myimage.id | Om Swastiastu, Namo Buddhaya. Sugeng enjang sedherek-sedherek. Topeng dapat memberikan sebuah lukisan tentang kehidupan manusia yang fana, baik dan buruk tidak akan terlihat karena terhalang sekat topeng. Manakala topeng dibuka belum tentu semua terkuak, kadang didalam topeng masih ada topeng lagi. Maka jalani saja kehidupan ini sesuai dengan peran masing-masing. Ya semua ini terlihat dalam Tari Rwa yang merupakan sebuah tari komtemporer yang di dalamnya menceritakan tentang Pitutur Djati yang menjadi refeksi diri manusia dalam menjalani kehidupan didunia ini. Pitutur Djati adalah media ajaran  perubahan kehidupan manusia menjadi lebih bersahaja, sederhana dan membumi.Tari RwaDidalam kehidupan terkadang seperti sandiwara, tidak ada batas yang nyata dan jauh melewati ambang kesadaran, manusia bukan air ataupun angin yang bebas mengalir tanpa tujuan. “Yen sira kasinungan ngelmu kang marake akeh wong seneng, aja sira malah rumangsa pinter, jalaran menawa Gusti mundut bali ngelmu kang marake sira kaloka iku sira uga banjur kaya wong sejene, malah bisa aji godong jati aking”.Tari RwaTari Rwa secara khusus diciptakan oleh Widi Promono untuk dipentaskan dalam Gelar Karya Tugas Akhir, tercipta karena terinspirasi dari tokoh Pitutur Djati yang merupakan salah satu tokoh didalam cerita Panji yang kali ini dipentaskan dalam bentuk tarian, dimana penari menggunakan topeng.Tari Rwa

Gelar Karya Tugas Akhir di selenggarakan di Auditorium Jurusan Tari, Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Jalan Parangtritis KM 6,5 Sewon Bantul, tepatnya pada tanggal 21 sampai 22 Desember 2019, mulai pukul 19.30 Wib sampai selesai, yang pada tahun ini mengusung  tema dengan tajuk  “Catur Karsa dalam Asa”.Tari RwaWidi Pramono lahir di Gunung Kidul 4 Juli 1996, merupakan alumnus SMK I Kasihan Bantul. Sangat intens di dunia seni tari yang lekat dengan ketubuhan tradisi Yogyakarta. Beberapa kali terlibat sebagai penari dengan koreografer ternama, seperti Didi Nini Thowok, Martinus Miroto, Setyastuti, Anter Asmorotejo dan Y. Subono dari tahun 2015-2017.Tari RwaTarian ini sangat cocok ditarikan dalam acara festival-festival tari komtemporer, maupun acara-acara tradisi ritual yang di era sekarang jarang kita temui. Semuanya disesuaikan dengan ide gagasan karya ini yang berangkat dari cerita Panji yang disimbolkan dengan topeng yang sangat melegenda di dunia.Tari RwaKomposisi didalam tarian ini memberi gambaran tentang pedoman hidup yang diambil dari tokoh Pitutur Djati yang menjadi dewa utama dalam penobatan dirinya menjadi pamomong di kehidupan ini. Pitutur Djati lebih dikenal dengan di masyarakat dengan nama Penthul Bedjer.Tari RwaSementara komposisi internalnya memberikan gambaran tentang kehidupan manusia adalah panggung sandiwara, semua harus di jalani oleh manusia yang di gambarkan dengan topeng. Semua manusia memakai topeng, yang menarik disini adalah dibalik topeng ternyata masih ada topeng lagi. Inilah kehidupan manusia yang memang sulit diukur dengan nalar manusia, tetapi peran sudah diatur tinggal kita menjalaninya di dunia ini.Tari RwaRagam gerak dalam tarian ini banyak dihasilkan dari explorasi yang kemudian dijadikan pijakan untuk memunculkan gerak-gerakan baru, seperti melayang, membumi, berputar yang kemudian digabungkan menjadi satu. Semua gerakan ini dikembangkan dan digarap sesuai dengan kebutuhan tarian yang dinginkan (disesuaikan dengan karakter tokohnya) dengan property jaring dari kain dan tali yang diselingi dengan topeng.Tari RwaUntuk busananya menggunakan konsep hitam putih sesuai dengan karakter yang diinginkan yaitu Rwa (dua) dalam pengendalian tokoh dewa dan abdi (pamomong), sedangkan propertynya berupa topeng dan pada bagian kepala/irah-irahan menggunakan esensi tekes yang merupakan rambut gaya di topeng Panji.Tari RwaIringan dalam tarian ini merupakan musik garapan yang menggunakan musik explorasi instrument live bedug dan gender yang keduanya dipadukan dengan musik midi. Semuanya ini berpijak pada spirit atau semangat agragris.Tari RwaTari Rwa

1Koreografer:Widi Pramono
2Asisten Koreografer:F. Antha
3Penata Iringan:Djosh Sandi
4Lighting:Jipna Diwalik
5Penata Busana dan Rias:Fitri Kenari dan Juyes
6Dokumentasi:Bowo Bontot
7Dosen pembimbing:Dr. M Miroto, M.F.A dan Dr. Sumaryono M.A
8Dosen Penguji:Dr. Hendro Martono, M.Sn
9Penari:Widi Pramono dan Zita Pramesti

Tari Rwa“Sebuah informasi tentang nilai-nilai leluhur yang diterjemahkan dalam sebuah tarian sebagai bagian dari media refleksi manusia di dunia ini, serta memberikan informasi kepada audience bahwa tokoh Pitutur Djati didalam cerita Panji dapat digunakan sebagai tuntunan kehidupan kita”, ujar Widi Pramono selaku koreografer disela-sela acara. (Soebijanto/reog biyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here