhekTari Rondhek.

1Koreografer:Kaolan, S.E.
2Penata busana:Kaolan, S.E.
3Penata Rias:Kelompok Kontingen Jepara
4Penata Musik:Iqro Jurdan Rais, S.Pd
5Penari:
  1. Asnawati Wulandari
  2. Yeni shofia Ramadani
  3. Fanny Angel Agustin
  4. Retno puji Lestari
  5. Retno Puji Iswanti
  6. Dwi Ratna Sari
  7. Shinta Diasti Permatasari
  8. Syifa Nadia
  9. Elsa Prastika K

Tari Rodhek“Sebuah tari tradisi yang sudah lama tidak terlihat perlu diangkat dan diperlihatkan dalam bentuk aslinya di hadapan masyarakat, sehingga keberadaannya semakin terlihat dan eksis, yang semua ini dapat menambah keanekaragaman tari tradisional Indonesia yang dapat dijadikan sebagai identitas daerah itu sendiri”, ujar Kaolan SE, selaku koreografer disela-sela acara. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here